Menu

Mode Gelap

Headline

BILA Award 205 Petrokimia Gresik Raih Penghargaan: Ecosystem Pergudangan dan Kemasan Terbaik

badge-check

Penulis: Sanny     | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, GRESIK- Inovasi Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, Smart Bagging Ecosystem dan Smart Warehouse Ecosystem kembali mendapatkan penghargaan tingkat nasional.

Terbaru, inovasi yang mampu mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi ini mendapatkan penghargaan dalam kategori “Warehouse and Bagging Transformation for Supply Chain Excellence” dalam ajang Bisnis Indonesia Logistics Award (BILA) 2025 di Jakarta.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob,  Senin, 10 November 2025,  menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang kembali diberikan atas inovasi perusahaan di bidang pergudangan dan pengantongan.

Menurutnya, pergudangan dan pengantongan bagi Petrokimia Gresik merupakan bagian yang penting dalam mendukung distribusi pupuk bersubsidi sesuai dengan prinsip 7T (tepat sasaran, jenis, jumlah, harga, waktu, tempat, dan tepat mutu).

“Ini bukan penghargaan pertama diraih inovasi Smart Bagging Ecosystem. Dengan inovasi ini, Petrokimia Gresik mampu menjalankan operasional pergudangan dan pengantongan dengan lebih efektif dan efisien, sehingga tepat dalam memenuhi target-target distribusi pupuk bersubsidi,” ujarnya.

Ia menambahkan, penghargaan ini memotivasi seluruh Insan Petrokimia Gresik untuk tidak pernah lelah dalam berinovasi. Karena setiap terobosan yang dihasilkan akan memberikan dampak langsung pada kemajuan pertanian Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Smart Bagging Ecosystem memiliki fitur-fitur yang modern dalam operasionalnya. Antara lain, Early Warning System (EWS) yang dirancang dengan memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan quality control dalam line pengantongan pupuk.

Sistem ini secara real-time juga mendeteksi kesesuaian kode pada karung pupuk dengan standar quality. Jika terjadi ketidaksesuaian atau kesalahan kode produk, sistem akan memberikan notifikasi kepada operator untuk dilakukan koreksi.

Berikutnya, Smart Bagging Ecosystem juga dilengkapi dengan fitur Smart Stitch Detection yang dirancang untuk memantau kualitas jahitan karung. Sistem yang juga menggunakan teknologi AI ini akan mengirim peringatan kepada operator apabila terjadi ketidaksesuaian jahitan sehingga segera dilakukan tindakan korektif.

Fitur modern selanjutnya adalah Smart Color Fertilizer yang disematkan untuk memantau kualitas dan konsistensi warna pupuk di area pengantongan. Fitur ini menggunakan sensor atau kamera berbasis teknologi image processing untuk memastikan warna pupuk sesuai standar.

Terakhir, fasilitas ini memiliki fitur Smart Bagging System yang merupakan sistem cerdas yang dirancang untuk menstabilkan berat produk pupuk selama proses pengemasan secara real time. Sistem ini bekerja dengan mengumpulkan data dari sensor tekanan dan tegangan, memprediksi potensi penyimpangan berat produk, dan secara otomatis menyesuaikan parameter sensor berdasarkan prediksi tersebut.

Lebih dari itu, Smart Bagging Ecosystem juga dilengkapi dengan teknologi yang mampu mendukung operator, pekerja bongkar muat, dan driver untuk senantiasa disiplin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), yaitu melalui deteksi dan peringatan yang memanfaatkan teknologi AI terhadap kesesuaian penerapan APD. Fitur tersebut antara lain AI Enhanced Monitoring System dan Smart Robo Safety.

Teknologi yang ada di Smart Bagging Ecosystem memudahkan kinerja pengantongan Petrokimia Gresik yang terdiri dari produk pupuk bersubsidi, pupuk nonsubsidi, dan produk nonpupuk.

Adapun Smart Warehouse Ecosystem mendigitalisasi semua proses pergudangan, sehingga operasionalnya lebih efektif dan efisien. Sejumlah aplikasi yang ada di Smart Warehouse Ecosystem antara lain Digital Transport Management System (DTMS), Excellence in Customer Safety and Loyalty (Excello), Customer Centric Excellence (CCE), Warehouse Management System (WMS), Warehouse Maintenance Management System (WMMS), dan Weighbridge Management System (WBMS).

“Pengantongan pergudangan menjadi tahapan yang sangat vital dalam pendistribusian pupuk untuk petani, baik itu pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi. Proses ini menjamin atau menjaga kualitas pupuk bersubsidi hingga di tangan petani,” tandas Daconi.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lahar Dingin Turun dari Gunung Merapi: Tiga Orang Tewas 6 Luka, 12 Truk Hanyut

4 Maret 2026 - 20:49 WIB

Fadia Arafiq Keruk Uang APBD Pekalongan Rp 46 M, Menangkan Proyek untuk PT Miliknya Sendiri

4 Maret 2026 - 19:06 WIB

Pemkot Mojokerto Salurkan Bansos untuk 243 Penyandang Disabilitas

4 Maret 2026 - 18:38 WIB

Wali Kota Mojokerto Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman Jelang Lebaran

4 Maret 2026 - 18:11 WIB

Mudik Motor Gratis Naik Kereta, Begini Cara Ikut Program MOTIS 2026

4 Maret 2026 - 14:44 WIB

48 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Tertahan di Saudi

4 Maret 2026 - 14:26 WIB

BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis, Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia

4 Maret 2026 - 14:07 WIB

35 dari 125 Rudal Iran Lolos Jatuh di Tel Aviv, Iron Dome Israel Terbukti Tidak Sakti

4 Maret 2026 - 12:57 WIB

Kapal Induk USS Gerald Ford Sudah Merapat di Pantai Haifa Israel, Angkut Persenjataan Mutakhir

4 Maret 2026 - 12:38 WIB

Trending di Headline