Menu

Mode Gelap

Life Style

Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Minum Air Saat Musim Panas

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mjulawarman |Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Saat cuaca panas, banyak orang memilih minum air es untuk menghilangkan dahaga. Meski terasa menyegarkan, kebiasaan ini ternyata dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan, terutama bagi ginjal. Ketika suhu lingkungan meningkat, tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat, sehingga kebutuhan hidrasi meningkat. Namun, cara minum yang salah justru bisa menimbulkan masalah.

Salah satu kesalahan umum adalah meneguk air dalam jumlah besar sekaligus setelah beraktivitas di luar ruangan. Menurut India Times, kebiasaan ini dapat menyebabkan kembung dan kelebihan cairan dalam waktu singkat. National Kidney Foundation menegaskan bahwa ginjal memiliki kapasitas terbatas dalam memproses cairan. Jika asupan air berlebihan, kadar natrium dalam darah bisa menurun drastis, memicu hiponatremia dengan gejala mulai dari mual hingga kejang.

Selain itu, konsumsi air es berlebihan setelah terpapar sinar matahari juga tidak disarankan. NDTV menjelaskan bahwa tubuh yang sedang mengalami vasodilatasi termal dapat terganggu oleh masuknya cairan yang terlalu dingin, memicu vasokonstriksi mendadak dan mengganggu sistem peredaran darah. Meski tidak langsung merusak ginjal, kondisi ini memberi tekanan tambahan pada sistem ekskresi.

Kesalahan lain adalah hanya minum ketika merasa haus. Menurut Mayo Clinic, rasa haus merupakan sinyal yang muncul terlambat. Artinya, tubuh sudah mengalami dehidrasi ketika sinyal itu muncul. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, risiko batu ginjal dan infeksi saluran kemih meningkat. Karena itu, minum sedikit demi sedikit secara teratur lebih baik, dan tambahan elektrolit juga penting untuk mencegah ketidakseimbangan cairan.

Kebiasaan menyimpan air kemasan di dalam mobil saat musim panas juga berbahaya. Suhu tinggi dapat memicu pelepasan zat kimia dari plastik ke dalam air. Dr. Nhan Tong Hai dari Taiwan memperingatkan bahwa paparan jangka panjang terhadap zat pengganggu endokrin atau logam berat dari botol plastik berwarna dapat memengaruhi sistem saraf, ginjal, dan tulang.

Selain itu, mengganti air putih dengan minuman manis atau soda juga berisiko. Menurut NIDDK, konsumsi minuman manis secara rutin meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit ginjal kronis. Kadar gula darah tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras, yang pada akhirnya dapat merusak fungsi penyaringan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Panduan Penderita Kolesterol Saat Lebaran Kurban

27 Mei 2026 - 19:17 WIB

Cara Tepat Mengolah Daging Beku Kurban

27 Mei 2026 - 18:53 WIB

Rekomendasi Kopi Lembut untuk Lambung Sensitif

25 Mei 2026 - 20:01 WIB

BPOM Temukan 22 Obat Herbal Ilegal Berisiko Meninggal Mendadak

22 Mei 2026 - 18:54 WIB

Pertarungan Logika Modern vs Tradisi di ‘Dukun Magang’

20 Mei 2026 - 19:48 WIB

Jajanan Tradisional Bangkerok Bertahan di Era Modern

18 Mei 2026 - 20:45 WIB

Diet Yoyo Bisa Menganggu Metabolisme Tubuh

17 Mei 2026 - 19:51 WIB

Pemain Voli Turkiye Ini Cantiknya Kebangetan

16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Manfaat Matcha untuk Kesehatan Tubuh

16 Mei 2026 - 19:19 WIB

Trending di Life Style