Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Berhentilah Minum Kopi Setelah Pukul 14.00

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Minum kopi di pagi hari telah terbukti dapat meningkatkan kesehatan otak, mendukung kewaspadaan dan konsentrasi, sehingga memungkinkan kita untuk bekerja lebih efisien dan membuat keputusan yang lebih baik.

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports , para peneliti menemukan bahwa hubungan antara kafein dan emosi positif bergantung pada waktu yang telah berlalu sejak bangun tidur, dan pengaruhnya paling kuat dalam 2,5 jam pertama setelah bangun tidur di pagi hari.

Oleh karena itu, minum kopi sekitar dua jam setelah bangun tidur akan membantu menjaga kewaspadaan untuk bekerja dan menghindari ketergantungan tubuh yang berlebihan pada kafein.

Kafein memiliki waktu paruh sekitar empat hingga enam jam. Ini berarti bahwa dalam waktu sekitar enam jam setelah seseorang mengonsumsi kafein, setidaknya setengah dari kafein tersebut masih berada di dalam tubuh.

Secara spesifik, jika kita minum secangkir kopi yang mengandung 100 mg kafein pada pukul 4 sore, pada pukul 10 malam masih akan ada 50 mg kafein aktif dalam aliran darah kita. Oleh karena itu, sebaiknya berhenti minum kopi setelah pukul 2 siang setiap hari.

Periode dari siang hingga malam adalah saat tubuh perlu secara bertahap mengurangi tingkat rangsangannya sebagai persiapan untuk produksi melatonin (hormon tidur) di malam hari.

Kafein merangsang pelepasan kortisol (hormon stres). Kortisol mengatur metabolisme dan tekanan darah. Kadar kortisol yang tinggi meningkatkan risiko kecemasan, iritabilitas, dan masalah tidur.

Minum kopi saat perut kosong menyebabkan tubuh menyerap kafein lebih cepat dan meningkatkan gejala “keracunan kafein,” seperti detak jantung cepat dan kegelisahan yang dapat berlangsung hingga larut malam.

Dianjurkan untuk mengonsumsi camilan ringan (terutama yang kaya serat atau lemak sehat) sebelum minum kafein untuk memperlambat penyerapannya dan mengurangi risiko efek samping kafein.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

10 Menit Standing Applause untuk Papermoon Puppet Theatre dari Yogya yang Mengguncang Jerman

25 Juni 2026 - 15:02 WIB

Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Risang: Korban Janji Pulang Sabtu 20 Juni 2026

25 Juni 2026 - 09:10 WIB

Sudah Tiga Orang Meninggal Saat Mengikuti Larsarmil Calon Manajer KDMP di Tiga Lokasi Berbeda

25 Juni 2026 - 08:35 WIB

Menelisik Akar Terorisme (25): Sepak Terjang Templar dan Freemanson

24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Sopir Mengantuk, Truk Muatan Pakan Ayam Tabrak Pembatas Jembatan

24 Juni 2026 - 19:55 WIB

Dua Peserta Latsarmil KDMP Meninggal Dunia, Akibat Heat Stroke dan Cardiac Arrest

24 Juni 2026 - 19:21 WIB

Sekretaris PRKP Bangkalan Ditemukan Tewas dalam Mobil Terparkir di Bandara Juanda

24 Juni 2026 - 18:14 WIB

Massa Karyawan PT SGS Demo Lagi: PHK 1.000 Karyawan, tapi Rekrutmen Karyawan Baru!

23 Juni 2026 - 20:04 WIB

Teror di Balik Pintu Yupita Alami Siksaan 1.095 Hari, Poliri Ringkus Taufik Hidayat DPO 23 Hari di Cibiru Bandung

23 Juni 2026 - 14:34 WIB

Trending di News