Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Trump Klaim Tarif Dagang Hentikan Delapan Konflik Global

badge-check


					US President Donald Trump speaks during an executive order signing ceremony in the Oval Office of the White House in Washington, DC, US, on Tuesday, Feb. 4, 2025. Trump signed two executive orders, one to reimpose pressure on Iran, as well as withdraw the US from the United Nations Relief and Workers Agency (UNRWA) and the United Nations Human Rights Council. Photographer: Shawn Thew/EPA/Bloomberg Perbesar

US President Donald Trump speaks during an executive order signing ceremony in the Oval Office of the White House in Washington, DC, US, on Tuesday, Feb. 4, 2025. Trump signed two executive orders, one to reimpose pressure on Iran, as well as withdraw the US from the United Nations Relief and Workers Agency (UNRWA) and the United Nations Human Rights Council. Photographer: Shawn Thew/EPA/Bloomberg

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, NEWYORK-;Presiden AS Donald Trump menegaskan kebijakan tarif yang ia terapkan berperan menghentikan delapan konflik dunia. Ia menyebut pendekatan itu sebagai instrumen keamanan nasional yang bekerja “cepat dan sangat kuat.”

Di hadapan wartawan di Kennedy Center, Trump berkata: “Saya telah mengakhiri delapan perang, sebagian besar karena perdagangan dan karena tarif.”

Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan proses Mahkamah Agung AS yang tengah meninjau kewenangan presiden dalam menerapkan tarif luas melalui mekanisme darurat nasional.

Meski tidak merinci konflik, pemerintahannya sebelumnya mengklaim peran dalam sejumlah mediasi internasional, seperti Armenia–Azerbaijan, Rwanda, Republik Demokratik Kongo, India–Pakistan, serta gencatan senjata Israel–Hamas. Namun, beberapa negara, termasuk India, membantah klaim tersebut.

Trump menegaskan tarif sebagai alat paling efektif untuk tujuan keamanan nasional. “Jika kita menggunakan jalur tarif lain, itu tidak akan memberikan tingkat keamanan nasional yang sama. Yang ini cepat dan sangat kuat,” ujarnya.

Menanggapi kritik bahwa pendapatan tarif sebaiknya dipakai untuk mengurangi utang nasional, Trump menyebut penerimaan cukup besar untuk menjalankan dua tujuan sekaligus. “Kita akan lakukan. Saya setuju dengan mereka. Tapi saya juga berpikir kita menghasilkan begitu banyak uang dari tarif sehingga kita juga mampu memberikan dividen yang baik kepada masyarakat berpendapatan menengah dan rendah.”

Ia bahkan mengusulkan skema “dividen tarif sebesar 2.000 dolar” bagi mayoritas warga Amerika. Namun, Menteri Keuangan Scott Bessent mengingatkan dividen bisa hadir dalam berbagai bentuk dan tidak selalu berupa pembayaran langsung.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menilai mekanisme tarif yang diuji Mahkamah Agung sebagai metode “jauh lebih langsung, tidak berbelit, dan jauh lebih cepat.” Ia menutup dengan pernyataan: “Kecepatan, kekuatan, dan kepastian selalu menjadi faktor penting untuk menyelesaikan pekerjaan secara tuntas dan membawa kemenangan.” ****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional