Menu

Mode Gelap

Nasional

Heru Satriyo: Armuji Minta Maaf kepada Madas, Memalukan Arek Surabaya!

badge-check


					 Heru Satriyo, Ketua LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur, mengiritika sikap wakil walikota Surabaya, Dr Armuji yang menaympaikan permintaan maaf saat melakukan perdamaian dengan Ketua Madasa Seadara, M Taufik, Selasa 6 Januari 2026 di kampus Unitomo. Foto: Instagram@jpnn
Perbesar

Heru Satriyo, Ketua LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur, mengiritika sikap wakil walikota Surabaya, Dr Armuji yang menaympaikan permintaan maaf saat melakukan perdamaian dengan Ketua Madasa Seadara, M Taufik, Selasa 6 Januari 2026 di kampus Unitomo. Foto: Instagram@jpnn

Penulis: Sri Muryanto   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWNS.COM, SURABAYA– Heru Satriyo, Ketua LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur, mengkritik keras tindakan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji yang menandatangani surat permohonan maaf terkait insiden dengan ormas.

Pernyataan ini disampaikan pada 8 Januari 2026, menyebut langkah tersebut sebagai preseden buruk yang memalukan dan mencoreng kehormatan Surabaya sebagai Kota Pahlawan.

Insiden bermula dari penandatanganan surat permohonan maaf oleh Armuji pada 6 Januari 2026 di auditorium Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), yang disaksikan rektor sebagai mediator, atas dugaan kerugian terhadap ormas Madas Sedarah.

Tindakan ini memicu polemik publik karena dianggap melemahkan wibawa kepemimpinan kota dan bertentangan dengan karakter arek Suroboyo yang wani (berani).

Heru menekankan bahwa kejadian ini bukan sekadar kesalahan etika, melainkan soal harga diri dan kebanggaan warga Surabaya. Ia memperingatkan potensi kegaduhan sosial lebih luas serta menilai hal itu membuka babak baru perlawanan masyarakat terhadap premanisme berkedok ormas.

Tokoh masyarakat seperti drg. David Andreasmito juga mengecam, menyebut tindakan Armuji sebagai ketidakcermatan yang mencederai perasaan arek Suroboyo. Sebagai respons, tokoh-tokoh ini menginisiasi Apel Siaga Arek Suroboyo WANI di halaman Balai Kota untuk menolak premanisme dan narasi pengkotakan suku.

Wali Kota Surabaya belum secara eksplisit merespons pernyataan Heru Satriyo mengenai insiden permohonan maaf Armuji. Namun, pernyataan Wali Kota terkait rencana mengumpulkan perwakilan suku-suku justru menuai kritik lanjutan dari Heru, yang menganggapnya berpotensi memicu konflik SARA dan memperlebar polemik.

Heru Satriyo berencana menyampaikan nota keberatan resmi kepada Wali Kota Surabaya atas pernyataan publiknya, menuntut sikap lebih hati-hati ke depan untuk menjaga kondusivitas kota.

Kritik ini muncul di tengah aksi Apel Siaga Arek Suroboyo WANI, di mana tokoh masyarakat menolak premanisme berkedok ormas dan narasi pengkotakan suku, menekankan identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan yang bersatu. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tabrak Truk di Leces Probolinggo, Masinis dan Asisten KA Blambangan Ekspress Masuk Rumah Sakit

6 Maret 2026 - 14:51 WIB

Safari Ramadan di Trenggilis, Wali Kota Pastikan Layanan Dasar Tetap Optimal

6 Maret 2026 - 11:49 WIB

21 Santri Pondok Attaubah Diduga Keracunan, Diangkut ke RS Muhhamdiyah Mojoagung Jombang

6 Maret 2026 - 01:49 WIB

Imam Bustomi Serahkan SLF kepada Manajemen RS Bhayangkara Jombang, Begini Persyaratan

5 Maret 2026 - 18:19 WIB

Pemkab Jombang Punya Beban 6.421 Anak Tidak Sekolah, Abdul Majid: Butuh Sinergi

5 Maret 2026 - 17:53 WIB

Bantuan Tunai Lansia dan Yatim: Pemkot Mojokerto Pastikan Tersalurkan Sebelum Idulfitri

5 Maret 2026 - 17:05 WIB

Bapanas Awasi Ketat Harga Daging dan Minyak Goreng di Ramadan 1447 H

5 Maret 2026 - 15:06 WIB

Lebaran 2026: Skema One Way Tol Trans-Jawa Resmi Diberlakukan

5 Maret 2026 - 14:55 WIB

Harga Energi Melonjak, Sektor Perumahan Indonesia Tertekan

5 Maret 2026 - 14:45 WIB

Trending di Nasional