Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Ricuh 30 Menit di Muktamar NU, Massa Pakai Kaos Gambar Bakal Calon Terbalik

badge-check


					Sejumlah massa berusaha masuk ruang sidang utama Muktamar ke 35 NU, di Jombang. Minggu, 30 Agustus 2026. Foto: ist
Perbesar

Sejumlah massa berusaha masuk ruang sidang utama Muktamar ke 35 NU, di Jombang. Minggu, 30 Agustus 2026. Foto: ist

Penulis: Arief H. Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG–Kericuhan memang sempat pecah di area pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Minggu, 30 Agustus 2026.

Massa mendobrak pengamanan dan mencoba merangsek masuk ke Gedung Serbaguna (GSG), arena utama sidang pleno.

Kericuhan

Situasi memanas setelah pimpinan sidang dan peserta muktamar menyepakati tata tertib pemilihan Ketua Umum PBNU.

Salah satu poin aturan yang diperdebatkan dengan sengit adalah syarat masa jeda (non-aktif) minimal satu tahun dari partai politik atau jabatan politik bagi calon ketua umum.

Bukan Peserta Muktama

Pihak Humas dan Publikasi Panitia Lokal Muktamar, Muhammad Izzul Islam,  menyatakan bahwa kericuhan dipicu oleh oknum-oknum yang bukan merupakan peserta resmi muktamar.

Massa tersebut terlihat mengenakan atribut atau kaus salah satu bakal calon Ketua Umum PBNU, yaitu Gus Yusuf (KH Yusuf Chudlori), yang dipasang terbalik untuk menyamarkan gambar.

Akibat aksi saling dorong dan ketegangan di depan ruang sidang, jalannya sidang pleno sempat diskors, karena tidak menemui titik temu.

Tim keamanan bertindak cepat dan berhasil memukul mundur massa sampai keluar dari area tenda utama,  setelah ketegangan berlangsung selama sekitar 30 menit.

Pengamanan di sekitar lokasi pun diperketat guna memastikan sisa rangkaian Muktamar tetap berjalan kondusif.

Belum Ada Klarifikasi

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi atau pernyataan resmi langsung dari KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) terkait aksi massa simpatisannya yang merangsek dan menerobos area Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU di Jombang.

Aksi unjuk rasa dan saling jotos tersebut baru saja pecah di depan Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas akibat ketidakpuasan massa terhadap aturan “masa jeda politik” (Perkum NU).

Aturan tersebut mewajibkan eks pejabat partai politik menunggu selama 1 tahun sebelum bisa mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU, yang dinilai menjegal langkah Gus Yusuf, karena dirinya baru mundur dari jabatan Ketua DPW PKB Jawa Tengah pada Februari 2026.

Meskipun belum merilis klarifikasi khusus pasca-kericuhan siang ini, sikap dasar Gus Yusuf mengenai jalannya Muktamar NU dapat dilihat dari beberapa pernyataan sebelumnya.

Gus Yusuf berulang kali menegaskan komitmennya untuk menjadi figur pemersatu dan berharap Muktamar ke-35 NU berlangsung dengan suasana yang “adem, menyatukan, dan harmonis”.

Di sisi lain, Gus Yusuf juga sempat menyampaikan kritik agar tidak ada aturan atau pembatasan ruang kompetisi yang sengaja dibuat untuk mengganjal kader-kader terbaik NU.

Menurutnya, kompetisi harus berjalan sehat sesuai AD/ART asli organisasi.

Situasi di lokasi saat ini masih dinamis, di mana panitia dan petugas keamanan (termasuk Banser) dikerahkan untuk menjaga ketat pintu masuk ruang sidang pleno.

Pernyataan resmi dari Gus Yusuf maupun pihak PBNU kemungkinan baru akan dikeluarkan setelah situasi di arena Muktamar berhasil ditenangkan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kunjungan Pasca Kebakaran, Bupati Warsubi Janjikan Pasar Cukir Bisa Dioperasikan sebelum Idul Fitri 2027

28 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Pemkab Jombang Gelar Upacara Sumpah Pemuda, Ini Daftar Penghargaan Pemuda Berprestasi

28 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Truk Angkut 14 Sapi Tabrak Dua Truk, hingga Terguling di Perak Jombang

28 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kinerja Disdikbud 2026, Wor Windari: Rerata Lama Sekolah di Jombang 9,15 Tahun Lampaui Program Nasional

28 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Meriahkan Operasi Patuh Semeru 2026 Satlantas Polres Gresik Bagikan Cokelat

28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Pemkab Gresik Lakukan Seleksi Sertifikasi BNSP Pelaku Kuliner

28 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Terjaring Operasi Patuh di Lumajang, Pelajar Nekat Terobos Hingga Menabrak Jatuh Wanita Polantas

27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jombang Terjadi Hujan Cukup Deras , Wiko Diaz: Ini Hujan Rekayasa Pemprov Jatim untuk Atasi Karhutla

27 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Perempuan Mati Mendadak Dalam Posisi Tertidur

27 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Trending di News