Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Minum Air Saat Musim Panas

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mjulawarman |Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Saat cuaca panas, banyak orang memilih minum air es untuk menghilangkan dahaga. Meski terasa menyegarkan, kebiasaan ini ternyata dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan, terutama bagi ginjal. Ketika suhu lingkungan meningkat, tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat, sehingga kebutuhan hidrasi meningkat. Namun, cara minum yang salah justru bisa menimbulkan masalah.

Salah satu kesalahan umum adalah meneguk air dalam jumlah besar sekaligus setelah beraktivitas di luar ruangan. Menurut India Times, kebiasaan ini dapat menyebabkan kembung dan kelebihan cairan dalam waktu singkat. National Kidney Foundation menegaskan bahwa ginjal memiliki kapasitas terbatas dalam memproses cairan. Jika asupan air berlebihan, kadar natrium dalam darah bisa menurun drastis, memicu hiponatremia dengan gejala mulai dari mual hingga kejang.

Selain itu, konsumsi air es berlebihan setelah terpapar sinar matahari juga tidak disarankan. NDTV menjelaskan bahwa tubuh yang sedang mengalami vasodilatasi termal dapat terganggu oleh masuknya cairan yang terlalu dingin, memicu vasokonstriksi mendadak dan mengganggu sistem peredaran darah. Meski tidak langsung merusak ginjal, kondisi ini memberi tekanan tambahan pada sistem ekskresi.

Kesalahan lain adalah hanya minum ketika merasa haus. Menurut Mayo Clinic, rasa haus merupakan sinyal yang muncul terlambat. Artinya, tubuh sudah mengalami dehidrasi ketika sinyal itu muncul. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, risiko batu ginjal dan infeksi saluran kemih meningkat. Karena itu, minum sedikit demi sedikit secara teratur lebih baik, dan tambahan elektrolit juga penting untuk mencegah ketidakseimbangan cairan.

Kebiasaan menyimpan air kemasan di dalam mobil saat musim panas juga berbahaya. Suhu tinggi dapat memicu pelepasan zat kimia dari plastik ke dalam air. Dr. Nhan Tong Hai dari Taiwan memperingatkan bahwa paparan jangka panjang terhadap zat pengganggu endokrin atau logam berat dari botol plastik berwarna dapat memengaruhi sistem saraf, ginjal, dan tulang.

Selain itu, mengganti air putih dengan minuman manis atau soda juga berisiko. Menurut NIDDK, konsumsi minuman manis secara rutin meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit ginjal kronis. Kadar gula darah tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras, yang pada akhirnya dapat merusak fungsi penyaringan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Solar MAMAMOO Jadi Korban Teror Kursi Terbang di Los Angeles

20 September 2026 - 18:10 WIB

Baifern Pimchanok Siap Menghibur di Film Action-Romance Terbaru ‘My Dearest Assassin’

15 September 2026 - 18:07 WIB

Miss Indonesia Audrey Bianca Raih Prestasi di Panggung Dunia

8 September 2026 - 18:59 WIB

Inilah Putri Bungsu, Tercantik dan Pintar Sultan Brunei

2 September 2026 - 19:18 WIB

Mi Goreng, Paling Disuka Konsumen Indonesia

30 Agustus 2026 - 19:19 WIB

KPJ Perdana Kelantan Bangun Gedung Baru 13 Lantai, Siap Menyambut Ledakan Pasien

28 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Modal Miliaran Jadi Triliunan, Intip Kesuksesan Bisnis Skincare Zhang Ziyi

26 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Trending di Life Style