Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya di sektor transportasi, dengan menggelar Program Mudik Gratis menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Program ini ditujukan bagi masyarakat Jawa Timur yang merantau di Jakarta dan sekitarnya agar dapat pulang kampung dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya.
Melalui Dinas Perhubungan, Pemprov Jatim menyiapkan sebanyak 58 armada bus untuk mengangkut para pemudik menuju berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Total kuota yang disediakan mencapai 2.230 orang, menjadikan program ini sebagai salah satu upaya nyata pemerintah dalam memfasilitasi kebutuhan transportasi masyarakat selama musim mudik Lebaran.
Pemberangkatan dilakukan secara terpusat dari kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada 18 Maret 2026. Pelaksanaan program ini turut didukung oleh Paguyuban PAWARTA, Badan Penghubung, serta pihak pengelola TMII guna memastikan kelancaran dan ketertiban selama proses keberangkatan hingga para pemudik tiba di tujuan masing-masing.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, yang mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa program mudik gratis ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya para perantau asal Jawa Timur.
Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan kemudahan akses transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi untuk mengurangi beban lalu lintas selama arus mudik. “Kami ingin masyarakat bisa pulang dengan selamat tanpa harus terbebani biaya, sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah tujuan utama dari penyelenggaraan program ini, di antaranya meningkatkan aksesibilitas layanan transportasi publik, menekan angka kemacetan di jalur utama mudik, serta meminimalkan potensi kecelakaan lalu lintas selama periode Angkutan Lebaran.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendukung terciptanya penyelenggaraan transportasi Lebaran yang lebih tertib, aman, dan lancar, sejalan dengan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.
Nyono juga mengimbau kepada seluruh peserta mudik gratis agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan serta menjaga ketertiban selama proses keberangkatan hingga perjalanan berlangsung. Disiplin dan kerja sama dari seluruh peserta dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini.
Dengan adanya program mudik gratis ini, Pemprov Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan berpihak pada masyarakat. Harapannya, para perantau dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman dengan rasa aman dan penuh kebahagiaan.***
Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya di sektor transportasi, dengan menggelar Program Mudik Gratis menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Program ini ditujukan bagi masyarakat Jawa Timur yang merantau di Jakarta dan sekitarnya agar dapat pulang kampung dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya.
Melalui Dinas Perhubungan, Pemprov Jatim menyiapkan sebanyak 58 armada bus untuk mengangkut para pemudik menuju berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Total kuota yang disediakan mencapai 2.230 orang, menjadikan program ini sebagai salah satu upaya nyata pemerintah dalam memfasilitasi kebutuhan transportasi masyarakat selama musim mudik Lebaran.
Pemberangkatan dilakukan secara terpusat dari kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada 18 Maret 2026. Pelaksanaan program ini turut didukung oleh Paguyuban PAWARTA, Badan Penghubung, serta pihak pengelola TMII guna memastikan kelancaran dan ketertiban selama proses keberangkatan hingga para pemudik tiba di tujuan masing-masing.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, yang mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa program mudik gratis ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya para perantau asal Jawa Timur.
Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan kemudahan akses transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi untuk mengurangi beban lalu lintas selama arus mudik. “Kami ingin masyarakat bisa pulang dengan selamat tanpa harus terbebani biaya, sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah tujuan utama dari penyelenggaraan program ini, di antaranya meningkatkan aksesibilitas layanan transportasi publik, menekan angka kemacetan di jalur utama mudik, serta meminimalkan potensi kecelakaan lalu lintas selama periode Angkutan Lebaran.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendukung terciptanya penyelenggaraan transportasi Lebaran yang lebih tertib, aman, dan lancar, sejalan dengan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.
Nyono juga mengimbau kepada seluruh peserta mudik gratis agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan serta menjaga ketertiban selama proses keberangkatan hingga perjalanan berlangsung. Disiplin dan kerja sama dari seluruh peserta dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini.
Dengan adanya program mudik gratis ini, Pemprov Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan berpihak pada masyarakat. Harapannya, para perantau dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman dengan rasa aman dan penuh kebahagiaan.***











