Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Menelisik Akar Terorisme (57): Topeng Alis Mata Merah Sang Penyingkir Raja

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Hadi S. Purwanto

KREDONEWS.COM— Pemerintah Cina yang tersentral di ibukota dimulai pada masa pemerintahan Dinasti Han, 200 tahun sebelum kelahiran Yesus Kristus. Kaisarnya berkuasa absolut.

Sebagai Putra Surgawi, ia bertugas memerintah rakyatnya secara adil. Jika dia gagal, maka ada hak suci rakyat untuk melakukan perlawanan.

Sebuah masyarakat bandit rahasia, yang dikenal dari topengnya sebagai Alis Mata Merah berperan menyingkirkan sang raja, ketika perebut kekuasaan Wang Mang mengambil alih tahta kerajaan pada tahun 9 sesudah Masehi.

Mereka menjadi pelopor kelompok perusuh bernuansa mistik lainnya yang terkenal dengan nama Kuda Tembaga dan Shin Besi yang mempercayai pemikiran  Taoisme yang berbeda dari agama resmi Konfusianisme. Sama halnya seperti Gnostisiasme merupakan antagonism, perlawanan dari keadaan Kristianisme di bawah penguasa Byzantium.

Taosime merupakan doktrin subversi suci paling awal yang muncul ke permukaan. Manifesto fatalisme ini bersaing dengan keyakinan-keyakinan ekstrem para pemberontak Islam.

“Jangan lakukan apapun” merupakan dalih, “karena surga melakukan semuanya itu.”

Jadi menjadi pasif itu diizinkan. Tetapi yang juga diizinkan adalah perlawanan penuh terhadap tirani. Tidak ada hukum alam menguasai perilaku manusia, karena Jalan Surga tidak tertarik pada apa yang terjadi di bumi.

Sikap itu nampaknya ditegaskan seorang cendekiawan Cina, Lin Tung-chi, “Seorang penganut Tao murni yang khas menjadikan sikap revolusioner sebagai aturannya. Dia tidak bergaul dengan masyarakat. Karena kebanggaannya sebagai seniman, dia berdiri sendiri tanpa sahabat.”

“Dia ditakdirkan untuk menerawang adamua perang dari satu pihak melawan semua pihak dan melawan apa saja. Kerangka pemikiran yang jauh lebih agung itu mungkin tidak terbayangkan.”

Berpatokan pada filsafat yang sangat radikal ini, Kaisar terakhir Dinasti Lao mengasingkan diri dan para selirnya, hamba-hamba beserta karya-karya seninya ke dalam kapal Viking sembari memaklumkan, ‘Biarlah semua benda ini menderita bersama saya, penguasa terakhir dinasti saya.’

Kutukan Allah (Gotterdammerung) penuh mitos ini merupakan produk filosofi suci yang menolak aturan hukum manusia. Prinsip-prinsipnya bakal berperan dalam bunker terakhir Adolf Hitler.

Masyarakat rahasia lainnya bernama Sorban Kuning (Yellow Turban) muncul memecah belah kekaisaran Han di Cina. Para pemberontakan ini memiliki pemimpin kharismatis, Chang Chueh, yang menaklukkan banyak kawasan Cina utara.

Dia diikuti tiga pemimpin bandit yang menjadi Robin Hood yang abadi menjadi pujaan rakyat. Mereka adalah Kwan Yu, Liu Pei serta Chang Fei, yang ditakdirkan untuk melakukan sumpah darah perlawanan dalam sebuah kebun persik.

Upacara inisiasi ini kemudian menjadi basis legendaris masyarakat rahasia Cina masa datang.

Seiring kemunduran kekaisaran Han, agama Budha justru berkembang pesat pada masa pemerintahan berbagai kerajaan penggantinya.

Karena dieksekusi mati, agama justru mengembangkan masyarakat rahasianya sendiri, khususnya Teratai Putih (White Lotus), yang menentang invasi Mongol dari dinasti Yuan.

Pada abad keempat belas, para pemimpin Teratai Putih (White Lotus) berhasil mengambil alih Cina atas nama dinasti Ming, dalam sebuah kampanye dari desa ke kota. Dinasti ini terus bertahan hidup hingga direbut kembali oleh para penerus Manchu dan Chi’ing. (Bersambung)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tabrakan Lawan KA Ijen Ekspres di Jember, Fortuner Terseret 750 Meter KA Ijen Sopir 22 Tahun Tewas

17 September 2026 - 20:38 WIB

9 Siswa SDN 3 Kampungdalem Kediri Dibawa ke Puskesnas dan RS Gambiran

17 September 2026 - 17:07 WIB

200 Siswa dan Guru SMKN 1 Boyolangu Tulungagung Keracunan MBG

17 September 2026 - 17:03 WIB

77 Siswa dan Guru di Trenggalek Keracunan MBG, Dapur SPPG Disuspend 30 Hari

17 September 2026 - 16:40 WIB

KPK Geledah Kantor Pusat Dirjen ATR/BPN, Ini Daftar 8 Tersangka OTT Bogor

17 September 2026 - 15:36 WIB

Wali Murid Tolak Sumbangan SMAN 1 Jombang, Wibisono: Hapuskan Seluruh Pungutan di Sekolah!

16 September 2026 - 15:05 WIB

Polres Jombang Perkuat Literasi dan Etika Penggunaan AI bagi Pelajar SMA Negeri Jogoroto

16 September 2026 - 13:48 WIB

Respon Keresahan Warga, Polisi Jombang Sita Ratusan Botol Miras 

16 September 2026 - 13:28 WIB

Ratusan Mahasiswa UINSA Aksi Demo Tolak Muzaki Jabat Rektor Periode II

16 September 2026 - 13:24 WIB

Trending di News