Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Berhentilah Minum Kopi Setelah Pukul 14.00

badge-check

Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Minum kopi di pagi hari telah terbukti dapat meningkatkan kesehatan otak, mendukung kewaspadaan dan konsentrasi, sehingga memungkinkan kita untuk bekerja lebih efisien dan membuat keputusan yang lebih baik.

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports , para peneliti menemukan bahwa hubungan antara kafein dan emosi positif bergantung pada waktu yang telah berlalu sejak bangun tidur, dan pengaruhnya paling kuat dalam 2,5 jam pertama setelah bangun tidur di pagi hari.

Oleh karena itu, minum kopi sekitar dua jam setelah bangun tidur akan membantu menjaga kewaspadaan untuk bekerja dan menghindari ketergantungan tubuh yang berlebihan pada kafein.

Kafein memiliki waktu paruh sekitar empat hingga enam jam. Ini berarti bahwa dalam waktu sekitar enam jam setelah seseorang mengonsumsi kafein, setidaknya setengah dari kafein tersebut masih berada di dalam tubuh.

Secara spesifik, jika kita minum secangkir kopi yang mengandung 100 mg kafein pada pukul 4 sore, pada pukul 10 malam masih akan ada 50 mg kafein aktif dalam aliran darah kita. Oleh karena itu, sebaiknya berhenti minum kopi setelah pukul 2 siang setiap hari.

Periode dari siang hingga malam adalah saat tubuh perlu secara bertahap mengurangi tingkat rangsangannya sebagai persiapan untuk produksi melatonin (hormon tidur) di malam hari.

Kafein merangsang pelepasan kortisol (hormon stres). Kortisol mengatur metabolisme dan tekanan darah. Kadar kortisol yang tinggi meningkatkan risiko kecemasan, iritabilitas, dan masalah tidur.

Minum kopi saat perut kosong menyebabkan tubuh menyerap kafein lebih cepat dan meningkatkan gejala “keracunan kafein,” seperti detak jantung cepat dan kegelisahan yang dapat berlangsung hingga larut malam.

Dianjurkan untuk mengonsumsi camilan ringan (terutama yang kaya serat atau lemak sehat) sebelum minum kafein untuk memperlambat penyerapannya dan mengurangi risiko efek samping kafein.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sejumlah Pejabat Polres Jombang Bergeser Jabatan

7 Nov 2026 - 19:45 WIB

Sejumlah Pejabat Polres Jombang Bergeser Jabatan

Aktivitas TMMD 130, Serda Fajar Lakukan Komsos dengan Petani dan Peternak Klitih Plandaan

7 Nov 2026 - 16:17 WIB

Aktivitas TMMD 130, Serda Fajar Lakukan Komsos dengan Petani dan Peternak Klitih Plandaan

Menelisik Akar Terorisme (74): Klan Bangkit untuk Ketiga Kalinya

7 Nov 2026 - 15:15 WIB

Menelisik Akar Terorisme (74): Klan Bangkit untuk Ketiga Kalinya

Pasca Putusan MA, Sufmi Dasco: DPR RI Belum Ambil Sikap Hak Angket terhadap Wapres Gibran

7 Nov 2026 - 11:53 WIB

Pasca Putusan MA, Sufmi Dasco: DPR RI Belum Ambil Sikap Hak Angket terhadap Wapres Gibran

Haul ke-128 Ponpes Qomaruddin Gresik Wabup Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Ulama

7 Nov 2026 - 10:16 WIB

Haul ke-128 Ponpes Qomaruddin Gresik Wabup Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Ulama

Pasukan Damkar 20 Ngoro Padamkan Kebakaran 1.200 M2 Lahan Tebu di Buluhrejo Diwek

7 Nov 2026 - 09:18 WIB

Pasukan Damkar 20 Ngoro Padamkan Kebakaran 1.200 M2 Lahan Tebu di Buluhrejo Diwek

Smelting Kembali Raih Penghargaan CSR Award 2026 ADINKES, Atas Dedikasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis

6 Nov 2026 - 13:07 WIB

Smelting Kembali Raih Penghargaan CSR Award 2026 ADINKES, Atas Dedikasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis

Status Siaga III, Semeru Erupsi Semburkan Awan Panas 700 Meter

6 Nov 2026 - 12:00 WIB

Status Siaga III, Semeru Erupsi Semburkan Awan Panas 700 Meter

Dua Gempa 5 dan 5.2 Magnetudo Guncang Bali, BPBD: Belum Ada Laporan Dampak

6 Nov 2026 - 11:37 WIB

Dua Gempa 5 dan 5.2 Magnetudo Guncang Bali, BPBD: Belum Ada Laporan Dampak
Trending di News