Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

LEAF71+Noyron Hasilkan Mesin Jet AI Berkecepatan 28.000/ Jam

badge-check


					Inilah purwarupa mesin jet baru hasil AI, gabungan LEAF71+ Noyron kerja sama Swwis dan Uni Emirat Arab. Foto: ist
Perbesar

Inilah purwarupa mesin jet baru hasil AI, gabungan LEAF71+ Noyron kerja sama Swwis dan Uni Emirat Arab. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SWISS — Inovasi teknologi antariksa terus melahirkan temuan yang mengubah cara pandang kita terhadap mesin pendorong terbang.

Salah satu terobosan terbaru datang dari perusahaan teknologi LEAP 71 yang berbasis di Swiss dan Uni Emirat Arab.

Mengandalkan sistem perhitungan cerdas bernama Noyron, mereka berhasil merancang mesin roket dengan karakteristik unik yang tidak dimiliki mesin konvensional.

Apa Itu Sistem Noyron?

Perlu dipahami, Noyron bukan nama perusahaan maupun merek dagang mesin, melainkan nama sistem algoritma dan kecerdasan buatan yang menjadi otak proses perancangannya.

Insinyur manusia tetap menentukan syarat teknis, batas keamanan, dan tujuan penggunaan, sedangkan sistem Noyron mengolah ribuan variasi bentuk, menghitung tekanan, suhu, serta aliran fluida untuk menghasilkan desain paling efisien dan tahan lama.

Mesin jet unggul ini dibuat menggunakan AI. Hasilnya luar biasa. Foto: ist

Cara Kerja

Mesin ini dirancang untuk membawa bahan bakar sekaligus oksigennya sendiri, sehingga mampu beroperasi tidak hanya di atmosfer Bumi, tetapi juga di ruang hampa udara.

Suhu di dalam ruang bakarnya mencapai 2.500–3.500°C — cukup panas untuk melelehkan sebagian besar jenis logam biasa.

Yang paling menarik, meski bagian dalamnya luar biasa panas, permukaan luar mesin justru bisa membeku dan tertutup lapisan es tipis. Ini bukan keajaiban, melainkan hasil sistem pendinginan canggih bernama pendinginan regeneratif.

Bahan bakar yang digunakan berwujud cair pada suhu sangat dingin, dialirkan melalui saluran-saluran kecil di dinding ruang bakar.

Sebelum dibakar, cairan ini menyerap panas dari dinding mesin agar tidak rusak. Akibatnya, suhu di bagian luar bisa turun hingga -150°C sampai -200°C, sehingga uap air di udara sekitar langsung membeku menempel menjadi lapisan pelindung alami.

Kecepatan & Daya Dorong

Mesin rancangan ini memiliki performa yang jauh lebih baik dibandingkan desain tradisional:

  • Kecepatan maksimum: Mampu mencapai lebih dari 28.000 km/jam, cukup untuk mengirimkan muatan ke orbit Bumi
  • Efisiensi dorong: Bentuk corong khusus yang dihitung AI membuat tenaga dorongnya 10–15% lebih tinggi, dan tetap optimal bekerja dari permukaan laut hingga ruang hampa udara
  • Waktu pembuatan: Berkat bantuan teknologi dan cetak 3D logam, proses dari konsep hingga uji coba nyala hanya membutuhkan 2–4 minggu, jauh lebih cepat dibanding cara konvensional yang bisa memakan waktu 1–2 tahun
  • Struktur lebih ringan: Dibuat sebagai satu kesatuan utuh, sehingga bobotnya berkurang tanpa mengurangi kekuatan.

Keunggulan Bahan Bakar

Mesin ini menggunakan kombinasi metana cair + oksigen cair, yang memiliki banyak kelebihan:
*  Bersih & awet: Menghasilkan sedikit endapan jelaga, sehingga mesin bisa diperbaiki dan dipakai ulang berkali-kali

* Nilai energi tinggi: Setiap kilogram bahan bakar menghasilkan tenaga dorong lebih besar dibandingkan jenis bahan bakar roket lama

* Berfungsi ganda: Suhunya yang sangat dingin (-162°C) sekaligus berperan sebagai cairan pendingin utama mesin

* Ekonomis & mudah didapat: Harganya lebih murah dan ketersediaannya lebih melimpah dibandingkan hidrogen cair

Perbedaan dengan Mesin Jet Biasa

Berikut perbandingan sederhananya:

* Sumber oksigen: Mesin roket membawanya sendiri; mesin jet mengambil dari udara sekitar

* Suhu kerja: Mesin roket mencapai 2.500–3.500°C; mesin jet hanya sekitar 1.200–1.800°C

* Kondisi luar: Mesin roket bisa membeku; mesin jet selalu panas karena hanya mengandalkan aliran udara sebagai pendingin

* Kegunaan: Mesin roket untuk antariksa; mesin jet untuk pesawat terbang di atmosfer

Saat ini, mesin ini masih dalam tahap pengembangan dan uji coba lebih lanjut. Jika berhasil diterapkan secara luas, teknologi ini diproyeksikan memangkas biaya perjalanan antariksa dan membuka peluang eksplorasi luar angkasa yang lebih terjangkau di masa depan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Terpilih Jadi Ketum PB NU, KH Abdul Halim Mahfudz Tanda Tangan Fakta Integritas

31 Agustus 2026 - 10:49 WIB

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2031

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Elon Musk: Blindsight Implant bagi Penyandang Kebutaan Bisa Melihat

30 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Travel ITS Group Telantarkan 196 Jamaah Umrah di Juanda dan Jombang

30 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Ricuh 30 Menit di Muktamar NU, Massa Pakai Kaos Gambar Bakal Calon Terbalik

30 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Warga Wonorejo Temukan Jasad Bayi Perempuan Mengambang di Sungai

30 Agustus 2026 - 14:38 WIB

13 Pelanggaran yang Masuk RUU Perampasan Aset

30 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Berdasarkan CCTV, Netizen Menduga Kelompok GRIB Pelaku Penganiayaan Bambang Setyawan

29 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Trending di News