Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Jual Aset Sitaan KSP Pandawa: Kejati Bandung Tangkap Oknum Jaksa Kejati Banten

badge-check


					Foto dokumen saat Jaksa Ivan Rinaldi SH, MH sedang rapat di kantor Kejaksaan Negeri Depok, Jabar, sebeluum dipindah tugas ke Kejaksaan Tinggi Banten. Foto: Instagram@kejaksaannegeri depok Perbesar

Foto dokumen saat Jaksa Ivan Rinaldi SH, MH sedang rapat di kantor Kejaksaan Negeri Depok, Jabar, sebeluum dipindah tugas ke Kejaksaan Tinggi Banten. Foto: Instagram@kejaksaannegeri depok

Penulis: Mayang K. Mahardhika  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BANDUNG — Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menahan seorang jaksa aktif Kejaksaan Tinggi Banten, Ivan Rinaldi, S.H. M.H.

Dia sebelumnya adalah  Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan di Kejaksaan Negeri Depok.

Setelah itu, ia berpindah ke Kejati Banten dan kini tercatat sebagai Pemeriksa di Bidang Pengawasan Kejati Banten

Ivan terkait dugaan penjualan barang bukti sitaan kasus investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group, yang rugikan nasabah hingga Rp 3,3 triliun.

Penahanan dilakukan pada Minggu, 19 April 2026.  Kasus ini mencuat setelah dugaan penyalahgunaan aset sitaan dalam perkara Pandawa kembali disorot publik.

Ivan Rinaldi disebut telah menjalani proses hukum di Kejati Jawa Barat, sementara Kejati Banten membenarkan bahwa yang bersangkutan adalah jaksa aktif di lingkungannya.

Kejati Banten melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum, Jonathan Suranta Martua mengonfirmasi status Ivan Rinaldi Minggu, 19 April 2026.

Ia menyebut, saat ini tersangks tengah diproses di Kejati Jawa Barat dan sebelumnya pernah bertugas sebagai Kasi Riksa Bidang Pengawasan Kejati Banten.

Kasus yang menyeret namanya berkaitan dengan perkara besar Pandawa Group yang dipimpin Salman Nuryanto.  Perkara itu disebut menyebabkan kerugian masyarakat hingga sekitar Rp3,3 triliun.

Catatan Fakta

Nilai total aset KSP Pandawa yang disebut dalam pemberitaan bukan satu angka pasti untuk barang bukti yang dijual IR, tetapi total aset yang pernah disita dari perkara ini dilaporkan sekitar Rp1,5 triliun.

Sementara itu, total tagihan atau kerugian perkara Pandawa yang sering dikutip media mencapai Rp3,32 triliun atau sekitar Rp3,3 triliun.

Aset disita sekitar Rp1,5 triliun. Tagihan/kerugian korban: sekitar Rp3,32 triliun atau Rp3,3 triliun.

Namun, nilai khusus barang bukti yang diduga dijual IR belum disebutkan secara tegas dalam sumber yang tersedia, sehingga belum bisa dipastikan berapa nilai persis dari aset yang dia jual. **

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kartiyono 12 Tahun di Bapemperda Jombang: Pastikan Perda Sesuai Kebutuhan dan Hidup di Masyarakat!

19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Bakar Lahan 800 M2, Warga Bareng Tangkap Pengamen dan Diikat di Tiang Listrik

19 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (70): KKK Punya 4 Juta Anggota

19 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Kapolres Jombang Pantau Langsung Ketersediaan BBM di SPBU

19 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Kapolres Jombang, AKBP Yanto Mulyanto saat memantau langsung ketersediaan BBM di salah satu SPBU

Jombang Bersarung Empat Hari 19-22 Oktober, Peringati Hari Santri

19 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Empat Suporter PSS Sleman Tewas Kecelakaan di Tol Madiun

19 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Arab Saudi Umumkan Perpanjangan Penutupan Bandara Riyadh

19 Oktober 2026 - 00:09 WIB

Damkar Bergerak Lagi Atasi Kebakaran Usaha Sol Sepatu Karobelah Mojoagung

18 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Parade Ikonic Baskara RCC 2026, Warsubi Target Masuk KEN Pariwisata

18 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Trending di News