Menu

Mode Gelap

Life Style

Kupeluk Kamu Selamanya, Kisah Keluarga yang Menyentuh dan Menggugah Empati

badge-check


					Hana Malasan pemeran utama Perbesar

Hana Malasan pemeran utama

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Film “Kupeluk Kamu Selamanya” menghadirkan cerita keluarga dengan pendekatan emosional dan kolaboratif. Para pemain berbagi pengalaman mendalami karakter dalam proses produksi film tersebut.

Hana Malasan memerankan Naya, seorang ibu dengan perjalanan emosional yang kompleks. Ia mengaku mendapat perspektif baru tentang perjuangan seorang ibu melalui peran ini.

Menurut Hana, proses kreatif film ini berlangsung terbuka dan melibatkan banyak diskusi. Ia menilai kolaborasi tim membuat cerita terasa lebih hidup dan jujur.

“Nggak apa-apa kok gak harus semua beban disimpan di kita. Nggak apa-apa untuk minta tolong dan memperlihatkan apa sebenarnya yang sedang kita rasakan,” kata Hana Malasan, dalam press conference film Kupeluk Kamu Selamanya, di XXI Epicentrum, Jakarta, 23 April 2026.

Ia menilai banyak orang menganggap perjuangan ibu terlihat sederhana dari luar. Namun, pengalaman memerankan Naya menunjukkan kenyataan yang jauh lebih berat.

Karakter Naya juga menggambarkan kecenderungan menyembunyikan perasaan tidak baik-baik saja. Hana melihat hal itu sebagai refleksi umum dalam kehidupan banyak orang.

Di sisi lain, Jared Ali memerankan Aska dan menceritakan pengalaman syuting yang menyenangkan. Ia membangun kedekatan dengan pemain lain melalui aktivitas sehari-hari.

“Cara bounding nya, biasanya sih aku sama ibu kira-kira ke pasar, naik kereta, naik angkot. Dan naik angkot pertama kali. Rasanya dingin pas jalan-jalan. Kalau sama bapak biasanya pergi ke mall gitu, ngomongin bola,” ujarnya.

Ia juga mengaku terbantu dengan arahan sutradara dalam mengeksplorasi emosi. Jared berusaha membayangkan posisi karakter agar akting terasa lebih nyata.

Di sisi lain, Ibnu Jamil memerankan Bagaskara, sosok ayah yang menghadapi kondisi keluarga tidak sempurna. Ia menilai perannya memberi refleksi tentang ego dan tanggung jawab orang tua.

“Panik boleh bodoh jangan, kondisi-kondisi yang tidak sempurna, gimana caranya supaya kita tidak kemakan ego kita. Tapi tetap kita harus cari jalan keluarannya seperti apa,” ucapnya.

Menurutnya, orang tua sering merasa paling tahu kebutuhan anak tanpa benar-benar memahami keinginan mereka. Film ini mencoba menunjukkan dinamika tersebut secara jujur dan emosional.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemain Voli Turkiye Ini Cantiknya Kebangetan

16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Manfaat Matcha untuk Kesehatan Tubuh

16 Mei 2026 - 19:19 WIB

Mengenal Kopi Rendah Asam, Lambung Lebih Nyaman

15 Mei 2026 - 19:16 WIB

Adegan Sydney Sweeney di Euphoria Picu Kritik

13 Mei 2026 - 19:07 WIB

No Na Bawa Indonesia ke THE FIRST TAKE Jepang

12 Mei 2026 - 18:36 WIB

Gejala Hantavirus: Demam hingga Sesak Napas

11 Mei 2026 - 20:39 WIB

BPOM Umumkan 11 Kosmetik Berbahaya

7 Mei 2026 - 19:59 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Trending di Headline