Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Gula memang memberikan energi instan dan rasa yang menyenangkan, namun konsumsi yang berlebihan merupakan pemicu utama berbagai masalah kesehatan kronis, mulai dari obesitas hingga diabetes tipe 2. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan batas aman konsumsi gula tambahan demi menjaga kesehatan jangka panjang.
Berikut adalah rincian batasan konsumsi gula harian berdasarkan kelompok usia:
1. Anak-Anak (Usia 2–12 Tahun)
Pada fase pertumbuhan, anak-anak sangat rentan terhadap paparan gula berlebih yang biasanya ditemukan dalam susu rasa, jajanan, dan minuman kemasan.
Batas Maksimal: Tidak lebih dari 25 gram atau setara dengan 2 sendok makan per hari.
Catatan Penting: Untuk anak di bawah usia 2 tahun, para pakar kesehatan sangat menyarankan untuk tidak memberikan gula tambahan sama sekali dalam makanan atau minuman mereka guna membentuk pola makan sehat sejak dini.
2. Remaja (Usia 13–18 Tahun)
Masa remaja adalah masa di mana aktivitas fisik meningkat, namun seringkali dibarengi dengan konsumsi minuman kekinian yang tinggi gula (seperti boba, kopi susu, atau minuman bersoda).
Batas Maksimal: Sekitar 25 hingga 30 gram atau maksimal 3 sendok makan per hari.
Risiko: Konsumsi gula berlebih pada usia remaja dapat memicu jerawat parah, gangguan suasana hati (mood swing), serta meningkatkan risiko obesitas sejak usia muda.
3. Dewasa
Bagi orang dewasa, metabolisme tubuh mulai melambat dibandingkan masa remaja, sehingga sisa kalori dari gula lebih mudah disimpan sebagai lemak tubuh.
Batas Maksimal: Kementerian Kesehatan RI menyarankan rumus G4 (Gula 4 sendok makan). Artinya, maksimal 50 gram gula per hari.
Persentase Energi: Idealnya, gula tambahan tidak boleh melebihi 10% dari total energi yang dibutuhkan dalam sehari.***











