Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Kelapa Langka Gara-Gara Tiongkok Membuatnya Sebagai Teman Ngopi

badge-check


					Tatjana Saphira suka ngopi  (Foto: @tatjanasaphira/Instagram) Perbesar

Tatjana Saphira suka ngopi (Foto: @tatjanasaphira/Instagram)

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan, kelangkaan komoditas kelapa santan di tanah air disebabkan oleh Tiongkok.

Zulhas menjelaskan, hal ini bermula ketika pelaku usaha yang melakukan ekspor kelapa ke negeri tirai bambu tersebut. Menurutnya, di sana kelapa dijadikan olahan sebagai campuran dalam menyajikan minuman kopi.

“Kelapa sekarang langka, karena kelapa sama teman-teman dari Tiongkok diolah jadi susu,” ujarnya saat membuka gelaran World of Coffee 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (15/5).

Zulhas mengungkapkan, selain menyajikan kopi dengan campuran susu sapi, saat ini tengah populer menu kopi dengan campuran santan kelapa. Karena hal tersebut, turut menyebabkan kelangkaan kelapa di Indonesia.

“Jadi di Tiongkok sekarang orang minum kopi bukan pakai susu, tapi pakai santan kelapa, jadi kelapa mahal sekarang,” ungkapnya.

Di samping itu, Zulhas menuturkan bahwa kelangkaan dan tingginya harga kelapa ini dinilai baik untuk petani tanah air. Untuk itu, sebagai solusi dalam mengatasinya petani di minta menanam kelapa lebih banyak lagi.

Dia bilang, pemerintah juga tidak mengambil opsi untuk menyetop maupun mengurangi kuota ekspor kelapa ke Tiongkok dalam mengatasi prahara tersebut.

“Solusinya tanam yang banyak. (Stop ekspor?) enggak, petaninya lagi untung banyak sekarang, bagus,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, meski momen Ramadhan dan Idul Fitri 2025 telah terlewati harga kelapa belum juga menurun. Saat ini, harga satu butir kelapa parut berada di rentang Rp 20.000 – Rp 25.000, padahal biasanya paling mahal sebesar Rp 10.000.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Buat WhatsApp Offline Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Wajah Anak Tak Diekspos Mahalini Tuai Pro Kontra

18 Agustus 2026 - 21:08 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Siti Si Vampir Tayang Oktober 2026, Satine Zaneta Jadi Pemeran Utama

6 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Lagu Terbaru No Na ‘honk!’ Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

3 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Putri Kamboja Menciptakan Sensasi di Piala ASEAN 2026

26 Juli 2026 - 19:34 WIB

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Trending di Life Style