Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Miliader UEA Khalaf Ahmaf Al Habtoor Kirim Surat Terbuka untuk Donald Trump: Siapa yang Meyuruh Kamu Perang?

badge-check


					Miliader UEA Khalaf Ahmaf Al Habtoor Kirim Surat Terbuka untuk Donald Trump: Siapa yang Meyuruh Kamu Perang? Perbesar

­Penulis: Sri Muryanto  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, UEA- Khalaf Ahmad Al Habtoor, miliarder dari negara Uni Emirat Arab (UEA) mengunggah surat terbuka dalam bahasa Arab di akun X-nya (@KhalafAlHabtoor) sekitar 5-7 Maret 2026.

Ia secara terang-terangan menuiis  kritik keras dan tajam terhadap Presiden Donald Trump atas serangan militer AS ke Iran yang dinilai menyeret kawasan Teluk ke dalam konflik.

Berikut rekonstruksi isi lengkap surat berdasarkan terjemahan dari berbagai sumber berita, disusun secara kronologis dan utuh:

Tuan Presiden Donald Trump

Pertanyaan langsung: Siapa yang memberi Anda wewenang untuk menyeret kawasan kami ke dalam perang dengan Iran? Atas dasar apa Anda membuat keputusan berbahaya ini?*

Apakah ini keputusan Anda sendiri, atau ada tekanan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu?

Apakah Anda menghitung kerusakan kolateral sebelum melancarkan serangan? Anda telah menempatkan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Arab di tengah bahaya yang tidak mereka pilih.

Syukurlah, kami kuat dan mampu membela diri dengan militer serta keamanan kami sendiri, tetapi pertanyaan utamanya: Siapa yang beri Anda izin mengubah wilayah kami menjadi medan perang?

Anda mendirikan inisiatif “Board of Peace” atas nama perdamaian dan stabilitas, yang didanai oleh negara-negara Teluk. Tinta pengumuman itu belum kering, kini kami hadapi ancaman militer besar yang mengancam seluruh kawasan. Ke mana perginya inisiatif dan janji perdamaian itu? Dana yang kami berikan untuk apa?

Anda berjanji tidak akan berperang, tapi telah lakukan operasi di 7 negara: Somalia, Irak, Yaman, Nigeria, Suriah, Iran, dan Venezuela. Rating persetujuan Anda turun 9% dalam 400 hari.

Anda janjikan rakyat Amerika perdamaian, tapi pajak mereka kini dipakai untuk perang. Masyarakat kawasan ini berhak bertanya hal yang sama.

Konteks dan Dampak

Surat ini menyoroti inkonsistensi Trump antara janji perdamaian (via Board of Peace) dan aksi militer nyata, dengan fokus pada risiko bagi Teluk akibat eskalasi Iran.

Al Habtoor, sebagai tokoh berpengaruh di UEA, menggunakan nada langsung untuk menekankan kedaulatan kawasan Arab.

Siapa  Al Habtoor

Khalaf Ahmad Al Habtoor adalah pendiri dan chairman Al Habtoor Group, salah satu konglomerat besar di Dubai dengan bisnis hotel, real estat, dan otomotif.

Ia juga dikenal sebagai mantan diplomat dan tokoh politik yang vokal di UEA; ketika ia berbicara, elit politik Teluk biasanya memperhatikan pandangannya.

Inti Isi Surat Terbuka

Dalam surat terbuka yang diposting di akun X resminya, Al Habtoor mempertanyakan “siapa yang memberi Anda wewenang untuk menyeret kawasan kami ke dalam perang dengan Iran?” dan “atas dasar apa Anda membuat keputusan berbahaya ini?”.

Ia menuduh Trump menjadikan negara‑negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Arab sebagai pihak yang menanggung risiko konflik yang tidak mereka pilih.

Kritik soal Perang dengan Iran

Al Habtoor menyoroti bahwa keputusan militer AS terhadap Iran telah meningkatkan ketegangan dan menempatkan seluruh Teluk dan Timur Tengah dalam bahaya eskalasi perang.

Ia juga mempertanyakan apakah keputusan menyerang Iran murni keputusan Trump atau karena tekanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Serangan  “Board of Peace”

Ia mengangkat ironi bahwa Trump sebelumnya membentuk inisiatif “Board of Peace” yang didanai negara‑negara Teluk dengan janji stabilitas, tetapi justru kemudian melancarkan operasi militer yang mengancam kawasan.

Al Habtoor bertanya ke mana larinya dana dan janji perdamaian itu ketika kawasan kini justru dihadapkan pada peningkatan ancaman perang.

Pesan kepada Negara Teluk

Dalam suratnya, Al Habtoor menegaskan bahwa negara‑negara Teluk dan Arab memang memiliki kemampuan militer untuk membela diri, tetapi mereka tidak pernah memberi izin agar wilayah mereka dijadikan ajang konfrontasi besar dengan Iran.

Ia pada dasarnya memperingatkan bahwa kebijakan Trump berpotensi memicu instabilitas luas yang dampaknya langsung dirasakan warga di Teluk.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Terpilih Jadi Ketum PB NU, KH Abdul Halim Mahfudz Tanda Tangan Fakta Integritas

31 Agustus 2026 - 10:49 WIB

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2031

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Elon Musk: Blindsight Implant bagi Penyandang Kebutaan Bisa Melihat

30 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Travel ITS Group Telantarkan 196 Jamaah Umrah di Juanda dan Jombang

30 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Ricuh 30 Menit di Muktamar NU, Massa Pakai Kaos Gambar Bakal Calon Terbalik

30 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Warga Wonorejo Temukan Jasad Bayi Perempuan Mengambang di Sungai

30 Agustus 2026 - 14:38 WIB

13 Pelanggaran yang Masuk RUU Perampasan Aset

30 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Berdasarkan CCTV, Netizen Menduga Kelompok GRIB Pelaku Penganiayaan Bambang Setyawan

29 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Trending di News