Menu

Mode Gelap

Life Style

Tumbler: Konsumsi Hijau dan Ilusi Kepedulian

badge-check


					Tumbler sebagai gaya hidup Perbesar

Tumbler sebagai gaya hidup

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Di era ketika gaya hidup hijau jadi tren, kepedulian terhadap bumi sering kali dikaitkan dengan belanja. Tumbler warna pastel, tote bag dengan slogan ramah lingkungan, hingga sedotan stainless yang dibungkus cantik—semuanya seolah menjadi tiket masuk ke komunitas “eco-friendly”.

Genta, seorang pemerhati isu keberlanjutan, melihat fenomena ini dengan kritis. “Mereka membuat kita merasa bahwa cara menunjukkan kepedulian adalah melalui pembelian. Pesannya sederhana, kalau kamu peduli lingkungan, belilah ini,” ujarnya. Kata-kata Genta menohok: kepedulian yang seharusnya lahir dari kesadaran, kini dikemas jadi komoditas.

Kelas menengah, dengan ritme hidup serba cepat, cenderung mencari solusi praktis. Membeli produk hijau terasa lebih mudah dibanding mengubah gaya hidup atau mendorong aksi kolektif. Akibatnya, keberlanjutan sering direduksi menjadi sekadar pilihan konsumsi.

Wika, salah satu konsumen, merasakan dilema ini secara langsung. Ia pernah punya enam tumbler, semua dibeli karena takut ketinggalan tren. “Aku jadi mikir, sebenarnya kalau terus-terusan FOMO ikuti tren, itu enggak bakal ada habisnya,” katanya. Kesadaran itu membuatnya berhenti menambah koleksi. “Sekarang aku nanemin, apa yang sudah punya ya itu dulu. Kalau sudah rusak baru beli lagi.”

Cerita Wika adalah cermin banyak orang: niat baik yang berubah jadi pola konsumsi baru. Padahal, esensi keberlanjutan bukan soal berapa banyak barang hijau yang kita miliki, melainkan bagaimana kita mengubah cara hidup.

Genta menutup refleksinya dengan tegas. “Sejatinya, menyelamatkan lingkungan bukan persoalan membeli produk apa, tetapi mengubah cara kita memproduksi dan mengonsumsi secara menyeluruh.”

Pesan itu sederhana tapi kuat. Bumi tidak butuh kita belanja lebih banyak, bumi butuh kita berpikir ulang: apakah benar kepedulian bisa dibeli, atau justru harus diwujudkan lewat perubahan nyata dalam keseharian.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terbukti Ilmiah, Makan Kimchi Bikin Kekebalan Tubuh Seimbang

7 Desember 2025 - 20:21 WIB

Dearly Djoshua Hapus Foto dan Unfollow Ari Lasso, Netizen Kepo

4 Desember 2025 - 20:47 WIB

Tissa Biani Bersinar di Film Kedua Agak Laen: Menyala Pantiku!

3 Desember 2025 - 20:05 WIB

RSV Jadi Ancaman Serius bagi Lansia, Bisa Dicegah

3 Desember 2025 - 19:22 WIB

Bukan Air Galon, Ini Pemicu Infertilitas pada Wanita

3 Desember 2025 - 13:36 WIB

Influencer Terkenal Mengikuti Sebuah Tantangan dan Mengkonsumsi 10 Ribu Kalori per Hari

2 Desember 2025 - 11:57 WIB

Baru 40 Hari Menikah, Istri Gugat Cerai Suami karena Masalah Sepele

2 Desember 2025 - 09:55 WIB

Viral, Perdebatan Antara Bidan dan Nenek Terkait Kepala Peyang dan Tummy Time

1 Desember 2025 - 19:06 WIB

Perbedaan Usia 25 Tahun Tak Halangi Kemesraan Olla Ramlan dan Tristan Molina

1 Desember 2025 - 12:57 WIB

Trending di Life Style