Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Ada Tambahan 6.000 Janda Baru di Garut, Bupati Minta Agar Generasi Muda Turut Memikirkan

badge-check


					Bupati Gartu, Jawa barat, Abdusy Syakur Amin meminta bantuan generasi muda, khususnya mahasiswa dalam memecahkan persoalan kasus peceraian dan melahirkan janda baru di Garut sekitar 6.000 orang. Foto: gosipgarut.id Perbesar

Bupati Gartu, Jawa barat, Abdusy Syakur Amin meminta bantuan generasi muda, khususnya mahasiswa dalam memecahkan persoalan kasus peceraian dan melahirkan janda baru di Garut sekitar 6.000 orang. Foto: gosipgarut.id

Penulis:  Mayang Kresnaya Mahardhika    |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, GARUT- Bupati Garut, Jawa Barat, Abdusy Syakur Amin menyampaikan bahwa hingga September 2025 terdapat lonjakan kasus perceraian di wilayah Garut dengan jumlah mencapai sekitar 6.000 gugatan.

Angka ini menunjukkan bahwa rata-rata ada lebih dari 20 pasangan yang bercerai setiap hari selama 2025, menandai tingginya tingkat perceraian yang menjadi alarm sosial serius bagi daerah tersebut.

Angka ini munul sejak  September 2025 dalam sebuah pertemuan dengan perwakilan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Garut. Acara tersebut digelar di Ruang Rapat Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, pada hari Selasa, 7 Oktober 2025.

Hingga November 2025, berdasarkan data yang ada dan perhitungan tren dari kasus perceraian tahunan di Garut, diperkirakan total jumlah janda di Garut mencapai lebih dari 18.000 orang.

Angka ini didapat dengan asumsi penambahan sekitar 6.000 janda baru yang berasal dari perceraian sepanjang tahun 2025, ditambah akumulasi janda dari tahun-tahun sebelumnya yang juga sangat tinggi, dengan tren tahunan kasus perceraian mencapai sekitar 6.000 sampai 7.000 kasus per tahun dalam beberapa tahun terakhir.

Misalnya, pada tahun 2024 tercatat sekitar 7.000 kasus perceraian yang menghasilkan janda baru, dan jumlah ini terus bertambah setiap tahun sehingga total janda di Garut sudah puluhan ribu orang jika dijumlahkan kumulatif sampai saat ini.

Dalam pertemuan itu, Bupati Syakur menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan mahasiswa untuk mencari solusi atas persoalan sosial yang serius ini, yang tidak hanya berdampak pada individu tapi juga keluarga dan masyarakat luas.

Bupati Syakur menyoroti bahwa masalah perceraian ini tidak sekadar persoalan privat melainkan mencerminkan persoalan sosial yang kompleks, termasuk lemahnya ketahanan keluarga, tekanan ekonomi, dan pergeseran nilai sosial.

Ia menegaskan bahwa problem ini sudah “membatu” dan tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah saja, melainkan memerlukan komunikasi dan kolaborasi dari berbagai pihak seperti pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Lonjakan kasus perceraian ini menjadi sinyal bahwa ketahanan keluarga di Garut sedang menghadapi ujian berat dan berdampak pada banyak aspek sosial seperti kesejahteraan anak, kondisi ekonomi keluarga, dan masa depan komunitas secara umum.

Bupati meminta generasi muda dan masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi dalam menangani persoalan ini agar laju perceraian dapat ditekan.

Data yang disampaikan oleh Bupati Garut juga menunjukkan tren peningkatan angka perceraian dari tahun-tahun sebelumnya, menegaskan bahwa fenomena ini menciptakan kebutuhan mendesak untuk strategi lintas sektor yang solid guna memperkuat pondasi sosial dan ketahanan keluarga di Garut.​ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pancasila Mengejawantahkan Bumi Nurani Manusia

4 Juni 2026 - 13:06 WIB

Presiden Prabowo: Jangan Ada yang Ganggu Proses Hukum terhadap Pimpinan BGN

4 Juni 2026 - 11:43 WIB

Pelantikan APINDO Jombang: Sinergi Pemkab dan Pengusaha Genjot Investasi & Perluas Lapangan Kerja

4 Juni 2026 - 10:55 WIB

Ketua DPK APINDO Jombang, Drs Fathurahman mengibarkan pataka APINDO, saat pelantikan di pendopo Pemkab Jombang, Kamis, 4 Juni 2026. Foto: ist

12 Jam Diperiksa, Kejaksaan Agung Langsung Menahan Dadan, Lodewyk dan Sony

3 Juni 2026 - 20:13 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Dekati Rp100 Ribu per Kg, Berikut Rincian Pangan Lainnya

3 Juni 2026 - 19:46 WIB

3 Warga Jombang Tewas Tersengat Listrik di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Duka Rp 50 Juta/ Orang

3 Juni 2026 - 16:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (12): Teror Suci dan Perang Agama Prancis

3 Juni 2026 - 13:15 WIB

Detik-detik Tim Kejaksaan Agung Menjemput Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya

3 Juni 2026 - 12:39 WIB

Kejaksaan Geledah Kantor BGN, Beberapa Jam setelah Dadan Hindayana Dicopot

3 Juni 2026 - 11:37 WIB

Trending di News