Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Kediri Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Peluang Ekonomi Warga

badge-check


					Kediri Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Peluang Ekonomi Warga Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, KEDIRI- Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga agar tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha.

Wakil Wali Kota Kediri, K.H. Qowimuddin Thoha, menegaskan bahwa sampah rumah tangga dapat dikelola dengan baik dan memiliki nilai ekonomi. “Kami mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah. Kami adakan pelatihan yang merupakan langkah konkret dalam mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah,” ujarnya di Kediri, Sabtu.

Saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas program ketahanan pangan berbasis sampah rumah tangga di Kelurahan Lirboyo, ia menambahkan bahwa persoalan sampah bukan hanya terjadi di Kota Kediri, tetapi juga di berbagai daerah lain. Karena itu, penanganannya membutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya pemerintah.

Oleh karena itu.Wawali Kota Kediri, mengapresiasi langkah kelompok masyarakat yang sudah mulai menginisiasi gerakan penanganan sampah di tingkat RT, RW, hingga kelurahan.

“Sebab, persoalan ini tidak akan pernah tuntas bila hanya mengandalkan pemerintah daerah saja,” katanya.

Gus Qowim menekankan bahwa Pemkot Kediri berupaya memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pengelolaan sampah rumah tangga. Selain mengurangi volume sampah, upaya ini juga berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru bagi warga.

“Sampah harus mulai kita lihat sebagai peluang, bukan lagi beban. Jika setiap wilayah mampu menangani sampah sejak dari sumbernya, maka sampah tidak perlu lagi menumpuk di TPA,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dengan kreativitas, sampah bisa berubah menjadi produk bernilai. “Inilah saatnya kita memandang sampah sebagai sumber daya, ketika dikelola dengan baik,” tegasnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan praktik langsung seperti pembuatan kompos dari sampah organik dan pembuatan sapu dari botol bekas air mineral, dipandu oleh Pendiri Rumah Kompos Kemuning, Sujiman. Selain itu, peserta juga menerima materi tambahan mengenai jenis-jenis narkoba untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Lirboyo Panji Hartawan, Ketua Pokmas Lirboyo Mapan Priyo Basuki beserta anggota, Ketua RT/RW, pengurus LPMK, Karang Taruna Kediri, serta tamu undangan lainnya.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Emas Antam Jumat Naik Rp25.000 Jadi Rp2,623 Juta per Gram

18 September 2026 - 20:26 WIB

Dudung Abdurrahman: Jargas Sudah Siap 100 %, Gresik Bangun 7.363 Sambungan Rumah

18 September 2026 - 19:42 WIB

Polisi OTT 28 Kepala Sekolah Banyuasin Berdalih Bimtek di Hotel Palembang, Barang Bukti Rp30 Juta Lebih

18 September 2026 - 18:21 WIB

Kemenhaj Bekukan Izin PT Annisa Ahmada Travelindo, Telantarkan 200 Jamaah Jombang

18 September 2026 - 06:38 WIB

Tabrakan Lawan KA Ijen Ekspres di Jember, Fortuner Terseret 750 Meter Sopir 22 Tahun Tewas

17 September 2026 - 20:38 WIB

Menelisik Akar Terorisme (57): Topeng Alis Mata Merah Sang Penyingkir Raja

17 September 2026 - 20:00 WIB

9 Siswa SDN 3 Kampungdalem Kediri Dibawa ke Puskesnas dan RS Gambiran

17 September 2026 - 17:07 WIB

200 Siswa dan Guru SMKN 1 Boyolangu Tulungagung Keracunan MBG

17 September 2026 - 17:03 WIB

77 Siswa dan Guru di Trenggalek Keracunan MBG, Dapur SPPG Disuspend 30 Hari

17 September 2026 - 16:40 WIB

Trending di News