Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Bapanas Usul Bansos Telur dan Daging Ayam Disalurkan Lagi Imbas Harga Anjlok

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan kembali program bantuan pangan berupa telur ayam dan daging ayam karkas. Langkah ini sebagai upaya menjaga harga peternak unggas dengan mengintegrasikan penyerapan melalui program pemerintah.

Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas Sarwo Edhy mengatakan jenis program bantuan pangan telur dan ayam ini pernah dilaksanakan pada 2023 dan 2024. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) di Jakarta pada Rabu (24/6/2026) lalu.

“Jadi, yang harus kita selesaikan agar harga ayam di tingkat produsen, harganya tidak terlalu jauh dibandingkan dengan harga daging ayam di tingkat konsumen. (Namun) saat ini bedanya relatif jauh. Ada usulan bantuan daging ayam dan telur ayam. Ini sangat baik untuk stabilisasi pasokan dan harga daging ayam dan telur ayam. Tahun 2027 (sudah) kita usulkan. Tahun ini mungkin kalau dari Komisi IV DPR RI menghendaki revisi anggaran, maka akan dilaksanakan dalam tahun ini,” kata Sarwo dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026).

Sementara itu, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono mengungkapkan adanya implikasi positif terhadap pelaksanaan bantuan pangan terdahulu. Respons itu datang dari kalangan peternak.

“Jadi, memang pernah yang kita lakukan dulu dengan bantuan pangan stunting. Itu dulu dengan 1,4 juta keluarga penerima atau sekitar 14 ribu ton per bulan, itu sudah cukup bagus menahan harga dan itu diakui oleh para peternak,” tutur Maino.

Sebagai informasi, kala itu Bapanas menugaskan ID FOOD melalui Kementerian BUMN untuk menyalurkan bantuan pangan pengentasan stunting kepada 1,4 juta keluarga berupa 1 kilogram (kg) daging ayam dan 10 butir telur ayam. Alokasi bantuan diberikan untuk 3 bulan.

Dalam pelaksanaan bantuan pangan tersebut pemerintah telah berkolaborasi dengan banyak peternak rakyat mandiri kecil, mikro, dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pada tahun 2024 tercatat telah terlaksana kemitraan dengan total sampai 8.778 peternak yang terdiri dari 6.895 peternak ayam petelur dan 1.883 peternak ayam broiler.

Selain program bantuan pangan, Maino menjelaskan Bapanas juga akan mendorong penyerapan produk unggas melalui pelaksanaan GPM setiap minggunya. Meskipun tingkat serapan GPM tidak begitu besar, namun dengan implementasi secara rutin dapat pula memberikan dampak positif.

“Artinya, pola-pola yang dilakukan meski kecil-kecil, misalnya pasar murah, kita bersama seluruh dinas pangan Indonesia aktif melakukannya. Termasuk Bogor, itu hampir tiap minggu ada. Kabupaten Bogor itu setahun ada 500 kali GPM (Gerakan Pangan Murah) di seluruh kecamatan. Nanti kita dorong supaya bisa mengangkat harga peternak sedikit demi sedikit,” tambah Maino.
SPPG Didorong Serap

Selanjutnya, terkait penyerapan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bapanas juga mendorong pelaksanaan komitmen penyerapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) langsung dari peternak unggas dapat berlaku secara nasional. Dengan begitu, saat MBG mulai aktif sepenuhnya kembali usai libur sekolah di pertengahan Juli mendatang dapat berpengaruh terhadap peternak.

“Kita sudah simulasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah, sudah komitmen dari BGN langsung. Semoga ke depan (bisa) nasional. Tidak hanya Jawa Tengah, Jawa Timur. Begitu nanti SPPG jalan di Juli, serap dengan harga mendekati HAP (Harga Acuan Pembelian). Nah kalau seluruh SPPG se-Indonesia (serentak), pasti keangkat itu, karena (total jumlah) peternak mandiri 10%.

Mudah-mudahan nanti setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, nanti Jawa Barat. Kita kumpulkan dulu, menyamakan persepsi, SPPG ini agar beli langsung dari peternak. (Tapi) harus ada effort dari teman-teman peternak. Jadi jangan SPPG mengikuti peternak, karena SPPG itu tidak mungkin beli ayam hidup. Peternak harus naik kelas,” beber Maino.

Ketua Umum Permindo Kusnan menyatakan sepakat bahwa peternak unggas harus dapat naik kelas dengan tidak hanya menyediakan live bird atau ayam hidup saja. Untuk itu, ia menaruh harapan agar integrasi serapan peternak rakyat mandiri terhadap program pemerintah dapat berjalan, termasuk mendukung rencana pengguliran kembali bantuan pangan telur ayam dan daging ayam di tahun ini.

“Memang peternaknya harus naik kelas jadi tidak hanya live bird saja. Harapannya ini harus terintegrasi oleh program pemerintah yang saat ini sedang direncanakan pemerintah juga. Kondisi saat ini yang perlu diselamatkan adalah peternak yang kondisinya saat sedang tertekan dan untuk berlanjut agak berat,” tutur Kusnan.

Menurutnya, program pemerintah di bantuan pangan dan operasi pasar paling pas dijalankan pada momentum ini.

“(misalnya) yang tadi (bantuan pangan) sudah berjalan 2024, harusnya tahun ini, kondisi saat ini momen-momen yang pas untuk bergerak lagi. Harapannya bisa membantu peternak rakyat,” jelas dia.

Sebagai informasi, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman memastikan telah mengajukan usulan tambahan anggaran untuk tahun 2027 dan memperoleh dukungan dari Komisi IV DPR RI. Ini sudah disampaikan dan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (10/6/2026).Total kebutuhan anggaran sebesar Rp 17,8 triliun, salah satunya termasuk untuk pelaksanaan program bantuan pangan yang membutuhkan pasokan daging ayam sebanyak 5,78 ribu ton dan telur ayam sebanyak 8,67 ribu ton dengan sasaran penerima program sebanyak 1,45 juta.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Unras di Grahadi Berujung Ricuh Malam Ini

26 Juni 2026 - 20:04 WIB

Kemenperin Panggil PT Pakerin Buntut Kabar PHK Massal 2.500 Buruh

25 Juni 2026 - 20:29 WIB

CNG Jadi Pengganti LPG 3 Kg, Mulai Diproduksi Juli

25 Juni 2026 - 20:09 WIB

Pemerintah Sepakat Tetapkan Maksimal 40 Tahun Tenor KPR untuk MBR

25 Juni 2026 - 19:45 WIB

DJP Jatim Sita Aset Senilai Rp24,9 Miliar Milik 158 Penunggak Pajak

24 Juni 2026 - 19:06 WIB

Kuota Internet Tak Bakal Hangus, Telkomsel-XL-Isat Terapkan Skema Ini

23 Juni 2026 - 19:14 WIB

Antrean Panjang di Pelabuhan Ketapang, ASDP Tambah 3 Kapal

23 Juni 2026 - 19:02 WIB

Somasi 3 Kali Tak Digubris, Warga Sukodono Adukan Penyerobotan Tanah ke Polres

23 Juni 2026 - 14:43 WIB

Pemerintah Siapkan Diskon Belanja hingga Stimulus Ekonomi untuk Jaga Daya Beli

22 Juni 2026 - 22:33 WIB

Trending di Nasional