Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Kejati Papua Menerima Uang Pengembalian Rp 2,2 Miliar dari Dugaan Korupsi Bulog Wamena Rp 37 Miliar

badge-check


					Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Papua, Nixon Nilla Mahuse, S.H., M.H., menjelaskan kasus penanganan korupsi beras cadangan pemerintah (BCP) di wilayah Wamena, yang merugikan negara hingga Rp 37-Rp80 miliar. Foto: Instagram@bulogwamena Perbesar

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Papua, Nixon Nilla Mahuse, S.H., M.H., menjelaskan kasus penanganan korupsi beras cadangan pemerintah (BCP) di wilayah Wamena, yang merugikan negara hingga Rp 37-Rp80 miliar. Foto: Instagram@bulogwamena

Penulis: Eko Wienarto    |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, WAMENA- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menerima pengembalian uang sebesar Rp 2,2 miliar yang diduga berasal dari kasus korupsi Rp 37 miliar dalam lingkungan Bulog Wamena, papua.

Uang ini merupakan sebagian dari penyelidikan terkait dugaan penyimpangan penjualan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Pengembalian tersebut datang dari empat mantan karyawan dan pimpinan Bulog yang juga berstatus saksi, yaitu mantan bendahara, kepala Bulog periode periode sebelumnya, dan mantan pimpinan Bulog Papua.

Meskipun sudah ada pengembalian uang, kerugian negara akibat kasus ini diperkirakan mencapai Rp 37 miliar.

Kejati Papua terus melakukan pemeriksaan saksi dan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kasus ini sampai tuntas dan menetapkan pihak yang bertanggung jawab.

Modus korupsi yang diselidiki berkaitan dengan selisih harga penjualan CBP, yang menyebabkan kerugian negara signifikan. Penetapan tersangka masih menunggu bukti lengkap dari hasil pemeriksaan dan audit investigasi.​

Kejaksaan Tinggi Papua mengungkap kasus dugaan korupsi di Bulog Wamena sejak sekitar Juli 2025, saat melakukan penggeledahan dan penyitaan dokumen penting sebagai bagian dari penyidikan kasus tersebut.
Pengungkapan ini diumumkan dan dijelaskan oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Papua, Nixon Nilla Mahuse, S.H., M.H., yang memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penyidikan, termasuk penerimaan pengembalian uang sebesar Rp 2,2 miliar dan estimasi kerugian negara mencapai Rp 37 miliar.
Nixon Mahuse juga menyatakan bahwa penyidik masih terus melakukan pemeriksaan saksi dan menyiapkan penetapan tersangka setelah bukti lengkap didapatkan. Keterangan ini disampaikan dalam beberapa kesempatan pada paruh kedua tahun 2025, terutama diketahui publik pada bulan November 2025.
Kejaksaan Tinggi Papua mulai tahap penyidikan resmi atas dugaan korupsi penjualan beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog Wamena sejak 16 April 2025.
Penyidikan ini merupakan pengembangan dari penyelidikan yang telah dilakukan sejak tahun 2024 dan terkait kegiatan penjualan beras CBP dalam periode 2020 hingga 2023.
Keterangan ini disampaikan oleh Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Papua, Nixon Nilla Mahuse, S.H., M.H., pada Juli 2025 saat menginformasikan perkembangan penyidikan kepada media.​
Hingga November 2025, Kejaksaan Tinggi Papua belum menetapkan tersangka apapun maupun melakukan penahanan dalam kasus dugaan korupsi di Bulog Wamena.
Penyidik masih terus melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 19 orang yang terdiri dari pegawai Bulog, mitra, dan pejabat terkait, serta menggali bukti-bukti tambahan

Berikut kronologi kasus dugaan korupsi di Bulog Wamena:

  • Pada periode 2020-2023, Kantor Bulog Cabang Pembantu Wamena diduga menjual beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk program stabilitas harga pangan kepada mitra dengan harga di atas harga af gudang yang seharusnya. Harga seharusnya Rp 9.300 per kilogram, namun dijual ke mitra sampai Rp 15.000, lalu dijual kembali dengan harga pasar mencapai Rp 20.000 per kilogram. Praktik ini menyebabkan distorsi harga dan mengganggu stabilitas pasar serta merugikan negara.

  • Penyidikan resmi oleh Kejaksaan Tinggi Papua dimulai pada 16 April 2025, setelah proses penyelidikan sejak tahun 2024. Penyidik melakukan penggeledahan dan penyitaan dokumen, laptop, flash disk, dan data transaksi dari rumah eks staf Bulog Wamena dan pihak terkait.

  • Pada Juli 2025, Kejati Papua menyita uang sebesar Rp 527,6 juta dari mantan Kepala Cabang Pembantu Bulog Wamena sebagai bagian dari pengembalian dari dana hasil dugaan korupsi.

  • Pada November 2025, Kejati Papua menerima pengembalian uang tambahan sebesar Rp 2,2 miliar dari beberapa karyawan dan pimpinan Bulog terkait dugaan penyimpangan penjualan beras.

  • Dalam proses penyidikan, sebanyak 38 saksi termasuk pejabat, staf, mitra Bulog, dan tim pengawas internal diperiksa untuk mengungkap alur korupsi dan pihak yang bertanggung jawab.

  • Kerugian negara sementara akibat kasus ini diperkirakan mencapai Rp 37 hingga Rp 80 miliar, dan penyidikan masih berlanjut untuk menetapkan tersangka.

Pengungkapan ini dilakukan secara terbuka dan penegakan hukum dianggap sangat penting mengingat dampaknya pada kebutuhan pokok masyarakat di Papua.​ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Perluas Investasi, Warsubi Pimpin Forkopimda Jombang Kunjungan ke PT Camino dan Cheil Jedang

13 Juni 2026 - 16:21 WIB

Muktamar Lesbumi NU di Tambakberas Jombang: Tengok Akar Tradisi dan Budaya sebagai Panglima

13 Juni 2026 - 14:20 WIB

Kepala BGN Nanik Deyang: Saya Memang Cupu-nya Presiden

13 Juni 2026 - 13:29 WIB

Andri Mulyono Partner Lodewyk Pusung, Mark Up Rp0,5 Triliun Proyek Motor Listrik BGN

13 Juni 2026 - 12:40 WIB

Kejaksaan Agung menahan Andri Mulyono, Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), terlibat mark up proyek pengadaan motor listrik BGN.

Massa Aksi Mahasiswi UI Bubar Tertib dari Bundaran HI, Lampu Padam Masuk Kelompok Baju Hitam

12 Juni 2026 - 21:59 WIB

Aksi massa mahasiswa U, di Bundaran HI, Jakarta, Jumat 12 Juni 2026

Pelatihan Kripik Pisang dan Tahu Krispi 21 Wanita Warga Plumbon Gambang

12 Juni 2026 - 21:16 WIB

REI: Kenaikan BI Rate Jadi Pukulan Telak bagi Properti Nonsubsidi

12 Juni 2026 - 19:19 WIB

Menelisik Akar Terorisme (16): Black Death Memangsa 50 % Populasi Eropa

12 Juni 2026 - 18:45 WIB

Pemkab Jombang dan BPS Sinergi Sensus Ekonomi 2026: Dilaksanakan 15 Juni – 31 Agustus 2026

12 Juni 2026 - 16:21 WIB

Buoati Jombang, Warsubi memasang tag tanda resmi petugas pelaksana Sensus Ekonomi 2026.
Trending di News