Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Demis Hassabis: AI Berdampak 10 X Lebih Hebat dari Revolusi Industri!

badge-check


					CEO Google DeepMind, Demis Hassabis memrediksi bahwa revolusi yang dibawa oleh AI akan jauh lebih besar dan lebih cepat dibandingkan Revolusi Industri. Foto: techcrunch.com Perbesar

CEO Google DeepMind, Demis Hassabis memrediksi bahwa revolusi yang dibawa oleh AI akan jauh lebih besar dan lebih cepat dibandingkan Revolusi Industri. Foto: techcrunch.com

Penulis: Jacobus E. Lato   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, AMERIKA- CEO Google DeepMind, Demis Hassabis memrediksi bahwa revolusi yang dibawa oleh AI akan jauh lebih besar dan lebih cepat dibandingkan Revolusi Industri.

Ia memperkirakan dampak AI akan menjadi sekitar 10 kali lebih besar dan terjadi 10 kali lebih cepat daripada Revolusi Industri, yang berlangsung sekitar 100 tahun, sehingga perubahan besar akibat AI akan terjadi dalam waktu sekitar 10 tahun.

Dengan demikian, secara gabungan impact dan kecepatannya, AI diperkirakan akan memiliki pengaruh sekitar 100 kali dibandingkan Revolusi Industri.

Hassabis menjelaskan bahwa Revolusi Industri mengubah dunia dengan mengotomatisasi tenaga fisik manusia, sementara revolusi AI fokus pada peningkatan dan bahkan penggantian kemampuan berpikir manusia melalui mesin.

Ia optimistis  revolusi ini akan memicu periode produktivitas luar biasa dan kelimpahan yang radikal meskipun menyebabkan beberapa pekerjaan tergantikan oleh automasi. Namun, ia juga percaya akan muncul banyak pekerjaan baru yang sangat bernilai yang belum bisa kita bayangkan saat ini.

Di samping itu, Hassabis memperkirakan bahwa dalam 5-10 tahun ke depan, kecerdasan buatan tingkat yang setara dengan kecerdasan manusia (Artificial General Intelligence/AGI) akan mulai terwujud, mengindikasikan percepatan eksponensial dalam pengembangan teknologi AI.

Singkatnya, CEO DeepMind melihat AI sebagai revolusi teknologi terbesar yang bakal terjadi dengan skala dan kecepatan jauh melebihi Revolusi Industri, yang menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang sangat besar dalam waktu singkat.

Prediksi Demis Hassabis bahwa AI akan membawa revolusi 10x lebih besar dan lebih cepat dari Revolusi Industri memiliki implikasi besar terhadap strategi bisnis Anda. Berikut beberapa cara prediksi ini dapat memengaruhi strategi bisnis Anda:
  • Adaptasi dan adopsi teknologi AI secara cepat: Mengingat perubahan akan sangat cepat dan besar, bisnis perlu segera mengintegrasikan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, automasi proses, dan pengambilan keputusan berbasis data. Eksperimen dan penggunaan alat AI terbaru sangat dianjurkan untuk tetap kompetitif.

  • Inovasi produk dan layanan: AI membuka peluang inovasi baru yang sebelumnya tidak mungkin, misalnya personalisasi produk, layanan otomatis, hingga pengembangan produk canggih berbasis AI. Strategi bisnis harus fokus pada pemanfaatan AI untuk menciptakan nilai tambah dan keunggulan kompetitif.

  • Pengembangan SDM yang paham AI dan STEM: Hassabis merekomendasikan agar bisnis memperkuat talenta yang memiliki pemahaman STEM (ilmu komputer, matematika, fisika) dan familiar dengan AI, karena SDM ini akan menjadi kunci sukses di era disrupsi AI.

  • Persiapan reskilling dan perubahan struktur tenaga kerja: Karena AI akan menggantikan beberapa pekerjaan rutin, strategi bisnis harus mulai menyiapkan program pelatihan ulang untuk karyawan agar mampu ikut serta dalam ekosistem kerja baru yang lebih mengandalkan AI.

  • Mengantisipasi tantangan etika dan regulasi: Bisnis harus menyadari tantangan yang muncul seperti privasi data, bias algoritma, dan etika penggunaan AI, sehingga perlu membangun kebijakan internal yang etis dan mematuhi regulasi yang berlaku agar berkelanjutan.

Prediksi Hassabis menuntut bisnis Anda untuk bertransformasi secara cepat dan adaptif dengan AI, memperkuat kapabilitas teknologi dan SDM, serta menjalankan inovasi berkelanjutan sambil mengelola risiko etis dan regulasi. Langkah ini penting agar bisnis tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan besar yang dibawa revolusi AI ini.

Demis Hassabis adalah salah satu pendiri dan CEO Google DeepMind, sebuah perusahaan terkemuka dalam riset kecerdasan buatan (AI) yang berbasis di London.

Ia dikenal sebagai tokoh penting di bidang AI dengan pencapaian besar seperti mengembangkan AlphaGo, program AI pertama yang mengalahkan juara dunia dalam permainan Go, serta AlphaFold, algoritma yang memecahkan tantangan prediksi struktur protein selama 50 tahun dan meraih Penghargaan Nobel Kimia 2024.

Hassabis memiliki latar belakang pendidikan komputer di University of Cambridge dan gelar PhD dalam neuroscience kognitif dari University College London.

Selain itu, sebelum mendirikan DeepMind, ia pernah bekerja di industri game sebagai pengembang dan perancang AI untuk berbagai game populer. Hassabis juga memiliki pengalaman riset di beberapa institusi ternama seperti MIT dan Harvard.

Singkatnya, Demis Hassabis adalah seorang ilmuwan komputer dan entrepreneur AI yang sangat berpengaruh, dengan visi mengembangkan kecerdasan buatan umum (Artificial General Intelligence/AGI) untuk memajukan ilmu pengetahuan dan memberi manfaat luas bagi umat manusia. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Massa Karyawan PT SGS Demo Lagi: PHK 1.000 Karyawan, tapi Rekrutmen Karyawan Baru!

23 Juni 2026 - 20:04 WIB

Teror di Balik Pintu Yupita Alami Siksaan 1.095 Hari, Poliri Ringkus Taufik Hidayat DPO 23 Hari di Cibiru Bandung

23 Juni 2026 - 14:34 WIB

DPRD Gelar Rapat Paripurna Jawaban Bupati tentang APBD Jombang 2025

23 Juni 2026 - 11:53 WIB

Kisah Ari Anggara Terulang di Batam, Viral Ibu Tiri Hobi Aniaya Anaknya Hingga Babak Belur

23 Juni 2026 - 11:52 WIB

Status Tahanan Luar Kejaksaan, Roy Suryo Konferensi Pers: Terima Kasih Presiden Prabowo!

23 Juni 2026 - 10:09 WIB

PJ Bupati Cilacap Aulia Fatma: Dugaan 100 Titik MBG Fiktif

23 Juni 2026 - 09:11 WIB

Menelisik Akar Terorisme (24): Kata Sandi ‘Saya Mengenalmu!’

22 Juni 2026 - 23:39 WIB

Unusa Kembangkan Program Pemulihan Skizofrenia Berbasis Komunitas di Yayasan Al Hafish Sidoarjo

22 Juni 2026 - 22:04 WIB

Pemerintah Kembali Buka Program Magang Untuk 420 Ribu Orang

22 Juni 2026 - 21:36 WIB

Trending di News