Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Tahun 2026 Bisa Jadi Titik Balik Pasar Kripto Indonesia

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Tokocrypto memproyeksikan tahun 2026 sebagai momentum kebangkitan pasar aset kripto di Indonesia setelah industri melewati fase konsolidasi sepanjang 2025.

Dengan tingkat penetrasi yang masih relatif rendah serta fondasi pasar yang semakin matang, ruang pertumbuhan jumlah investor dan nilai transaksi dinilai masih terbuka luas.

CEO Tokocrypto Calvin Kizana menyatakan potensi ekspansi pasar kripto nasional masih sangat besar memasuki 2026. Hingga kini, tingkat penetrasi investor kripto di Indonesia baru berada di kisaran 7% dari total populasi, meskipun secara jumlah absolut Indonesia termasuk salah satu pasar kripto terbesar di dunia.

“Dalam skenario optimistis, jumlah investor kripto nasional berpotensi bertambah sekitar tujuh hingga delapan juta orang sehingga totalnya mendekati 26–27 juta investor,” kata Calvin dilansir dari Antara, Senin (12/1/2026).

“Sementara dalam skenario moderat, penambahan sekitar empat hingga lima juta investor dapat mendorong total investor berada di kisaran 23–24 juta hingga akhir 2026,” tambahnya.

Calvin menambahkan, apabila kondisi pasar global lebih kondusif dan minat terhadap aset berisiko kembali meningkat, laju adopsi kripto di Indonesia berpeluang tumbuh lebih cepat.

Dari sisi aktivitas, kuatnya basis transaksi sepanjang 2025 juga membuka peluang peningkatan nilai transaksi pada tahun berikutnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total nilai transaksi aset kripto di dalam negeri sepanjang 2025 mencapai Rp 482,23 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan capaian 2024 yang tercatat sebesar Rp 650,61 triliun.

“Kami berharap 2026 menjadi momentum pembalikan sehingga nilai transaksi kembali meningkat seiring pasar yang semakin matang dan partisipasi pengguna yang lebih berkualitas,” kata Calvin.

Meski nilai transaksi mengalami koreksi, Tokocrypto menilai kondisi pasar kripto Indonesia sepanjang 2025 justru menunjukkan proses pendewasaan. Aktivitas pasar tidak lagi semata didorong euforia bull market, melainkan bergerak menuju fase konsolidasi dengan likuiditas yang tetap terjaga serta investor yang semakin disiplin dalam mengambil keputusan.

Data OJK juga menunjukkan, hingga November 2025, jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 19,56 juta orang. Jumlah tersebut meningkat 2,5% dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebanyak 19,08 juta investor. Capaian ini mencerminkan pasar yang terus berkembang meski tingkat penetrasinya masih relatif rendah.

“Tahun 2025 bukan soal akselerasi yang meledak-ledak, tetapi tentang kejelasan arah. Pasar kripto Indonesia tetap membesar dan, yang lebih penting, semakin matang. Investor kini lebih selektif, ekosistem semakin tertib, dan regulasi menjadi fondasi yang memperkuat kepercayaan,” ujar Calvin.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

MBG Dihentikan Sementa saat Libur Sekolah

17 Juni 2026 - 20:06 WIB

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Kaigo dan Magang di Jepang

14 Juni 2026 - 20:28 WIB

Harga Anjlok, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta

14 Juni 2026 - 19:45 WIB

REI: Kenaikan BI Rate Jadi Pukulan Telak bagi Properti Nonsubsidi

12 Juni 2026 - 19:19 WIB

ESDM Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Akan Naik

11 Juni 2026 - 19:59 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Beras dan Minyak Kompak Naik

11 Juni 2026 - 19:47 WIB

Trending di Nasional