Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Kisah Mistis di Balik Patung Macan Putih yang Viral di Kediri Karya Mbah Suwari

badge-check

Kisah Mistis di Balik Patung Macan Putih yang Viral di Kediri Karya Mbah Suwari Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, KEDIRI– Patung macan yang berdiri di pertigaan Desa Baling Jeruk tiba-tiba menjadi sorotan publik. Bentuknya yang tak biasa, ekspresi wajah yang unik, serta kisah spiritual di balik proses penciptaannya membuat karya ini viral.

Bahkan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga sampai ke luar negeri. Sosok di balik patung tersebut adalah Mbah Suwari, seorang seniman sederhana yang tak pernah menyangka karyanya akan mendunia.

“Asal mulanya saya diutus Bapak Kepala Desa Balong Jeruk, disuruh membuat patung macan itu. Terus saya sanggup,” kenang Mbah Suwari. Ia kemudian diminta menentukan hari baik sebelum memulai pekerjaan.

Pembangunan patung dimulai pada Senin Pahing, hari yang dipilih berdasarkan perhitungan adat. “Saya mulai hari Senin Pahing, mulai duduk pondasi sampai selesai 18 hari,” ujarnya. Selama hampir tiga pekan, ia bekerja hingga patung berdiri kokoh di pertigaan desa.

Di tengah proses, Mbah Suwari mengalami pengalaman tak biasa. Ia bermimpi bertemu sosok yang sudah lama meninggal. “Saya mimpi didatangi Bapak Kasun Busan Ketandian, orangnya sudah meninggal,” tuturnya.

Dalam mimpi itu, ia diminta mementaskan ludruk dengan lakon siluman macan putih, sementara patung macan disebut belum selesai.

Keesokan harinya, Kepala Desa kembali menanyakan kesiapan pembuatan patung. Mbah Suwari pun memilih hari baik yang sama. “Saya mencari hari yang baik, Senin Pahing. Pasang pondasi dibancai tumpeng, panggang ayam, baru dimulai,” katanya.

Setelah patung rampung, kabar viral mulai menyebar. Mbah Suwari mengaku heran, sebab sebelumnya ia telah membuat banyak patung tanpa perhatian serupa. “Padahal saya buat patung di sana-sana baik-baik, tidak viral. Kok yang ini seperti badai, sampai seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia menduga ada unsur sejarah dan kepercayaan yang melekat pada lokasi patung. “Bukan sembarang macan, ada danyangnya macan itu,” katanya, meyakini hal itu turut mempercepat penyebaran cerita.

Soal bentuk patung yang ramai dibicarakan, Mbah Suwari menjelaskan bahwa ekspresi macan awalnya dibuat menganga. Namun, pemerintah desa meminta perubahan demi keselamatan. “Ini kan dipertigaan, rawan kecelakaan. Jadi permintaan dari pemerintah desa tidak boleh mangap, harus diingkepkan,” jelasnya.

Perubahan itu justru membawa dampak positif. “Anak kecil tidak takut, malah senang,” katanya. Ia juga menepis isu bahwa patung akan dibongkar. “Tidak, paten. Kalau dibongkar kan sayang,” tegasnya.

Mbah Suwari telah lama berkarya, dari patung tokoh pewayangan hingga harimau di berbagai desa. Namun, ia sendiri tak bisa menjawab mengapa patung macan ini yang akhirnya mendunia. “Berarti bagus itu belum tentu viral,” ujarnya polos.

Baginya, viralnya patung macan bukan sekadar soal bentuk, melainkan perpaduan antara tempat, waktu, dan cerita yang menyertainya. Ia berharap karyanya tetap membawa kebaikan bagi warga, sekaligus menjaga makna budaya dan sejarah yang melekat.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Antisipasi Banjir Pemkab Gresik Siapkan Rumah Pompa dan Saluran Air

8 Nov 2026 - 13:49 WIB

Antisipasi Banjir Pemkab Gresik Siapkan Rumah Pompa dan Saluran Air

Sarasehan di Plumbon Gambang, Sadar Restuwati Bahas Pertanian dan Kerajinan Rakyat

8 Nov 2026 - 13:27 WIB

Sarasehan di Plumbon Gambang, Sadar Restuwati Bahas Pertanian dan Kerajinan Rakyat

Sejumlah Pejabat Polres Jombang Bergeser Jabatan

7 Nov 2026 - 19:45 WIB

Sejumlah Pejabat Polres Jombang Bergeser Jabatan

Aktivitas TMMD 130, Serda Fajar Lakukan Komsos dengan Petani dan Peternak Klitih Plandaan

7 Nov 2026 - 16:17 WIB

Aktivitas TMMD 130, Serda Fajar Lakukan Komsos dengan Petani dan Peternak Klitih Plandaan

Menelisik Akar Terorisme (74): Klan Bangkit untuk Ketiga Kalinya

7 Nov 2026 - 15:15 WIB

Menelisik Akar Terorisme (74): Klan Bangkit untuk Ketiga Kalinya

Pasca Putusan MA, Sufmi Dasco: DPR RI Belum Ambil Sikap Hak Angket terhadap Wapres Gibran

7 Nov 2026 - 11:53 WIB

Pasca Putusan MA, Sufmi Dasco: DPR RI Belum Ambil Sikap Hak Angket terhadap Wapres Gibran

Haul ke-128 Ponpes Qomaruddin Gresik Wabup Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Ulama

7 Nov 2026 - 10:16 WIB

Haul ke-128 Ponpes Qomaruddin Gresik Wabup Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Ulama

Pasukan Damkar 20 Ngoro Padamkan Kebakaran 1.200 M2 Lahan Tebu di Buluhrejo Diwek

7 Nov 2026 - 09:18 WIB

Pasukan Damkar 20 Ngoro Padamkan Kebakaran 1.200 M2 Lahan Tebu di Buluhrejo Diwek

Smelting Kembali Raih Penghargaan CSR Award 2026 ADINKES, Atas Dedikasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis

6 Nov 2026 - 13:07 WIB

Smelting Kembali Raih Penghargaan CSR Award 2026 ADINKES, Atas Dedikasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis
Trending di Nasional