Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Viral: Dokter Kandungan Lakukan Pelecehan Raba-raba Organ Lain Saat USG

badge-check


					Diduga melakukan Pelecehan Perbesar

Diduga melakukan Pelecehan

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, GARUT- Dunia medis kembali tercoreng oleh kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang dokter kandungan di Garut, Jawa Barat.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah korban melaporkan tindakan tak pantas yang dilakukan dokter berinisial MSF saat melakukan pemeriksaan USG.

Pemeriksaan yang seharusnya menjadi momen penuh kepercayaan antara pasien dan tenaga medis justru berubah menjadi pengalaman traumatis. Salah satu korban, perempuan berinisial D, mengaku mengalami perlakuan tidak profesional saat konsultasi. Ia merasa ada sentuhan tidak wajar di area sensitif dan bagian tubuh lain yang tidak berkaitan dengan prosedur medis.

Merasa ada yang janggal, D kemudian berkonsultasi dengan bidan. “Dokternya sempat menyentuh bagian yang tak seharusnya dan mengelus area lain yang tak ada hubungannya dengan pemeriksaan kandungan,” ujar D, dalam pernyataan yang beredar luas di media sosial.

Namun dugaan pelecehan tak hanya terjadi di ruang praktik. Berdasarkan unggahan akun Instagram @restunf__, MSF juga disebut kerap menghubungi pasien melalui pesan pribadi dengan nada menggoda dan mengandung unsur seksual. Ia bahkan memberikan komentar tak pantas di media sosial para korban.

Jangan lewatkan yang viral

Baca juga: Viral: Ridwan Kamil Sebut Lisa Sudah Hamil Duluan, Sebut Fitnah Bermotif Ekonomi

Baca juga: Kasus Perkosaan oleh dr Priguna Tidak Bisa Damai, Ini Penjelasannya

Baca juga: Guru Thailand Dihukum 111 Tahun Penjara karena Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Ratusan Anak

Mirisnya, MSF diduga menyamarkan aksinya di balik layanan medis. Ia kerap menawarkan USG 4D gratis sebagai cara mendekati pasien. Salah satu korban menyebut tawaran itu tetap dilayangkan meskipun dirinya sudah menolak. “Sudah nggak mau, tapi dia tetap maksa. Itu kejadian sekitar delapan bulan lalu,” katanya.

Taktik MSF terbilang terencana. Ia menjadwalkan USG gratis di sore hari agar tidak melibatkan bidan pendamping. Hal ini diungkap akun @faanyyn yang menyoroti mengapa tidak ada petugas lain saat pemeriksaan berlangsung. “USG-nya sengaja dijadwalkan sore biar bidan sudah pulang,” tulis akun tersebut.

Sementara itu, seorang dokter gigi bernama drg. Mirza yang mengaku mengenal MSF turut angkat suara. Dalam komentarnya di akun @kegobloganunfaedah, ia mengecam tindakan tersebut dan menegaskan bahwa gerakan tangan MSF dalam rekaman CCTV bukanlah hal yang bisa dibenarkan. “Kalau cuma pemeriksaan, pasien bisa disuruh angkat sendiri bajunya, atau minta bantuan bidan. Ini durasi videonya lama dan kelihatan disengaja,” tegasnya.

Kasus ini menambah daftar panjang pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum tenaga medis, menyusul kasus dr. Priguna Anugerah yang memperkosa tiga pasien perempuan. Kepercayaan pasien terhadap dokter kembali diuji, terutama ketika posisi rentan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Garut dan pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi. Namun, desakan publik agar kasus ini ditangani secara serius terus menguat.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Binhad dan Kuswartono Serahkan Buku kepada Eri Cahyadi: Ir Soekarno Lahir di Ploso Jombang 1 Juni 1902

28 Juni 2026 - 15:13 WIB

LEAF71+Noyron Hasilkan Mesin Jet AI Berkecepatan 28.000/ Jam

28 Juni 2026 - 13:31 WIB

Dr Lee woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Menelisik Akar Terorisme (27): Kaum Illuminati dan Revolusi Prancis

27 Juni 2026 - 16:44 WIB

Juragan Percetakan Tuduh Tiga Pegawai Mencuri, 21 Hari Dirantai dan Minta Tebusan Rp50 Juta

27 Juni 2026 - 16:18 WIB

Belanda Umumkan Kode Merah: Suhu 39°C Bikin Aspal Meleleh dan Dehidrasi

27 Juni 2026 - 15:44 WIB

Wartawan Diundang Keluar, Presiden Prabowo Ingin Berdiskusi dari Hati ke Hati Bersama Rektor dan Dosen

27 Juni 2026 - 14:57 WIB

Pemkot Surabaya Launching Buku: Bung Karno, Arek Surabaya!

27 Juni 2026 - 10:29 WIB

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Trending di News