Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Dispendik Surabaya Wajibkan Penggunaan Bahasa Jawa di Sekolah Setiap Kamis

badge-check


					Dispendik Surabaya Wajibkan Penggunaan Bahasa Jawa di Sekolah Setiap Kamis Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya berencana memberlakukan penggunaan Bahasa Jawa bagi siswa TK hingga SMP setiap hari Kamis. Program ini dinamakan “Kamis Mlipis” dan telah diatur dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 17 Tahun 2025.

“Bahasa Jawa telah ditetapkan sebagai pelajaran wajib, dan Krama Inggil akan menjadi bagian tak terpisahkan dari modul ajar kami,” ujar Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, pada Jumat (4/7/2025).

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk revitalisasi Bahasa Jawa, agar bahasa daerah ini tetap hidup dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini adalah langkah konkret untuk membiasakan siswa dan seluruh warga sekolah berkomunikasi dalam Bahasa Jawa, sehingga tidak hanya teori tapi juga praktik,” katanya, dikutip dari Kompas.

Yusuf optimistis seluruh pihak di lingkungan pendidikan dapat menerima penerapan Bahasa Jawa Krama Inggil, meskipun latar belakang budaya siswa di Surabaya cukup beragam. Materi ajar akan disesuaikan dengan dialek khas Surabaya, termasuk dalam kegiatan seperti mendongeng, dengan menggunakan kata-kata seperti ‘rek’ atau ‘koen’.

Untuk mendukung pelaksanaan program ini, Dispendik telah membentuk tim sosialisasi yang terdiri dari 12 guru SD dan 12 guru SMP. Mereka akan menyebarluaskan informasi dan mendampingi pengajar lain.

“Tim guru dari SD dan SMP ini juga akan terlibat aktif dalam penyusunan modul mengajar di Balai Bahasa Jawa Timur (Jatim), pada 24 sampai 26 Juni 2025, kemarin,” terang Yusuf.

Modul pembelajaran yang disusun bersama tim dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) saat ini sedang dalam proses kurasi. Setelah modul selesai, para guru akan mengikuti pelatihan khusus untuk memahami teknik pengajaran dan penggunaan modul tersebut.

Dengan persiapan menyeluruh, Dispendik berharap program ini mampu melestarikan Bahasa Jawa Krama Inggil di kalangan generasi muda Surabaya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

10 Menit Standing Applause untuk Papermoon Puppet Theatre dari Yogya yang Mengguncang Jerman

25 Juni 2026 - 15:02 WIB

Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Risang: Korban Janji Pulang Sabtu 20 Juni 2026

25 Juni 2026 - 09:10 WIB

Sudah Tiga Orang Meninggal Saat Mengikuti Larsarmil Calon Manajer KDMP di Tiga Lokasi Berbeda

25 Juni 2026 - 08:35 WIB

Menelisik Akar Terorisme (25): Sepak Terjang Templar dan Freemanson

24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Sopir Mengantuk, Truk Muatan Pakan Ayam Tabrak Pembatas Jembatan

24 Juni 2026 - 19:55 WIB

Dua Peserta Latsarmil KDMP Meninggal Dunia, Akibat Heat Stroke dan Cardiac Arrest

24 Juni 2026 - 19:21 WIB

Sekretaris PRKP Bangkalan Ditemukan Tewas dalam Mobil Terparkir di Bandara Juanda

24 Juni 2026 - 18:14 WIB

Massa Karyawan PT SGS Demo Lagi: PHK 1.000 Karyawan, tapi Rekrutmen Karyawan Baru!

23 Juni 2026 - 20:04 WIB

Teror di Balik Pintu Yupita Alami Siksaan 1.095 Hari, Poliri Ringkus Taufik Hidayat DPO 23 Hari di Cibiru Bandung

23 Juni 2026 - 14:34 WIB

Trending di News