Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Penutupan 13 SD di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya Berlanjut, Akibat PT Bumi Aceh Belum Bayar Tukang

badge-check


					Pekerja bangunan yang mengerjakan renovasi dan rehabilitasi SDN di wilayah Sumba Barat dan Sumba Barat Daya melakukan penutupan gedung sekolah, akibat PT Bumi Aceh Citra Persada belum membayar upah pekerja dan toko pemasok. Foto: Kredonews.com/ Eko Wienarto Perbesar

Pekerja bangunan yang mengerjakan renovasi dan rehabilitasi SDN di wilayah Sumba Barat dan Sumba Barat Daya melakukan penutupan gedung sekolah, akibat PT Bumi Aceh Citra Persada belum membayar upah pekerja dan toko pemasok. Foto: Kredonews.com/ Eko Wienarto

Penulis: Eko Wienarto   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, WEETABULA – Setelah menutup 13 sekolah dasar negeri dan inpres, para tukang bangunan dan pemasok material sepakat berkirim surat kepada Bupati Sumba Barat Daya ditembuskan ke DPRD dan dinas pendidikan serta satuan kerja (Satker) PUPR Provinsi PUPR Provinsi NTT di Kupang.

Demikian penjelasan Alfonsa Loru Koba, mewakili sekitar 100 tukang memberi penjelasan kepada KREDONEWS.COM, Kamis 16 Mei 2025, di Weetebola.

“Kami mengirim surat itu untuk meminta bantuan mempercepat tuntuta kepada PT BACP yang masih utang tertunggak totalnya sebesar Rp.2.239.230.500,” kata Alfonsa menegaskan. Ia memerinci upah tenaga kerja bangunan totalnyaRp Rp.1.859.000.000, sedangkan utang kepada pemasok material sebesar Rp 380.230.500.

Pekerja bangunan memasang spanduk pengumuman melakukan penutupan gedung SDN Mareda Kalada Kecamatan Weweda Timur, kabupaten Sumba Barat, NTT. Akibat pekerja belum dibayar oleh kontraktor PT Bumi Aceh Citra Persada belum membayar tukang dan pemasok material. Foto: Kredonews.com/ Eko Wienarto

Menurut Alfonsa pihak PT Bumi Aceh Citra Persada seharusnya sudah membayar perlunasan itu per September 2024, “Sampai saat ini, sudah hampir delapan bulan, kamu semua belum dibayar,” kata Alfon bersama beberapa temannya yang mengalami kesulitan.

Disebutkan akibat pembayaran dari kontraktor belum terlunasi, maka sekitar 100 tukang lebih mengalami kesulitan ekonomi, “Kami harus pinjam sana-sini, termasuk terbelit pinjol (pinjaman online),” kata mereka.

Sudah tak tahan lagi, saat ini mereka berusaha meminta bantuan kepada pihak provinsi NTT,  pejabata di kabupaten Suymba barat dan Sumba Barat Daya, juga DPRD, PUPR. “Supaya kami para tukang supplier ini segera mendapat hak-hak kami,” kata mereka.

“Apalagi banyak di antara kita yang terlilit hutang karena tidak terbayar,” katanya di Weetabula, 15 Mei 2025.

Satu minggu setelah penutupan 13 SDN dan SD Inpres di Kabupaten Sumba Barat Daya dan dua SDN di kabupaten Sumba Barat, NTT oleh pekerja karena kontraktor utama belum juga menyelesaikan kewajiban pembayarannya sehingga pekerja masih melakukan penutupan atas sekolah tersebut.

Akibat penutupan sejumlah sekolah itu kegiatan belajar siswa terganggu, bahkan gangguan atas proses belajar itu kemungkinan besar berlanjut.

Papan proyek rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana SDN di wilayah Sumba Barat Daya dan Sumba Barat, NTT, senilai Rp 51 miliar lebih mengalami persoalan. Ditutup oleh pekerja dan pemasok material proyek yang ditinggalkan oleh PT Bumi Aceh Citra Persada. Foto: Kredonews.com/ Eko Wienarto

Saat ini, pekerja masih menutup sekolah hingga minggu depan sesuai tenggat yang diberikann oleh kepada I Nengah Suandra, Direktur Cabang PT Bumi Aceh Citra Persada (BCAP) NTT selaku kontraktor dari proyek Rehabiltasi dan Renovasi Prasarana Sekolah NTT 6 APBN 2023/2024 senilai Rp 51 miliar lebih.

“Sesunggunya kami tidak tega dan tidak mau menutup sekolah. Ini kami lakukan semata-mata, kami ini benar-benar sudah habis akal untuk bisa segera mendapatkan hak-hak kami dari PT Bumi Aceh,” kata mereka.

Akibat penutupan tersebut, proses belajar mengajar di 13 sekolah dasar negeri dan inpres itu terganggu, para siswa itu terpaksa harus pindah tempat lain agar bisa tetap belajar di tempat seadanya.

Alfonsa dari perwakilan pekerja dan Mulyadi Dua Awa dari perwakilan supplier material bangunan mengatakan sebenarnya mereka kurang tega menganggu proses belajar siswa, namun keadaan yang memaksa mereka.

Hal lain yang memaksa mereka melakukan hal itu karena PT BCAP tidak memberikan kepastian secara tertulis tentang waktu pembayaran. I Nengah hanya mengatakan bahwa ia akan melunasi kewajibannya setelah menjual asetnya.

Meski begitu, perwakilan yang pembayarannya telah tertunggak beberapa bulan itu masih bersabar dengan memberi tenggat waktu tambahan satu minggu terhitung sejak tanggal 16 hingga 23 Mei 2025.

“Bila hingga minggu depan mereka belum melunasi mereka akan melakukan pengambilan semua material yang telah terpasang di 12 sekolah itu sesuai dengan anggaran yang belum dilunasi oleh PT BACP,” kata mereka. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Teluk Makin Membara, Presiden Trump Tegaskan Siap Serang Iran untuk Jangka Waktu 60 Hari ke Depan

15 Juli 2026 - 01:08 WIB

Analisis Prof Mahfud MD: Skenario Loloskan Jerat Hukum untuk Febrie Adriansyah

15 Juli 2026 - 00:25 WIB

Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Santri, Ahmad Muzakki Ajukan Praperdilan Polres Lombok Timur

14 Juli 2026 - 19:32 WIB

Pengacara Don Ritto Buka Suara: Uang Yang Disita Polisi untuk Bangun Pelabuhan

14 Juli 2026 - 18:11 WIB

Datangi Kejaksaan Agung, Tim Penyidik Polri Serahkan Bukti Dokumentasi Administrasi Kasus Febrie Adriansyah

14 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bupati Warsubi Terima KKN 1.225 Mahasiswa UPN, Acara Digelar di Lokasi TPA Banjardowo

14 Juli 2026 - 12:18 WIB

Bupati Gresik Pulangkan.Puluhan Anak Pekerja Migran di Malaysia

14 Juli 2026 - 10:52 WIB

Gunakan Rudal Jenis Baru, Iran Serang Sasaran Strategis AS di Kuwait, Oman, Bahrain, Arab Saudi dan Yordania

14 Juli 2026 - 10:19 WIB

Babak Baru Kasus Penipuan PPPK Pemkab Gresik, Staf Dinas PMD Jadi Tersangka

14 Juli 2026 - 09:54 WIB

Trending di Nasional