Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Segera Sedot Uranium dari Air Laut, Cina Punya Metode Ekstraksi 40 Kali Lebih Cepat

badge-check


					Cina bakal tidak akan kekurangan uranium, karena berhasil menciptakan metode ekstrasi uranium dari air laut 40 kali lebih cepat dibanding metode yang ada sekarang. 
Instagram@interestingengineering Perbesar

Cina bakal tidak akan kekurangan uranium, karena berhasil menciptakan metode ekstrasi uranium dari air laut 40 kali lebih cepat dibanding metode yang ada sekarang. Instagram@interestingengineering

Penulis: Yacobus E.Lato  |   Editor:  Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BEIJING- Para peneliti China telah membuat kemajuan yang signifikan dalam ekstraksi uranium dari air laut, mengembangkan teknologi yang meningkatkan efisiensi hingga 40 kali lipat.

Terobosan ini sangat penting karena Tiongkok berupaya memperluas kemampuan energi nuklirnya di tengah meningkatnya permintaan domestik akan uranium.

Para peneliti dari Pusat Sains Perbatasan untuk Isotop Langka Universitas Lanzhou telah menciptakan teknologi yang menggandakan kapasitas adsorpsi uranium.

Inovasi ini meningkatkan efisiensi pemisahan uranium dari vanadium, yang merupakan pesaing berat dalam air laut karena sifat kimianya yang mirip.

Metode baru ini dilaporkan meningkatkan proses ekstraksi secara keseluruhan hingga 40 kali lipat dibandingkan dengan teknik sebelumnya.

Ekstraksi uranium dari air laut dianggap lebih ramah lingkungan daripada metode penambangan tradisional. Dengan lautan yang diperkirakan mengandung sekitar 4,5 miliar ton uranium, metode ini dapat menjadi sumber bahan bakar jangka panjang yang berkelanjutan untuk tenaga nuklir, sehingga mengurangi kekhawatiran akan penipisan uranium di daratan.

Bahan adsorben baru, yang dikembangkan dengan menggunakan natrium alginat dan untaian DNA fungsional, tidak hanya hemat biaya tetapi juga menunjukkan selektivitas tinggi untuk ion uranyl (UO₂²⁺), yang sangat penting untuk ekstraksi uranium. Bahan ini dirancang agar ramah lingkungan dan mudah didaur ulang, sehingga cocok untuk aplikasi skala besar.

Karena Cina telah meningkatkan pembangunan reaktor nuklirnya – saat ini memimpin dunia dengan 27 reaktor yang sedang dibangun – kemampuan untuk mengekstrak uranium dari air laut secara efisien sejalan dengan tujuan energi strategisnya.

Negara ini mengimpor 13.000 ton uranium alam pada tahun 2024 sementara hanya memproduksi sekitar 1.700 ton di dalam negeri, sehingga menyoroti kebutuhan akan sumber alternatif seperti air laut.

Kemajuan ini tidak hanya mendukung ambisi nuklir Tiongkok tetapi juga memposisikannya sebagai pemimpin potensial dalam praktik energi berkelanjutan melalui teknologi ekstraksi sumber daya yang inovatif.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkab Jombang Luncurkan Aplikasi PRIME 169: Pangkas Birokrasi dan Pengawasan

13 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Festival Gambus Misri Muncul di Sumobito setelah 40 Tahun Menghilang

11 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pusoko Jadi Kades Antar Waktu Sumberteguh Kudu

11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Ritual Malam Bakar Obat Nyamuk Nasional, Nilai Pasar Rp7,8 Triliun/ Tahun

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Prakiraan APBD Jombang 2027: Cuma Naik Rp167 Miliar

10 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Harga Naik Terus, Koperasi Unggas Sejahtera Bagikan Gratis 600 Ekor Ayam kepada Warga Batang

10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Diduga Kasus Tanah Kaveling, Polresta Malang Terbitkan Surat DPO terhadap Ipda Wibowo Hari Sucahyo

10 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Mobil Peserta Drag Rage Hilang Kendali, Enam Penonton Tewas Tertabrak 11 Lukaluka di Kotamobagu

9 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Trending di News