Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Alasan India Serang Pakistan

badge-check


					Alasan India Serang Pakistan Perbesar

Penulis: Jayadi |  Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM,KASHMIR- Pada 7 Mei 2025, India melancarkan serangan udara yang dinamai “Operasi Sindoor” terhadap sembilan lokasi di wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan.

Serangan ini merupakan respons atau pembalasan terhadap serangan teroris pada 22 April di Pahalgam, Kashmir India, yang menewaskan 26 wisatawan, sebagian besar warga Hindu di India.

India menuduh kelompok militan seperti Jaish-e-Mohammed dan Lashkar-e-Taiba berada di balik serangan tersebut dan mengklaim bahwa fasilitas yang diserang digunakan untuk pelatihan dan perencanaan aksi teror.

Pemerintah India menyatakan bahwa serangan tersebut bersifat “terukur dan tidak eskalatif”, dengan menargetkan infrastruktur teroris dan menghindari fasilitas militer Pakistan.

Namun, Pakistan mengecam tindakan tersebut sebagai “tindakan perang” dan melaporkan bahwa serangan itu menyebabkan setidaknya 31 kematian, termasuk warga sipil, serta kerusakan pada dua masjid.

Sebagai tanggapan, Pakistan mengklaim telah menembak jatuh beberapa jet tempur India dan melakukan serangan balasan terhadap markas brigade India. Meskipun demikian, rincian mengenai serangan balasan ini masih belum dikonfirmasi secara independen.

Ketegangan antara kedua negara meningkat, dengan pertukaran tembakan artileri di sepanjang Garis Kontrol (LoC) yang menyebabkan korban jiwa di kedua sisi. Setidaknya 12 warga sipil India dan 5 warga sipil Pakistan dilaporkan tewas akibat bentrokan tersebut.

Komunitas internasional, termasuk PBB, Amerika Serikat, dan China, menyerukan kedua belah pihak untuk menahan diri dan menghindari eskalasi lebih lanjut. Situasi ini menyoroti risiko konflik yang lebih luas antara dua negara bersenjata nuklir dan menekankan perlunya dialog diplomatik untuk meredakan ketegangan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

63 Siswa SMA dan SD di Konawe Keracunan MBG, Korban Dirawat Puskesmas Angata

14 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Trending di News