Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Pasca Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Letjen Yudi Abrimantyo Serahkan Jabatan sebagai KaBAIS

badge-check


					Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo, mantan Kepala BAIS. Foto: Ist Perbesar

Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo, mantan Kepala BAIS. Foto: Ist

Penulis: Yusran Hakim  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyebut Letjen Yudi Abrimantyo telah menyerahkan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (KaBAIS) TNI.

Hal itu disampaikan Aulia, saat ditanyai perkembangan penyidikan kasus penyiraman air keras Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

“Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ucap Aulia di Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu, 25 maret 2026.

Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, Kapuspen TNI, menyatakan bahwa Letjen TNI Yudi Abrimantyo telah menyerahkan jabatan sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (KaBais) TNI. Hingga saat ini, TNI belum mengumukan siapa pengganti Yudi Abrimantyo.

Ia dipromosikan menjadi Letjen pada Maret 2024 saat ditunjuk sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, naik dari Mayor Jenderal (Mayjen). Pangkat ini disertai kenaikan bintang tiga sesuai Surat Keputusan Panglima TNI.

Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, Kapuspen TNI, menyatakan bahwa Letjen TNI Yudi Abrimantyo telah menyerahkan jabatan sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (KaBais) TNI.

Pernyataan ini disampaikan saat ia ditanya mengenai perkembangan penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, di Jakarta, Rabu 25 Maret 2026.

Serah terima jabatan tersebut dilakukan pada 24-25 Maret 2026 sebagai bentuk pertanggungjawaban TNI atas keterlibatan empat prajurit Bais dalam kasus tersebut.

Mayjen Aulia Dwi Nasrullah: Kapuspen TNI sejak akhir 2025, eks prajurit Kopassus, bertugas menyampaikan update resmi terkait kasus.

Letjen Yudi Abrimantyo: KaBais TNI sejak Maret 2024, lulusan Akmil 1989 dari Kopassus, menyerahkan jabatan akibat kasus ini.

Kasus Penyiraman

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada 12 Maret 2026 di Jakarta Pusat, menyebabkan korban mengalami luka bakar 24% di beberapa bagian tubuh.

Puspom TNI mengidentifikasi empat prajurit Bais TNI berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES sebagai pelaku lapangan yang diserahkan pada 18 Maret 2026.

Penyidikan masih berlangsung untuk mendalami peran mereka dan kemungkinan dalang lebih tinggi.​

Puspom TNI meminta publik menunggu hasil penyidikan lengkap, sementara Polri juga memeriksa saksi terkait. TNI menekankan komitmen pertanggungjawaban organisasi melalui rotasi jabatan strategis.​

Pernyataan ini disampaikan saat ia ditanya mengenai perkembangan penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS.

Serah terima jabatan tersebut dilakukan pada 24-25 Maret 2026 sebagai bentuk pertanggungjawaban TNI atas keterlibatan empat prajurit Bais dalam kasus tersebut.

Latar Belakang Kasus

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada 12 Maret 2026 di Jakarta Pusat, menyebabkan korban mengalami luka bakar 24% di beberapa bagian tubuh.

Puspom TNI mengidentifikasi empat prajurit Bais TNI berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES sebagai pelaku lapangan yang diserahkan pada 18 Maret 2026. Penyidikan masih berlangsung untuk mendalami peran mereka dan kemungkinan dalang lebih tinggi.​

Puspom TNI meminta publik menunggu hasil penyidikan lengkap, sementara Polri juga memeriksa saksi terkait. TNI menekankan komitmen pertanggungjawaban organisasi melalui rotasi jabatan strategis. **​

Sebelumnya, Mabes TNI membenarkan terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie merupakan anggota Bais. Mereka berjumlah empat orang yang berasal dari TNI AU dan AL. Mereka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Andrie disiram saat melintas di Salemba, Jakarta Pusat dengan sepeda motornya, Kamis (12/3). Tiba-tiba, dua orang berboncengan menyiram air keras ke Andrie di malam itu.

Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar 24 persen di sekujur tubuhnya dengan kerusakan paling parah di mata kanan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

103 Siswa Keracunan Usai Konsumsi Makanan MBG di Rejotangan Tulungagung

1 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Wamen Dahnil Ansar: Kartel Haji Itu Fakta, Pelakunya Ada Ustad dan Pemuka Agama

1 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Bus Gunung Harta Ludes Terbakar di Tol Nganjuk, Sopir dan 30 Penumpang Selamat!

1 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Jensen Huang Merevolusi Komputasi dari SaaS Jadi GaaS: Operasi Meningkat 500 Kali Lipat

1 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Viral Dilarang Melintas di Depan Kantor Kapolda Jatim, Hesty: Apa Ada Ranjau atau Intan Disana?

1 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Marak Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Polres Jombang Ungkap 80 Kasus

1 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Nobel untuk Shinya Yamanaka: ER-100 Meremajakan Manusia dari DNA

1 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Kamu Tanya 10-50 Pertanyaan, AI Butuh Minum Segelas Air 500 Ml

31 Juli 2026 - 18:20 WIB

Kata ESDM Soal Penyesuaian Harga Dex Series hingga Pertamax Besok

31 Juli 2026 - 17:24 WIB

Trending di News