Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

Microsleep, Momok bagi Pengendara Saat Mudik Lebaran

badge-check


					Microsleep menyebabkan kecelakaan fatal Perbesar

Microsleep menyebabkan kecelakaan fatal

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Libur panjang Lebaran tahun 2025 banyak dimanfaatkan untuk melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman atau mudik bertemu sanak keluarga dan kerabat.

Bagi yang telah memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik, pastikan semuanya telah dipersiapkan dengan baik. Mulai kesiapan kendaraan hingga stamina tubuh agar tidak memicu kecelakaan di jalan. Pasalnya, salah salah satu ancaman paling mengintai bagi para pengendara adalah microsleep.

Melansir laman resmi Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Ditjen Yankes) Kementerian Kesehatan (Kemkes) microsleep merupakan gejala alamiah yang bisa terjadi saat manusia normal mengalami kelelahan yang berlebihan.

Pada umumnya, kondisi ini diikuti dengan beberapa tanda seperti mata yang terasa pedas, kedipan mata lambat, kepala yang mengangguk-angguk, atau tubuh terasa bergetar.

“Microsleep sering terjadi akibat kurang tidur, beberapa kasus menjelaskan bahwa penderita microsleep juga dialami oleh mereka yang melakukan pekerjaan yang monoton meski hanya beberapa detik,” terang Ditjen Yankes, dikutip Selasa (25/5/2025).

“Tentu saja kondisi ini sangat berbahaya dan mungkin menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan,”

Singkatnya, microsleep merupakan periode tidur yang sangat singkat dan disebabkan oleh kelelahan.

Dalam hal ini, microsleep berbeda dengan tidur pada umumnya, kondisi ini bisa membuat seseorang kehilangan kesadaran atau perhatian karena rasa lelah atau kantuk yang tidak terganggu.

Disebutkan juga bahwa microsleep bisa berlangsung hingga 1-2 menit, atau bahkan lebih karena seseorang tersebut memasuki fase tidur.

Pada situasi mengemudi maka kondisi microsleep dapat menyebabkan kendaraan menjadi tidak terkendali, berisiko tinggi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Jangan memaksakan berkendara dalam kondisi lelah atau sakit. Dalam sebuah penelitian mengungkapkan bahwa dengan istirahat dan tidur sebentar 10 menit atau lebih, dapat mengurai risiko kecelakaan yang disebabkan oleh kelelahan,” tulis Kemenkes.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Anda tidak Berhubungan Seks Sebulan

30 Juni 2026 - 21:42 WIB

Bintang Inggris dan Komentator ITV Pamer Perut Kencang di Samping David Beckham

30 Juni 2026 - 21:01 WIB

Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi Bertangan Dewa

29 Juni 2026 - 16:19 WIB

Reporter Paling Glamor di Piala Dunia 2014 Masih Memukau

28 Juni 2026 - 20:45 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Fans Sepakbola Ini Disangka Produk AI Saking Cantiknya

26 Juni 2026 - 19:32 WIB

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Makanan Rusak saat Listrik Padam

24 Juni 2026 - 18:44 WIB

Facebook Dipenuhi Video Porno, Cukup Satu Kta Kunci Pencarian

24 Juni 2026 - 18:21 WIB

Presenter Piala Dunia ASAL Italia Ini Sosmednya Dibanjiri Ribuan Like

18 Juni 2026 - 19:47 WIB

Trending di Life Style