Menu

Mode Gelap

Headline

Anwar Ibrahim Telepon Prabowo Bahas Pengumuman Tarif Bea Masuk Donald Trump

badge-check


					Perdana Mentri Malaysia , Anwar Ibrahim menelepon Presiden Prabowo Subianto, bahas pengenaan tarif beas masuk Amerika, Sabtu 5 April 2025. 
Instagram@zonautara_com Perbesar

Perdana Mentri Malaysia , Anwar Ibrahim menelepon Presiden Prabowo Subianto, bahas pengenaan tarif beas masuk Amerika, Sabtu 5 April 2025. Instagram@zonautara_com

Penulis: Jacobus R. lato   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, KUALALUMPUR- Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, melakukan telewicara dengan sejumlah pemimpin ASEAN, termasuk Presiden Indonesia Prabowo Subianto, untuk membahas kebijakan tarif dagang baru yang diterapkan Presiden AS Donald Trump.

Telepon antara Anwar Ibrahim dan Prabowo Subianto dilakukan pada hari Sabtu, 5 April 2025. Anwar menyampaikan bahwa perbincangan tersebut membahas tarif impor baru yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump, dan melibatkan pemimpin negara ASEAN lainnya seperti Filipina, Brunei, dan Singapura

Kebijakan tersebut mencakup tarif minimal 10% terhadap semua impor dan tarif lebih tinggi untuk beberapa negara ASEAN, seperti Indonesia (32%) dan Malaysia (24%).

Dalam diskusi tersebut, Anwar dan Prabowo bertukar pandangan mengenai respons kolektif ASEAN terhadap kebijakan ini. Sebagai Ketua ASEAN tahun 2025, Anwar menekankan pentingnya konsensus antarnegara anggota untuk menjaga prinsip keadilan dalam perdagangan internasional. Ia juga menyoroti perlunya pendekatan diplomatik dan kolaborasi regional untuk menghadapi tantangan ini.

Malaysia dan Indonesia sepakat untuk memanfaatkan kerangka kerja seperti Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) guna memperkuat posisi ASEAN dalam negosiasi dengan AS.

Kedua negara juga berkomitmen menjaga hubungan perdagangan yang konstruktif dengan AS meskipun menghadapi tantangan tarif yang signifikan.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, melakukan telewicara dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan pemimpin negara ASEAN lainnya untuk membahas kebijakan tarif dagang baru yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump.

Dalam pembicaraan tersebut, Anwar menekankan perlunya koordinasi dan respons bersama dari negara-negara ASEAN terhadap tarif yang dikenakan oleh AS, yang dapat berdampak signifikan pada ekonomi kawasan.

Anwar menyatakan bahwa sebagai Ketua ASEAN, Malaysia ingin mencapai konsensus di antara negara anggota mengenai prinsip-prinsip keadilan dalam negosiasi perdagangan. Ia juga mengungkapkan harapan bahwa pertemuan menteri ekonomi ASEAN yang akan datang dapat membahas solusi terbaik untuk menghadapi tantangan ini.

Kebijakan tarif baru Trump mencakup tarif dasar 10% untuk semua barang impor, dengan tarif yang lebih tinggi untuk negara-negara tertentu, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Indonesia sendiri akan menghadapi tarif sebesar 32%. Diskusi ini juga mencakup pandangan dari pemimpin lain seperti Sultan Brunei dan Presiden Filipina, serta upaya untuk memastikan respons kolektif yang efektif dalam menghadapi kebijakan tersebut. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mafia Izin Pertambangan, Kejati Meringkus Tiga Pejabat Utama ESDM Pemprov Jatim

17 April 2026 - 23:23 WIB

24 Jam Operasi SAR Evakuasi 8 Jenazah, Korban Helikopter Jatuh di Hutan Tapang Tingan Sekadau

17 April 2026 - 22:42 WIB

Jaga Stabilitas dan Ketertiban, FPII Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 18:38 WIB

Membawa Materi Koreksi Rezim, Aktivis GMNI Jombang Unjuk Rasa dan Berdialog dengan Dewan

17 April 2026 - 15:53 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 8): Kejahatan di Jalur Emas

17 April 2026 - 15:31 WIB

Dua Tim KPK Turun ke Pemkab Jombang, Bicara Gratifikasi dan LHKPN

17 April 2026 - 14:48 WIB

Basarnas Telah Temukan Reruntuhan Helikopter di Tapang Tingang Sekadau

16 April 2026 - 22:28 WIB

Kades Sampurno Ketawa-ketawa, Dikeroyok 15 Orang dan Dibacok di Rumahnya Pakel Lumajang

16 April 2026 - 21:24 WIB

155 Siswa SD-SMP dan SMA di Anambas Keracunan MBG, Pemkab Langsung Menutup MBG

16 April 2026 - 18:12 WIB

Trending di News