Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Bos Cloudflare Ungkap Biang Kerok Layanan Internet Tumbang Berjamaah

badge-check


					Cloudflare tumbang Perbesar

Cloudflare tumbang

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Layanan internet global sempat porak-poranda pada Selasa malam, 18 November 2025, setelah Cloudflare mengalami gangguan besar yang membuat sejumlah platform populer seperti Canva, ChatGPT, Claude, X (Twitter), Perplexity, Spotify, hingga Discord tumbang berjamaah. Insiden ini berlangsung selama beberapa jam dan memicu lonjakan laporan error di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Chief Technology Officer (CTO) Cloudflare, Dane Knecht, akhirnya angkat suara dan mengakui kegagalan internal sebagai penyebab utama insiden tersebut. Dalam pernyataan terbuka di X, Knecht menyampaikan penyesalan mendalam karena Cloudflare telah mengecewakan pelanggan dan publik yang mengandalkan layanan mereka.

“Hari ini kami mengecewakan pelanggan kami dan internet secara lebih luas ketika masalah di jaringan Cloudflare memengaruhi sejumlah besar trafik yang bergantung pada kami. Saya meminta maaf atas dampak yang kami sebabkan,” tulis Knecht.

Knecht menjelaskan bahwa penyebab utama gangguan adalah bug latensi (latent bug) pada salah satu layanan inti yang menangani kemampuan mitigasi bot. Bug tersebut selama ini tidak menunjukkan gejala, tetapi tiba-tiba aktif dan menyebabkan crash setelah Cloudflare melakukan perubahan konfigurasi rutin.

“Singkatnya, bug latensi pada layanan yang mendukung mitigasi bot mulai crash setelah perubahan konfigurasi rutin. Itu memicu degradasi luas pada jaringan kami. Ini bukan serangan,” tegasnya, sekaligus menampik dugaan serangan siber.

Bug ini menyebabkan berbagai layananan berbasis Cloudflare menampilkan error seperti “Please unblock challenges.cloudflare.com to proceed”, error 500, hingga laman tidak bisa dimuat sama sekali.

Cloudflare menyatakan bahwa alur trafik berhasil dipulihkan sekitar pukul 14.30 UTC atau 21.30 WIB. Setelah trafik kembali stabil, tim teknis fokus memulihkan control plane-dashboard dan API yang digunakan pelanggan untuk mengelola layanan Cloudflare.

Knecht menegaskan bahwa perbaikan bersifat menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa. Ia mengakui bahwa skala dampak dan durasi penyelesaian insiden “tidak dapat diterima”.

“Kami berhasil menyelesaikan dampak pada trafik yang mengalir melalui jaringan kami pada sekitar pukul 14:30 UTC, yang menjadi prioritas utama kami. Namun, insiden ini memerlukan pekerjaan tambahan untuk sepenuhnya memulihkan control plane (dashboard kami dan API yang digunakan pelanggan untuk mengonfigurasi Cloudflare). Control plane sekarang sudah sepenuhnya tersedia. Kami terus memantau layanan tersebut dan memastikan semuanya beroperasi penuh,” jelas Knecht.

Dalam halaman status resmi Cloudflare, perusahaan menyebut perbaikan telah diimplementasikan dan insiden dinyatakan selesai. Pemantauan tambahan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada error tersisa.

“Perbaikan telah diterapkan dan kami yakin insiden ini telah teratasi. Kami terus memantau error untuk memastikan semua layanan kembali normal,” demikian pernyataan resmi Cloudflare.

Cloudflare berjanji akan merilis laporan postmortem lengkap dalam beberapa jam setelah insiden. Laporan tersebut akan mencakup rincian teknis penyebab bug, hibauan mitigasi, serta langkah-langkah pencegahan jangka panjang.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional