Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Pengelola KFC Rugi Rp 36 Miliar Lebih, Minta Suntikan Dana dari Gelael dan Salim Group Rp 80 Miliar

badge-check


					Orang menilai bisnis satu ini tak ada ruginya, ternyata kuartal I 2025 ini, PT Fast Food Indonesia Tbk sebagai pengelola usaha franchise itu mengalami kerugian hingga Rp 36 miliar lebih. Instagram@kumparancom Perbesar

Orang menilai bisnis satu ini tak ada ruginya, ternyata kuartal I 2025 ini, PT Fast Food Indonesia Tbk sebagai pengelola usaha franchise itu mengalami kerugian hingga Rp 36 miliar lebih. Instagram@kumparancom

Penulis: Tanasyafria L. Tirani   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang lisensi waralaba restoran cepat saji KFC di Indonesia, meminta tambahan modal melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dari dua pemegang saham utaman, yakni keluarga Gelael dan Grup Salim, Kamis, 15 mEI 2025.

Langkah ini diambil karena FAST mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp36,77 miliar pada kuartal I 2025, meskipun pendapatan bersihnya naik tipis 1,81% menjadi Rp1,19 triliun.

Dengan tambahan modal ini, manajemen berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan bisnis di masa mendatang.

Rencana private placement ini akan diajukan persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 16 Mei 2025 dan pelaksanaan paling lambat pada 20 Juni 2025

Aksi private placement ini bertujuan untuk memperbaiki struktur keuangan perusahaan. Emiten dengan kode FAST akan menerbitkan hingga 533.333.334 saham baru pada harga pelaksanaan Rp 150 per saham. Total dana segar yang ditargetkan mencapai Rp 80 miliar (nilai penuh) yang telah disepakati.⁠

Dana hasil penerbitan saham tersebut akan digunakan untuk keperluan modal kerja, dengan rincian Rp 52 miliar untuk pembelian persediaan dan pembayaran kewajiban lancar, serta Rp 28 miliar untuk biaya operasional efisiensi karyawan.⁠

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen FAST menyatakan langkah ini diambil untuk menambal defisit modal kerja bersih yang saat ini mencatat angka negatif Rp 1,67 miliar, serta menghadapi kondisi keuangan.⁠

Berdasarkan laporan keuangan KFC Indonesia yang diunggah di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), total pendapatan perusahaan turun ke Rp 4,87 triliun pada 2024 dari Rp 5,93 triliun pada tahun sebelumnya.⁠ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Teluk Makin Membara, Presiden Trump Tegaskan Siap Serang Iran untuk Jangka Waktu 60 Hari ke Depan

15 Juli 2026 - 01:08 WIB

Analisis Prof Mahfud MD: Skenario Loloskan Jerat Hukum untuk Febrie Adriansyah

15 Juli 2026 - 00:25 WIB

Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Santri, Ahmad Muzakki Ajukan Praperdilan Polres Lombok Timur

14 Juli 2026 - 19:32 WIB

Pengacara Don Ritto Buka Suara: Uang Yang Disita Polisi untuk Bangun Pelabuhan

14 Juli 2026 - 18:11 WIB

Datangi Kejaksaan Agung, Tim Penyidik Polri Serahkan Bukti Dokumentasi Administrasi Kasus Febrie Adriansyah

14 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bupati Warsubi Terima KKN 1.225 Mahasiswa UPN, Acara Digelar di Lokasi TPA Banjardowo

14 Juli 2026 - 12:18 WIB

Bupati Gresik Pulangkan.Puluhan Anak Pekerja Migran di Malaysia

14 Juli 2026 - 10:52 WIB

Gunakan Rudal Jenis Baru, Iran Serang Sasaran Strategis AS di Kuwait, Oman, Bahrain, Arab Saudi dan Yordania

14 Juli 2026 - 10:19 WIB

Babak Baru Kasus Penipuan PPPK Pemkab Gresik, Staf Dinas PMD Jadi Tersangka

14 Juli 2026 - 09:54 WIB

Trending di Nasional