Penulis: Abdullah Nur Ubaed | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, GRESIK – Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyatakan senang sekaligus bangga, karena pembangunan jaringan gas (Jargas) bumi untuk rumah tangga di Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik, telah rampung 100 persen dan kini tinggal menunggu pengoperasian.
“Secara nasional, pembangunan Jargas 2025-2026 ditargetkan mencapai 119.379 sambungan rumah di 15 kabupaten/kota. Untuk Gresik, jaringan yang dibangun mencapai 7.363 SR, (sambungan rumah),” ujar Dudung.
Kehadiran Dudung didampingi didampingi Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, mengecek kesiapan Jargas di Desa Domas Kecamatan Menganti, Jumat, q8 September 2026.
Menurut Dudung, peninjauan tersebut merupakan bagian dari pengawalan program prioritas nasional. Khususnya dalam mendorong kemandirian energi, dan mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.
Ia sebut sejumlah persyaratan yang sebelumnya menjadi bagian dari proses menuju pengoperasian telah diselesaikan, termasuk persetujuan lingkungan dan rekomendasi teknis.
Dudung mendorong percepatan penetapan badan usaha pengelola, perizinan niaga gas, kepastian alokasi gas, serta penyiapan tarif yang terjangkau.
“Pembangunan adalah separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan jaringan ini melayani masyarakat setiap hari,” ujarnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, atas dukungan program sambungan Jargas gratis bagi masyarakat Menganti.
Jaringan tersebut mencakup 7.363 SR yang tersebar di enam desa, yaitu Desa Domas, Bringkang, Boteng, Putatlor, Gadingwatu, dan Desa Sidojangkung.
Program tersebut memang diusulkan Pemkab Gresik, karena kebutuhan energi masyarakat dan aktivitas UMKM di wilayah tersebut cukup besar.
“Kita mengusulkan ini karena ingin menghemat biaya masyarakat. Penggunaan LPG tabung dikonversi menjadi gas alam yang tarifnya lebih murah,” ujar Bupati Yani.
Kecamatan Menganti, kata Bupati Yani, memiliki banyak UMKM yang membutuhkan energi untuk produksi. Seperti usaha kecambah di Desa Hulaan, pemotongan ayam di Desa Mboro, hingga industri logam d.Desai Laban.
“UMKM. sangat membutuhkan gas untuk kegiatan produksi, karena dinilai lebih efektif dan lebih murah,” katanya.
Bupati berharap Jargas segera disosialisasikan secara jelas kepada masyarakat, dan selanjutnya dioperasikan dengan tarif yang terjangkau.
Disisi lain, Pemkab Gresik juga mendorong, agar pengembangan jaringan dapat dilanjutkan ke desa-desa lainnya.
“Dua atau tiga tahun lalu kita membangun di Kecamatan Cerme, sekarang bergeser ke Menganti. Mudah-mudahan kita bisa mengajukan lagi untuk desa dan kecamatan yang lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan Pemkab Gresik telah diberikan sejak proses pembangunan, termasuk perizinan karena jaringan melintasi jalan kabupaten, dukungan sarana prasarana, serta sosialisasi bersama pemerintah desa.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Jargas Kementerian ESDM Agung Kuswandono mengapresiasi dukungan Pemkab Gresik dalam pembangunan Jargas, khususnya dalam perizinan dan aspek sosial di masyarakat.
Menurut Agung, Gresik memiliki peluang untuk terus mengembangkan Jargas karena merupakan wilayah penghasil gas dan memenuhi kriteria pengembangan jaringan gas.
“Sangat memungkinkan untuk kita kembangkan lagi. Selain dukungan pemerintah daerah yang bagus, Gresik ini penghasil gas dan memenuhi kriteria untuk pengembangan Jargas,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemkab Gresik telah mengusulkan perluasan potensi pelanggan Jargas di Kecamatan Menganti hingga 14.823 SR kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi pada Januari 2026.
Sampai saat ini, jaringan gas di Kabupaten Gresik telah mencapai 10.895 SR yang tersebar di Kecamatan Cerme, Gresik Kota, Manyar dan Kecamatan Kebomas.
Arif, salah seorang warga Desa Domas berharap, tarif Jargas tetap terjangkau dan infrastruktur mendapat perawatan secara berkelanjutan.
“Dengan adanya gas ini kita merasa lebih ringan. Harapan warga, harganya tetap murah, bukan hanya di awal tetapi seterusnya,” ujarnya.**
















