Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Investasi Jatim Semester I/2026 Tembus Rp72,7 Triliun, Hong Kong Rajai PMA

badge-check


					Pelabuhan bongkar muat petikemas di Surabaya (Foto: Dok. TPS) Perbesar

Pelabuhan bongkar muat petikemas di Surabaya (Foto: Dok. TPS)

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM-Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengungkap realisasi investasi di wilayah setempat sepanjang semester I/2026 tercatat menembus Rp72,7 Triliun. Capaian tersebut menempatkan Jatim di posisi ketiga secara nasional, berada di bawah Provinsi DKI Jakarta serta Jawa Barat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jatim Dyah Wahyu Ermawati menjelaskan catatan selama periode Januari hingga Juni 2026 tersebut juga berkontribusi terhadap 7,2% terhadap realiasi investasi secara nasional.

Dari total 87.740 proyek investasi yang terealisasi di Jatim, penanaman modal dalam negeri (PMDN) masih mendominasi dengan pangsa 68,5%, sedangkan penanaman modal asing (PMA) mencatatkan porsi 31,5%.

“Total nilai investasi sektor PMDN secara keseluruhan tercatat sebesar Rp49,8 triliun dengan 76.229 proyek. Sementara PMA sepanjang Januari-Juni 2026 yang terhimpun sebesar Rp22,9 triliun dengan 11.511 proyek,” ungkap Dyah, Senin (24/8/2026).

Selama periode ini, para pemodal asing dari negara-negara di kawasan Asia merajai investasi di wilayah Jatim. Hong Kong tercatat menjadi investor PMA terbesar dengan nilai realisasi mencapai Rp4,73 triliun atau berkontribusi sebesar 20,7%, lalu Jepang sebesar Rp3,16 triliun (13,8%), China sebesar Rp3,06 triliun (13,4%), Singapura senilai Rp3,02 triliun (13,2%), dan Luksemburg sebesar Rp1,62 triliun (7,1%).

“Proyek-proyek strategis global seperti Indonesia Smelting Technology oleh PMA Jepang yang bergerak pada sektor Industri Logam Dasar dan Xinyi Solar Indonesia oleh PMA Hong Kong di sektor Industri Mineral Non-Logam berjalan dengan realisasi modal yang masif di Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Dyah menyebut investasi tersebut juga terbukti mampu berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja lokal. Sepanjang periode tersebut, tercatat sebanyak 135.651 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berhasil terserap di penjuru wilayah Jatim.

Berdasarkan sektornya, Dyah menjelaskan investasi di Jatim selama semester I/2026 tersebut ditunjang sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran dengan realisasi mencapai Rp9,6 triliun atau sebesar 13,2% dari total investasi sepanjang Januari-Juni 2026.

“Selanjutnya, investasi Jatim pada periode ini banyak disumbang oleh Industri Makanan dengan nilai realisasi sebesar Rp8,6 triliun atau mencapai 11,8% dari total keseluruhan nilai investasi semester I/2026, lalu Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi sebesar Rp6,7 triliun atau menyumbang sebesar 9,3%, Industri Kimia dan Farmasi sebesar Rp5,2 triliun atau 7,2%, serta Perdagangan dan Reparasi senilai Rp4,9 triliun atau 6,8%,” papar dia.

Lebih lanjut, Dyah mengatakan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik menjadi dapur penggerak investasi Provinsi Jawa Timur selama semester I/2026, di mana secara masing-masing menyumbang realisasi sebesar Rp19,3 triliun atau berkontribusi sebesar 26,6% serta Rp11,4 triliun atau mencapai 15,7%.

“Dilanjutkan dengan Kabupaten Pasuruan dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp8,1 triliun atau berkontribusi sebesar 11,1%, lalu Kabupaten Sidoarjo Rp7,8 triliun (10,7%), dan Kabupaten Malang Rp3,6 triliun (5,0%),” ucap dia.

Sementara realisasi investasi sektor hilirisasi di Provinsi Jawa Timur sepanjang semester I/2026 tercatat mencapai Rp17,5 triliun yang berperan sebesar 5,8% atas total realisasi hilirisasi nasional yang terhimpun sebesar Rp300,1 triliun oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Pada triwulan II/2026, realisasi investasi hilirisasi di Jatim tercatat sebesar Rp10,5 triliun dengan kontribusi terbesar dari sektor Minerba sebesar Rp4,5 triliun, kemudian disusul sektor Migas Rp3,3 triliun, sektor Perkebunan & Kehutanan sebesar Rp2,3 triliun, serta Kelautan & Perikanan sebesar Rp0,3 triliun.

Dyah menyatakan pihaknya senantiasa berkomitmen penuh untuk meningkatkan pelayanan investasi melalui berbagai inovasi serta digitalisasi. Di antaranya pelayanan perizinan berusaha yang terintegrasi, fasilitasi penyelesaian permasalahan (debottlenecking) bagi proyek eksisting, serta memperkuat promosi investasi pada sektor hilirisasi yang berwawasan lingkungan.

“Dengan pencapaian atas target RPJMD yang telah mendekati angka 50% pada pertengahan tahun ini, melalui sinergitas dan kolaborasi bersama seluruh stakeholder yang terkait, kami optimistis Jawa Timur mampu melampaui target akhir tahun 2026 secara gemilang,” jelasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

GIIAS Surabaya 2026 Siap Digelar, Ini Daftar Pesertanya

24 Agustus 2026 - 19:23 WIB

BPOM Atur Kemasan Pangan, Pengusaha Wajib Pastikan Plastik Aman

24 Agustus 2026 - 19:03 WIB

YLKI Peringatkan Potensi Kerugian Konsumen Akibat Rencana Pembatasan Pertalite

23 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Temuan Uang Palsu di BSD Rp36 M: Kasat Mata Mirip Rupiah Asli

23 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Balik Nama Kendaraan Bekas di Jatim  Bebas Bea

21 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Segini Ancar-ancar Harga Motor Listrik Nasional

21 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Warga RI Simpan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal, Nilainya Tembus Rp 4.460 T

20 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Guru PPPK Bisa Ikut Seleksi PNS, Purbaya Jamin APBN Aman

20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Siap-siap Kuota BBM Subsidi Turun Tajam Tahun 2027, Ini Alasannya

19 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Trending di Nasional