Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Cadangan Devisa Susut Rp23 Triliun, BI Intervensi Jaga Rupiah

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONKREWS.COM, JAKARTA-Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 tercatat sebesar 144,9 miliar dolar AS (sekitar Rp2.632,16 triliun). Angka itu turun 1,3 miliar dolar AS (sekitar Rp23,61 triliun) dibandingkan posisi akhir April 2026 yang mencapai 146,2 miliar dolar AS (sekitar Rp2.655,77 triliun).

Melansir Antara, Senin (8/6/2026), penurunan cadangan devisa terjadi di tengah kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI.

Meski demikian, penurunan itu sebagian tertahan oleh masuknya devisa dari penerbitan global bond atau surat utang (obligasi) internasional pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.

Ramdan Denny Prakoso Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI menjelaskan, kebijakan stabilisasi nilai tukar dilakukan sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, serta meningkatnya permintaan valuta asing musiman dari dalam negeri.

Secara keseluruhan, BI menilai posisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang kuat. Jumlah cadangan devisa saat ini setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka itu juga jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Ramdan dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia ke depan tetap terjaga, didukung oleh cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing seiring masih positifnya persepsi investor terhadap prospek perekonomian nasional dan daya tarik imbal hasil investasi di Indonesia.

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Ramdan.

Sebagai informasi, cadangan devisa Indonesia terus mengalami penurunan sejak akhir Desember 2025. Dalam lima bulan terakhir, posisi cadangan devisa menyusut sebesar 11,6 miliar dolar AS (sekitar Rp210,72 triliun) atau sekitar 7,4 persen dari posisi akhir Desember 2025 yang mencapai 156,5 miliar dolar AS (sekitar Rp2.842,88 triliun).

Penurunan cadangan devisa itu terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah melemah sekitar 7,7 persen secara point to point (ptp), dari Rp16.748 per dolar AS pada awal Januari 2026, menjadi Rp18.039 per dolar AS pada awal Juni 2026. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

“Demam Ube” Menggila: Filipina Stop Eksport, Peluang Emas Ubi Ungu Indonesia Mendunia

20 September 2026 - 18:28 WIB

Penyeberangan Pelabuhan Jangkar-Celukan Bawang Dioptimalkan

18 September 2026 - 20:39 WIB

Dirjen Pajak Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif PPN

18 September 2026 - 20:07 WIB

DJP Mulai Terapkan Pajak Marketplace per 1 November 2026

17 September 2026 - 16:25 WIB

Layanan Harhubnas 2026 Layanan Trans Jatim Gratis

17 September 2026 - 16:09 WIB

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bulog Diminta Perkuat Pasokan Beras Premium

16 September 2026 - 19:24 WIB

Tuntut UMP Naik 9,5%, Buruh Siapkan Aksi Besar Oktober

16 September 2026 - 19:12 WIB

Menteri UMKM Siapkan Kebijakan Khusus buat Hadapi Aturan Wajib Halal

14 September 2026 - 19:01 WIB

Gempa M 5,2 Malang Tak Begitu Dirasakan Warga, Ini Penyebabnya

14 September 2026 - 18:36 WIB

Trending di Nasional