Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Warga Silo Jember Tewas di Tempat, akibat Menabrak Patung Minak Jinggo-Dayun di Cluring Banyuwangi

badge-check


					Patung Menakjinggo-Dayun di pertigaan Cluring, Banyuwangi berantakan akibat ditabrak oleh sebuah Avanza yang dikemudian oleh  I Gusti Agung Abdurrahman, 57, warga Silo Jember, meninggal dunia di tempat, Sabtu 29 Desember 2024. Foto: wanipedes.id Perbesar

Patung Menakjinggo-Dayun di pertigaan Cluring, Banyuwangi berantakan akibat ditabrak oleh sebuah Avanza yang dikemudian oleh I Gusti Agung Abdurrahman, 57, warga Silo Jember, meninggal dunia di tempat, Sabtu 29 Desember 2024. Foto: wanipedes.id

Penulis: Yoli Andi Purnomo  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BANYUWANGI– I Gusti Agung Abdurrahman, 57,  berasal dari kecamatan Silo, kabupaten Jember menabrak patung Minak Jinggo di simpang tiga  jalan utama Cluring, Banyuwangi,  29 Desember 2024.

Akibat benturan keras, I Gusti Agung dilaporkan meninggal di tempat kejadian mobil Toyota Avanza yang dikemudikan ringsek, parah di bagian mesinnya. Sedangkan pantung ikon Banyuwangi Menak Jinggo dan Dayung’ ambrol. Bahkan patung Dayung pun ambruk di jalan.

Kapolsek Cluring, AKP Abdul Rohman,  saat dikonfrimasi wartawan mengatakan bahwa mobil Avanza yang menabrak patung Minak Jinggo, karena melaju kencang dalam kondisi  jalan menikung tajam.

Dia menambahkan mobil tersebut melaju dari arah timur menuju barat, sebelum pengemudi kehilangan kendali dan menabrak patung, yang mengakibatkan sopir mengalami luka parah dan meninggal di lokasi kejadian. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini.

Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Iptu Heru Slamet Hariyanto, patung Minak Jinggo mengalami kerusakan parah, bahkan ambruk akibat benturan keras dari kendaraan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara di area tersebut, terutama di jalur yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan.

Kejadian ini menambah catatan kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut, dan pihak berwenang sedang menyelidiki lebih lanjut untuk menentukan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap insiden ini

Kecelakaan tragis terjadi di Banyuwangi, di mana sebuah mobil Toyota Avanza menabrak patung Minak Jinggo, mengakibatkan sopir kendaraan tersebut meninggal di lokasi kejadian. Kecelakaan ini dilaporkan terjadi pada tanggal 29 Desember 2024, di persimpangan jalan Cluring, Banyuwangi

Patung Minak Jinggo dan Dayun di Banyuwangi dibuat oleh warga sekitar sebagai upaya untuk mengangkat sejarah dan budaya lokal. Pembuatan patung ini dimulai pada awal Agustus 2024.
Warga di kelurahan Mangunharjo, Cluring,  secara swadaya berinisiatif menghias lingkungan sekitar dengan berbagai ornamen, termasuk mendirikan patung Minak Jinggo di sipang tiga, untuk memperingati kemerdekaan Republik Indonesia dan mempercantik kawasan tersebut.
Patung Minak Jinggo di Banyuwangi memiliki latar belakang sejarah yang kaya dan menarik, terkait dengan kisah tokoh legendaris dari Kerajaan Blambangan. Minak Jinggo dikenal sebagai Jaka Umbaran, seorang pahlawan yang muncul dalam konteks persaingan antara kerajaan Blambangan dan kerajaan Majapahit.

Ia diangkat menjadi adipati baru di Blambangan setelah berhasil mengalahkan Kebo Marcuet, yang dianggap sebagai ancaman oleh Ratu Kencana Wungu dari Majapahit.Untuk menaklukkan Kebo Marcuet, Ratu Kencana Wungu mengadakan sayembara. Jaka Umbaran berhasil memenangkan sayembara tersebut dan mendapatkan gelar Minak Jinggo, namun hubungan antara keduanya menjadi rumit ketika Ratu Kencana Wungu tidak memenuhi janjinya untuk menikah dengan Jaka Umbaran

Dalam beberapa versi cerita, Minak Jinggo digambarkan sebagai sosok yang kuat namun tragis. Ia terlibat dalam konflik dengan Damarwulan, pahlawan Majapahit yang akhirnya mengalahkannya. Minak Jinggo tewas dalam pertempuran tersebut, dan kepalanya dipenggal sebagai syarat bagi Damarwulan untuk menikahi Kencono Wungu.

Patung Minak Jinggo dibangun oleh warga sekitar sebagai simbol untuk mengangkat kembali sejarah lokal dan memperkenalkan budaya Blambangan kepada generasi muda. Patung ini menjadi ikon penting yang menggambarkan warisan sejarah dan perjuangan masyarakat Banyuwang. Dengan demikian, patung Minak Jinggo bukan hanya sekadar monumen, tetapi juga merupakan pengingat akan sejarah yang kaya dan kompleks dari daerah tersebut. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wanita Bidan Ditemukan Tewas di Saluran Air Situbondo, Pelaku Suami yang Cemburu Buta

7 Juni 2026 - 17:51 WIB

Video Viral Juragan Truk Ikat dan Pukuli Sopir Pakai Kayu, Polisi Menahan Keduanya

7 Juni 2026 - 15:56 WIB

Menelisik Akar Terorisme (13): Teror Bermotif Agama Bergejolak di Prancis

6 Juni 2026 - 19:42 WIB

Kuasa Hukum Dua Rekanan Kirim Surat ke Perumda Delta Tirta Harus Bayar Tagihan Rp 1,4 Miliar Sesuai Perintah Hakim Kasasi MA

6 Juni 2026 - 18:56 WIB

Dewan Bahas Ranperda Miras, Kartiyono: Oplosan Sudah Sangat Berbahaya!

5 Juni 2026 - 20:14 WIB

Perkara Dihentikan, Nama Baik Dr Yudi Utomo Imarjoko Dipulihkan

5 Juni 2026 - 16:05 WIB

Pangdam Mayjen Rudi Saladin ke Mojowarno, Tinjau Lahan 86 Ha untuk Markas Batalyon TP

5 Juni 2026 - 08:30 WIB

Kandang Ayam Seharga Rp 2 Miliar Ludes Terbakar di Peterongan Jombang

4 Juni 2026 - 22:04 WIB

Semua SPBU Wajib Campur BBM dengan Etanol 5% Mulai Semester II Tahun Ini

4 Juni 2026 - 20:30 WIB

Trending di Nasional