Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Kubah Panas dari Sahara Landa Eropa, WHO: 1.300 Kematian Sejak 21 Juni 2026

badge-check


					Perancis paling panas suhu udara mendekati 44 derajat celsius. Foto: ist Perbesar

Perancis paling panas suhu udara mendekati 44 derajat celsius. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, EROPA— Gelombang panas ekstrem akibat fenomena “kubah panas” melanda Eropa Barat dan Selatan 21–29 Juni 2026, menjebak udara panas dari Gurun Sahara.

Menurut Copernicus Climate Change Service, Minggu (28/6/2026), waktu setempat, suhu tertinggi tercatat: Prancis Barat 43,8°C, Paris 40,2°C, Spanyol 42,5°C, Belgia-Belanda 39–40°C, Inggris Selatan 37,3°C.

Dampak terkonfirmasi

– Aspal meleleh dan menggelembung: Prancis, Belgia, Belanda → Euronews, 28/6
​
– Lampu lalu lintas meleleh di Lille, Prancis: Météo-France, 28/6 → penyebab suhu >41°C merusak komponen plastik/logam, bukan kebakaran
​
– Rel kereta melengkung, jaringan listrik terbebani, jadwal perjalanan dikurangi

Data korban & pernyataan WHO Terbaru

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Minggu, 28/6/2026 (X resmi WHO / Xinhua): “Lebih dari 1.300 kematian berlebih tercatat sejak 21 Juni 2026. Angka ini perkiraan awal dan akan diperbarui.”

Eropa memanas dua lebih cepat dari rata-rata global; gelombang panas kini terjadi hampir setiap tahun, demikian pernyataan, Tedros, Minggu 28 Juni 2026.
​
Penjelasan bahwa kematian berlebih adalah selisih angka kematian nyata dengan rata-rata normal, bukan penyebab langsung.
​
Data per negara (lembaga kesehatan masing-masing):
​
* Spanyol: 672 kasus | Kemenkes Spanyol, 28/6
​
* Prancis: 45 kasus | Santé Publique France, 28/6
​
* Belgia: 98 kasus | Sciensano, 29/6
​
* Belanda: 89 kasus | RIVM, 29/6
​
* Inggris: 76 kasus | UKHSA, 28/6

Tindakan pemerintah

* Prancis: Peringatan merah 58 provinsi, tutup sekolah, batas kerja luar ruang, ruang sejuk gratis → PM Lecornu, 27/6
​
* Inggris: Peringatan ekstrem, kurangi jadwal kereta → Met Office, 26/6
​
* Belgia-Belanda: Siaga oranye, larang aktivitas 11.00–17.00 → Kemenkes, 28/6
​
* Spanyol: Batasi operasi industri, atur jam belanja → Kementerian Lingkungan, 28/6. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Trending di News