Menu

Mode Gelap

Life Style

Bayi Nonuplet Pertama di Dunia yang Selamat Kini Berusia 4 Tahun

badge-check


					Bayi nonuplet bersama orang tuanya Perbesar

Bayi nonuplet bersama orang tuanya

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Sembilan saudara kandung tersebut — empat laki-laki dan lima perempuan — lahir dari pasangan Mali Halima Cissé dan Abdelkader Arby di sebuah pusat perawatan khusus di Maroko pada tanggal 4 Mei 2021, menurut Guinness World Records . Mereka adalah bayi nonuplet pertama yang diketahui — yang berarti sembilan anak yang lahir sekaligus — yang selamat setelah lahir.

Keluarga tersebut berencana untuk merayakan ulang tahun mereka dengan meriah. “Semua anak dalam keadaan sehat, berkat Tuhan,” kata ibu Halima, 29, kepada Guinness.

“Mereka telah tumbuh pesat sejak ulang tahun terakhir mereka dan perubahannya terlihat jelas pada mereka semua,” katanya tentang anak laki-laki Mohammed VI, Oumar, Elhadji dan Bah, serta anak perempuan Kadidia, Fatouma, Hawa, Adama dan Oumou.

Ia menambahkan, “Untuk ulang tahunnya yang ke-4, kami memutuskan untuk merayakannya dengan cara yang megah, seperti yang dilakukan selebriti!”

Foto-foto perayaan dari Guinness menunjukkan anak-anak mengenakan pakaian warna ungu yang serasi, sementara anak-anak perempuan mengenakan manik-manik pelangi di rambut mereka.

Pasangan tersebut, yang dikirim ke Maroko oleh pemerintah Mali selama masa kehamilan untuk mendapatkan perawatan khusus, awalnya mengira mereka akan memiliki tujuh bayi kembar — atau tujuh bayi yang lahir sekaligus. Dua anak tambahan tersebut tidak ditemukan hingga mereka tiba di Maroko.

“Kami mulai dengan tujuh, dan Allah memberkati kami dengan sembilan,” kata ayah Abdelkader kepada Guinness.

Bayi-bayi tersebut dilahirkan melalui operasi caesar pada usia kandungan 30 minggu, dengan berat antara 1,1 dan 2,2 pon. Keluarga tersebut kemudian tinggal di Maroko di sebuah apartemen yang dilengkapi peralatan khusus dengan bantuan perawat selama 19 bulan berikutnya, menurut BBC .

“Mereka semua punya karakter yang berbeda-beda. Ada yang pendiam, ada yang lebih berisik dan banyak menangis. Ada yang ingin selalu digendong. Mereka semua sangat berbeda, dan itu wajar saja,” kata Abdelkader kepada BBC pada tahun 2022 menjelang ulang tahun pertama anak-anak tersebut .

Saat berbicara kepada Associated Press pada tahun 2022, Halima mengatakan bahwa meskipun membesarkan begitu banyak anak “tidak mudah,” ia menganggap mereka sebagai “anugerah,” dan mencatat bahwa keluarganya memberikan bantuan.

“Karena saya berada di Mali, anggota keluarga saya mendukung saya dalam membesarkan anak-anak,” ungkapnya kepada media tersebut.

Selain bayi nonuplet, orang tuanya juga memiliki seorang putri sulung, Souda, berusia 6 tahun.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

Kupeluk Kamu Selamanya, Kisah Keluarga yang Menyentuh dan Menggugah Empati

24 April 2026 - 19:38 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Setelah Membuat Tato, Perempuan Alami Nyeri dan Mata Kanan Kabur

20 April 2026 - 21:12 WIB

no na, Menyatukan Akar Lokal dan Musik Global

19 April 2026 - 20:30 WIB

Jennie Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Tahun 2026

17 April 2026 - 20:31 WIB

Manis yang Terkendali: Rekomendasi Konsumsi Gula Berdasarkan Usia

15 April 2026 - 17:23 WIB

1 Juta Akun TikTok di RI Diblokir, Menkomdigi: Ini Adalah Kemenangan

14 April 2026 - 20:31 WIB

Tantangan Maudy Ayunda Menari Roh Hewan di Film Para Perasuk

12 April 2026 - 20:17 WIB

Trending di Life Style