Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

BPOM Atur Kemasan Pangan, Pengusaha Wajib Pastikan Plastik Aman

badge-check


					Galon isi ulang aman/Ist Perbesar

Galon isi ulang aman/Ist

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM-Badan Pengawas Obat dan Makanan menerbitkan regulasi terbaru terkait standar keamanan kemasan pangan guna memperketat perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia dari risiko paparan bahan kimia berbahaya. Langkah ini diambil sebagai bentuk pembaruan aturan keselamatan produk makanan dan minuman yang bersentuhan langsung dengan wadah atau kemasannya di tingkat konsumen.

Dalam aturan pembaruan ini, pemerintah menetapkan batas ambang migrasi unsur kimia secara lebih ketat untuk berbagai jenis material, mulai dari plastik, kertas, hingga kemasan multilapis. Kebijakan ini mewajibkan seluruh produsen industri pangan serta pelaku usaha di Indonesia untuk menyesuaikan standar produksi kemasan mereka agar tidak melebihi batas migrasi yang berpotensi memicu masalah kesehatan jangka panjang.

Selain pengetatan standar migrasi material umum, fokus perhatian juga diarahkan pada kewajiban pelabelan khusus untuk produk air minum dalam kemasan yang menggunakan plastik berbasis polikarbonat. Produsen diwajibkan menyertakan informasi peringatan konsumen terkait potensi pelepasan senyawa Bisphenol A atau BPA pada kondisi tertentu, seperti saat kemasan terpapar panas tinggi atau gesekan ekstrem secara terus-menerus.

Pihak otoritas pengawas menegaskan bahwa penerbitan regulasi ini berlandaskan pada kajian ilmiah terkini dan standar keselamatan internasional. Pelaku industri diberikan masa transisi secara bertahap untuk menyesuaikan desain label serta standar rantai pasok mereka. Melalui pengetatan aturan kemasan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih terlindungi saat mengonsumsi produk pangan olahan harian, sementara pihak industri memiliki kepastian hukum yang jelas dalam menjaga mutu produknya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menkomdigi: Jika Internet Dipotong, 80 Persen Konektivitas Singapura Lumpuh

28 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Rupiah Rp18.183/US$ Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ini Kata BI

28 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Meriahkan Operasi Patuh Semeru 2026 Satlantas Polres Gresik Bagikan Cokelat

28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Pemkab Gresik Lakukan Seleksi Sertifikasi BNSP Pelaku Kuliner

28 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Catat, Daftar Rute dan Kota Tujuan Mudik Gratis Nataru

27 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Mendadak Menlu Singapura Vivian Balakrishnan, Kunjungi Jakarta

27 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Kemnaker Resmi Buka Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Angkatan II 2026

27 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Gresik Bangkitkan Kembali Jaga Ketertiban Dalam Masyarakat Melalui Aslinmas

27 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Polres Gresik Resmi Gelar Operasi Patuh Semeru 2026

27 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Trending di Nasional