Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Rifat Sungkar: Ban Serep Tidak Boleh Dipakai Terus-Terusan, Ini Alasannya

badge-check


					Rifat Sungkar: Ban Serep Tidak Boleh Dipakai Terus-Terusan, Ini Alasannya Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Pereli internasional asal Indonesia, Rifat Helmy Sungkar, mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan ban serep secara terus-menerus. Melalui unggahan video di media sosialnya pada 9 Mei 2025, Rifat menjelaskan bahwa penggunaan ban serep memiliki batasan dan risiko tersendiri.

Menurut Rifat, ada tiga jenis kondisi terkait ban serep. Pertama adalah mobil yang tidak memiliki ban serep sama sekali. Umumnya, mobil jenis ini menggunakan ban RFT (Run Flat Tire). “Ban RFT itu dindingnya keras, jadi walau kempis, mobil masih bisa jalan sampai titik tertentu,” jelas Rifat. Meski begitu, pengguna tetap disarankan segera mengganti ban tersebut setelah menempuh jarak tertentu. Biasanya, mobil dengan ban RFT dilengkapi dengan repair kit, sehingga pemilik mobil perlu memahami cara penggunaannya.

Jenis kedua adalah ban serep berukuran kecil. Ban ini, menurut Rifat, hanya diperuntukkan untuk penggunaan sementara. “Biasanya ada batas kecepatan pada bannya, bisa 40, 50, atau 60 km/jam tergantung jenisnya,” ujarnya. Ban jenis ini sebaiknya hanya digunakan hingga pengemudi mencapai bengkel atau lokasi tujuan.

Jenis ketiga, yang kerap menimbulkan kesalahan persepsi, adalah ban serep yang memiliki ukuran dan bentuk sama seperti ban utama. Rifat menegaskan bahwa walaupun tampak identik, ban serep yang lama tidak digunakan bisa mengalami penurunan kualitas. “Selama nganggur, ban itu kena panas, dingin, oksidasi. Jadi walaupun kelihatannya baru, strukturnya bisa saja tidak sempurna,” katanya.

Ia menyarankan agar pengemudi segera memeriksa kondisi ban serep ke toko ban setelah digunakan, termasuk tekanan angin dan struktur bannya. “Kalau enggak, ban ini justru bisa menimbulkan potensi bahaya di waktu mendatang,” tegasnya.

Rifat mengajak masyarakat untuk memahami jenis dan fungsi ban serep masing-masing, demi keselamatan di jalan.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Makanan Rusak saat Listrik Padam

24 Juni 2026 - 18:44 WIB

Facebook Dipenuhi Video Porno, Cukup Satu Kta Kunci Pencarian

24 Juni 2026 - 18:21 WIB

Presenter Piala Dunia ASAL Italia Ini Sosmednya Dibanjiri Ribuan Like

18 Juni 2026 - 19:47 WIB

Izabel Kovacic akan Panaskan Tribun Piala Dunia

17 Juni 2026 - 18:52 WIB

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Meski Neymar Tak Bermain, Pacarnya Pamer Tubuh Seksi di Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 - 20:01 WIB

Kecantikan Brasil Ciptakan Sensasi di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 - 19:28 WIB

Cara Aman Nikmati Piala Dunia 2026 Tanpa Merusak Kesehatan

12 Juni 2026 - 19:41 WIB

Berapa Honor Shakira di Piala Dunia 2026? Jawabannya Mengejutkan

12 Juni 2026 - 18:58 WIB

Trending di Life Style