Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Antrean Panjang di Pelabuhan Ketapang, ASDP Tambah 3 Kapal

badge-check


					Antrean mengular di Pelabuhan Ketapang Perbesar

Antrean mengular di Pelabuhan Ketapang

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, BANYUWANGI-PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang memastikan bahwa antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi terjadi akibat meningkatnya volume kendaraan pribadi dan bus selama musim liburan.

Arief Eko Kurniansjah General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang mengatakan, peningkatan jumlah kendaraan mulai terjadi sejak Minggu (21/6/2026). Lonjakan terutama terjadi pada kendaraan wisatawan, seperti bus maupun mobil pribadi.

“Karena sekarang ini lagi musim liburan, sehingga peningkatan volumenya itu untuk kendaraan pribadi dan bus itu 30 persen berbanding dengan hari-hari normal,” ujar Arief ketika on air di Radio Suara Surabaya pada Selasa (23/6/2026).

Untuk mengurai antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, ASDP melakukan penambahan armada kapal yang melayani penyeberangan ke Gilimanuk. Arief menyebut, kondisi normal jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 28 unit.

Namun, karena terjadi peningkatan volume kendaraan, ASDP menambah tiga kapal untuk mempercepat proses pelayanan.

“Jumlah kapalnya juga sudah kami tambah. Normalnya kan 28 kapal. Jadi kami juga melakukan penambahan kapal,” katanya.

Penambahan tersebut dilakukan di sejumlah dermaga. Satu kapal ditambahkan di Dermaga LCM (Landing Craft Machine), satu kapal di Dermaga Bulusan, dan satu kapal lainnya di Dermaga 2 untuk membantu mengurai kendaraan kecil serta bus.

ASDP juga menerapkan pola operasi tertentu, yakni kapal langsung membongkar muatan dan kembali berangkat untuk mempercepat pergerakan kendaraan, khususnya kendaraan logistik.

“Jadi Dermaga LCM dan Bulusan ini untuk logistik. Kemudian dermaga lainnya untuk bus, mobil pribadi, dan truk ukuran sedang seperti truk sayur,” ujar Arief.

Menurutnya, pola pengoperasian kapal juga menyesuaikan kondisi kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Jika kondisi di sisi Gilimanuk ramai, pola pelayanan akan disesuaikan agar antrean tidak semakin panjang.

Arief menjelaskan, kapal tambahan akan tetap dioperasikan selama volume kendaraan masih tinggi. Keputusan penghentian atau pengurangan armada tambahan akan menyesuaikan kondisi lapangan bersama regulator.

“Kami menyesuaikan dan kami komunikasikan dengan teman-teman regulator di BPTD sini. Kami menyesuaikan kondisi lapangan juga. Kalau masih volume masih seperti ini, ya kami pertahankan pola seperti ini. Tapi kalau nanti kondisinya sudah lebih kondusif, nanti kami bisa sesuaikan,” katanya.

Ia memastikan seluruh kapal berukuran besar saat ini telah dikerahkan untuk membantu kelancaran penyeberangan.

Selain peningkatan volume kendaraan, faktor cuaca juga sempat memengaruhi kelancaran operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Arief menyebut, pada Minggu malam mulai pukul 21.00 WIB hingga Senin (22/6/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, kondisi arus laut cukup kuat disertai gelombang yang membuat proses kapal bersandar mengalami kendala.

“Seharusnya bisa sandar 10 menit atau 15 menit, sampai 1 jam tidak bisa sandar. Atau sebaliknya, kapal yang mau keluar dari pelabuhan enggak bisa keluar karena memang kondisi arusnya kencang sekali pada Minggu malam itu,” jelasnya.

Namun, kondisi tersebut berangsur membaik. Hingga Selasa sore, kondisi cuaca dan perairan Ketapang-Gilimanuk masih mendukung operasional penyeberangan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kuota Internet Tak Bakal Hangus, Telkomsel-XL-Isat Terapkan Skema Ini

23 Juni 2026 - 19:14 WIB

Somasi 3 Kali Tak Digubris, Warga Sukodono Adukan Penyerobotan Tanah ke Polres

23 Juni 2026 - 14:43 WIB

Pemerintah Siapkan Diskon Belanja hingga Stimulus Ekonomi untuk Jaga Daya Beli

22 Juni 2026 - 22:33 WIB

IESR Prediksi Pemadaman Listrik di Jawa Masih Berlanjut hingga Tiga Pekan

21 Juni 2026 - 21:52 WIB

Ribuan Pekerja di Mojokerto dan Bandung Terancam PHK

21 Juni 2026 - 21:38 WIB

Menteri PKP Pastikan Tak Ada Kenaikan Bunga KPR Subsidi Meski BI-Rate Naik

19 Juni 2026 - 21:37 WIB

Listrik Sebagian Jawa Padam Lagi, PLN Singgung Kendala Pembangkit

19 Juni 2026 - 21:18 WIB

Diskon Tarif 30% Kereta Ekonomi Berlaku Mulai Besok

19 Juni 2026 - 20:58 WIB

MBG Dihentikan Sementara saat Libur Sekolah

17 Juni 2026 - 20:06 WIB

Trending di Nasional