Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, RIAU— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi atas langkah inovatif Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, Pangdam XIX/ Tuanku Tambusai, dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Hal ini disampaikan Presiden secara langsung dalam rapat terpadu penanganan karhutla yang berlangsung di wilayah Riau, Senin, 24 Agustus 2016.
Preaiden menilai langkah tersebut sebagai terobosan baru yang sangat membantu masyarakat di daerah yang sulit dijangkau.
Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo mengambil inisiatif menyiapkan pasukan khusus penerjun yang terlatih, mampu mendarat langsung tepat di titik api yang berada di tengah hutan lebat, rawa, atau medan terjal yang tak bisa dilalui kendaraan biasa.
Sebuah pendekatan yang sebelumnya jarang diterapkan secara rutin untuk misi pemadaman, dan pertama kali dilakukan.
Metode Operasi
Pengerahan pasukan ini merupakan bagian resmi dari Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) TNI, satuan yang memang disiapkan untuk bergerak cepat di kondisi darurat apa pun.
Agar bisa menjangkau lokasi‑lokasi paling sulit, tim dilengkapi dengan berbagai teknik pendaratan & penyisiran udara:
- Terjun bebas / free‑fall — mendarat langsung dekat sumber api dari ketinggian
- Rappelling & fast‑roping — turun langsung dari helikopter ke kanopi pohon atau tanah tanpa butuh lahan luas
- Paramotor — bergerak menyisir wilayah luas secara hemat & lincah di atas permukaan hutan.
Kombinasi ini memungkinkan pasukan tiba duluan, mengisolasi api sebelum menyebar lebih luas — mengatasi kelemahan utama: akses yang sangat sulit di wilayah Sumatera bagian tengah & Riau.
Respon Presiden
“Langkah ini saya apresiasi sekali — ini adalah inovasi baru, pengerahan pasukan khusus yang benar‑benar bekerja turun langsung membantu masyarakat,” ujar Presiden Prabowo.
Presuden menegaskan kecepatan tiba di lokasi adalah kunci utama menekan luasnya kebakaran, dan cara yang ditemukan oleh Pangdam XIX/ Tuanku Tambusai ini menjawab tantangan medan yang sulit tersebut secara tepat.
Diharapkan model ini tak hanya berlaku di Riau saja — namun dapat menjadi contoh standar yang diterapkan di seluruh pangkalan militer di Indonesia, sehingga setiap kali karhutla atau bencana serupa terjadi, pasukan sudah siap dengan cara kerja yang terbukti
Strategi Pemadaman
Selain terjun pasukan khusus langsung ke titik api, pemerintah & gabungan instansi juga menjalankan strategi menyeluruh yang meliputi:
Tim Darat: Gabungan personel TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah/Nasional, Masyarakat Peduli Api, serta petugas pengelola kawasan hutan — bergerak membuka garis batas api (jalur bakar/sekat), memadamkan sisa‑sisa api di tanah gambut, serta memantau titik‑titik panas yang berpotensi menyala kembali
– Operasi Udara Penuh: Helikopter dilengkapi bak air atau sistem penjatuhan air besar melakukan penyiraman udara berulang‑ulang, terutama di area yang api besar & terlalu berbahaya didatangi manusia dari darat; pesawat udara juga melakukan pembuatan awan buatan / hujan buatan bila kondisi atmosfer memungkinkan — menurunkan suhu & melembapkan wilayah yang kering secara luas
– Pemantauan & Pencegahan: Satelit, kamera pengawas, serta patroli udara & darat berkeliling memantau titik panas sejak dini — mengidentifikasi api kecil sebelum menjadi luas sekaligus menindak tegas pelaku pembakaran lahan secara sengaja. **

















