Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Ngebut Rehab Kelas SDN1 Plosogenuk Perak, Wajib Selesai 17 Desember 2025

badge-check


					Para pekerja yang melakukan pembangunan rehab kelas di SDN1 Plosogenuk, Perak, Jombang, tengah memasang kuda-kuda atap dari bahan baja ringan.  Pekerjaan ini harus selesai 17 Desember 2025. Foto: Istimewa Perbesar

Para pekerja yang melakukan pembangunan rehab kelas di SDN1 Plosogenuk, Perak, Jombang, tengah memasang kuda-kuda atap dari bahan baja ringan. Pekerjaan ini harus selesai 17 Desember 2025. Foto: Istimewa

Penulis: Arief Hendro Soesatyo   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Pemkab Jombang melakukan rehabilitasi kilat untuk menangani atap tiga kelas SDN 1 Plosogenuk, kecamatan Perak, Jombang mulai 17 November dan selesai 17 Desember 2025, menggunakan anggaran darurat.

Pelaksnaaan rehab kelas ini pun hingga sekarang sudah berjalan selama tujuh hari, kontraktor telah memasang kuda-kud amenggunakan kerangka baja ringan, “Kami sudah langsung melakukan rehab untuk tuga kelas di SDN 1 Plosogenu,” demikian ungkap Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, saat dimintai konfirmasi tentang rehabilitasi kelas yang ambrol dan bocor itu.

Dia mengatakan pemkab telah mengambil kebijakan, langsung melakukan rehab kelas, kontrak pembangunannya pun harus cepat hanya selama sebulan diawali 17 November dan selesai 17 Desember 2025.

“Dengan demikian,  proses belajar mengajak anak sekolah di SDN 1 Plosogenuk tidak terlalu terganggu,” kata Agus Purnomo. Untuk mengatasi ambrolnya gedung SDN 1 Plosogenuk itu, dimasukkan ke dalam anggaran kedaruratan.

Atap gedung sekolah SDN 1 Plosogenuk, Perak, Jombang mulai rusak parah dan ambruk sejak sekitar tahun 2024.  Sebagian atap ruang kelas 1 sudah ambrol, dan pada November 2025, sejumlah ruang kelas sudah tidak layak digunakan sehingga siswa terpaksa belajar di area parkir sekolah demi keamanan mereka.

Kerusakan semakin meluas dari satu ruang kelas menjadi empat ruang kelas lain yang atap dan plafonnya juga rusak parah.

Sudah tiga bulan ini, sekitar 120  siswa SD Negeri Plosogenuk 1 di Kecamatan Perak, Jombang, yang dipindahkan belajar ke tempat parkir bertambah dari sebelumnya satu kelas kini menjadi dua kelas.

Persoalannya sekarang ini musim penghujan, tempat parker sepeda yang bangunannya semipermanen, tidak mampu menahan derasnya hujan. Saat hujan tiba pun, proses belajar menjadi terganggu. Itulah keluhan siswa dan guru pengajar di sekolah itu.

Awalnya, hanya 19 siswa kelas 4 yang belajar di tempat parkir, namun kini juga siswa kelas 5 sebanyak 30 siswa ikut dipindahkan ke tempat parkir karena atap ruang kelas yang rusak dan dikhawatirkan ambruk.

Tempat belajar darurat ini menggunakan dua lokasi parkir, yaitu tempat parkir kendaraan guru dan parkir sepeda siswa. Kondisi kelas-kelas yang rusak termasuk atap yang bergelombang dan bahan kerangka kayu yang sudah lapuk membuat relokasi ke tempat parkir dinilai lebih aman untuk siswa.

Selain itu, kelas 1 dan 3 juga sudah dipindahkan ke ruang UKS dan perpustakaan masing-masing sejak sekitar satu tahun lalu karena kerusakan parah atap dan plafon.

Sekolah dengan total 157 siswa ini hanya kelas 2 dan 6 yang masih belajar di ruang kelas yang layak, sementara ruang kelas 1, 3, 4, dan 5 sudah kosong atau digunakan tempat darurat.

Kerusakan ini dipicu oleh bangunan sekolah yang sudah tua dan terakhir direhabilitasi tahun 2005, dan masalah ini telah diajukan untuk perbaikan ke pemerintah daerah Jombang sejak 2024.​

Atap sekolah SD Negeri Plosogenuk 1 mulai ambrol pada Juni 2025, ketika sebagian atap ruang kelas 1 sudah ambruk dan gentingnya berjatuhan hingga menjebol hampir separuh plafon ruangan.
Kerusakan ini sudah tampak parah sejak tahun 2024, awalnya hanya plafon yang ambrol dan kemudian memburuk hingga atap gedung ikut ambrol.
Kondisi ini menyebabkan siswa dari beberapa kelas dipindahkan belajar di tempat parkir sekolah sebagai tempat yang lebih aman.
Perbaikan dan rehabilitasi atap sekolah telah diajukan ke pemerintah daerah sejak 2024, dan pada November 2025 sudah mulai ada aktivitas perbaikan di beberapa ruang kelas yang rusak.​
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Dra. Wor Windari, M.Si., bereaksi cepat dengan meninjau langsung kondisi kerusakan berat SD Negeri Plosogenuk 1 pada 6 November 2025.
Ia menegaskan bahwa penanganan kerusakan ini menjadi prioritas pemerintah daerah dan memastikan proses rehabilitasi segera dilakukan agar siswa bisa belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman.
Rehabilitasi gedung SD Negeri Plosogenuk 1 di Jombang sudah mulai berjalan sejak minggu kedua November 2025. Perbaikan difokuskan pada empat ruang kelas yang mengalami kerusakan parah, yaitu ruang kelas 1, 3, 4, dan 5, dengan anggaran sekitar Rp 225 juta dari belanja tak terduga.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Wor Windari, memastikan proses rehabilitasi ini dipercepat agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal di ruang kelas yang aman dan nyaman. Jadwal rehabilitasi direncanakan berlangsung mulai minggu kedua November hingga akhir Desember 2025.
Rehabilitasi gedung kelas SD Negeri Plosogenuk 1 di Jombang belum selesai per November 2025. Perbaikan baru mulai dilakukan pada minggu kedua November 2025 dan dijadwalkan berlangsung hingga akhir Desember 2025 dengan fokus pada empat ruang kelas yang rusak parah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang memastikan bahwa proses rehabilitasi sedang berjalan dan menjadi prioritas, namun belum rampung saat ini. Siswa masih belajar di tempat darurat sambil menunggu selesainya proses perbaikan gedung kelas tersebut.​ **
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Update KM Virgo 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 130 Dalam Pencarian

16 September 2026 - 05:11 WIB

Warga Bali Ledo Usung Jenazah Jowa Tana, Demo ke Polres Sumba Barat Polisi Keluarkan Tembakan

15 September 2026 - 22:05 WIB

Konpres KPK OTT di ATR/BTN Bogor: Tetapkan 3 Tersangka, Sita Uang Tunai Rp106,3 Miliar

15 September 2026 - 20:39 WIB

OTT di ATR/BPN Bogor, KPK Sita 20 Koper Berisi Rupiah dan Valas Medsos Sebut Milik Nusron Wahid

15 September 2026 - 19:59 WIB

Golkar Sarang Koruptor, KPK Ringkus Fahd El Fouz Kasus Suap HGB PT Summarecon

15 September 2026 - 19:29 WIB

Hanya 2 dari 27 Merk Beras Fortifikasi Lolos Uji, Kandungan Gizi tidak Sesuai SNI Ditarik dari Pasaran

15 September 2026 - 18:51 WIB

Dihantam Gelombang Laut Bawean, Tugboat BMT 20 Tenggelam 8 Awak Selamat

15 September 2026 - 17:46 WIB

Racun Makanan Pindah ke Kisaran, Puluhan Siswa Keracunan MBG dari Dapur Polres

15 September 2026 - 17:11 WIB

Serem Pencopotan Purbaya, Diinterupsi Lewat Telepon dari Prasetyo Hadi Saat Presentasi di Dewan

15 September 2026 - 00:17 WIB

Trending di News