Menu

Mode Gelap

News

SAR dan BPD Jombang Berhasil Temukan Jasad Ducha Ismail, Korban Terakhir Longsor Wonosalam

badge-check


					Tim SAR Malagn Raya gabungan dan BPBD Jombang berhasil menemukan jasad Ducha Ismail, 56, korban longsor di Wonosalam, pada pukul 16.00 Jumat, 24 Januari 2025. Instagram@wargajombang Perbesar

Tim SAR Malagn Raya gabungan dan BPBD Jombang berhasil menemukan jasad Ducha Ismail, 56, korban longsor di Wonosalam, pada pukul 16.00 Jumat, 24 Januari 2025. Instagram@wargajombang

Penulis: Adi Wardhono  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Pada hari ini, Jumat, 24 Januari 2025, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban longsor di Wonosalam, Jombang, Jawa Timur.

Operasi pencarian korban longsor di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam Jombang untuk mencari korban terakhir membuahkan hasil, Jumat sore 24 Januair 2025.

Korban yang ditemukan adalah Ducha Ismail,  56 tahun. Ia ditemukan dalam kondisi tewas terjepit di bawah material rumah sekitar pukul 16.00 WIB.

Pencarian Ducha Ismail dilakukan oleh tim yang terdiri dari polisi, TNI, BPBD Jombang, dan Basarnas Unit Malang Raya. Penemuan jasadnya terjadi tepat pada hari ulang tahunnya, yang menambah kesedihan bagi keluarga dan tim pencari.

 Sebelumnya, dua orang lainnya, yaitu Widyawati (42) dan Makruf (13), berhasil selamat dan mendapatkan perawatan medis.

Setelah menemukan jasad Ducha Ismail di lokasi longsor Wonosalam, Koordinator Tim SAR Gabungan Yoni Fariza memberikan pernyataan mengenai proses evakuasi.

Ia menjelaskan bahwa evakuasi korban memakan waktu cukup lama karena jasadnya terjepit di antara reruntuhan kayu bangunan dan perabotan rumahnya.

Yoni menyatakan, “Korban terdorong sekitar 10-15 meter dari rumahnya” dan menekankan tantangan yang dihadapi tim dalam mengakses dan mengevakuasi jasad tersebut

Selain itu,

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang adalah Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas,  menyampaikan bahwa area tanah longsor akan ditutup sementara untuk menjaga keselamatan, mengingat kondisi tanah yang masih labil dan curah hujan yang tinggi.
Ia menegaskan, “Akses jalan juga ditutup dulu agar tidak dilalui masyarakat” untuk mencegah risiko lebih lanjut. Wiku mengucapkan terima kepada seluruh warga tim gabungan dari SAR Malang Raya, BPBD Jombang, Tagana, Polres, Kodim dan warga masyarakat yang telah membantu evakuasi korban.
Kronologi
kronologi kejadian longsor tanah di Wonosalam, Jombang:

  1. Deteksi Potensi Longsor: Sejak tahun lalu, potensi tanah longsor di Dusun Banturejo, Desa Sambirejo, telah terdeteksi. Warga melaporkan adanya retakan dan amblas pada tanah kebun di belakang rumah mereka, yang menunjukkan risiko tinggi terhadap longsor
  2. Hujan Deras: Pada tanggal 22 dan 23 Januari 2025, curah hujan tinggi melanda kawasan tersebut selama dua hari berturut-turut, yang memperburuk kondisi tanah yang sudah tidak stabil
  3. Waktu Kejadian: Longsor terjadi pada Kamis, 23 Januari 2025, sekitar pukul 05.30 WIB. Material tanah dari kebun dengan kontur curam menimbun empat rumah warga di bawahnya
  4. Korban Tertimbun: Dari kejadian tersebut, empat rumah warga tertimbun. Llima orang dilaporkan tertimpa material longsor. Tiga orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan dua orang lainnya, Ducha Ismail (56) dan putrinya Duwi Ayu Wandira Ismail (9) dinyatakan hilang.
  5. Pencarian Korban: Tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk mencari korban yang hilang. Pencarian dilakukan secara manual dan menggunakan alat berat untuk mengakses area terdampak
  6. Penemuan Korban: Pada pukul 11.20 WIB pada hari yang sama, Duwi ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Pencarian Ducha Ismail dilanjutkan hingga keesokan harinya
  7. Evakuasi Ducha Ismail: Pada Jumat, 24 Januari 2025, jasad Ducha Ismail ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB, tepat di hari ulang tahunnya. Ia ditemukan terjepit di antara reruntuhan material rumahnya.
  8. Penutupan Lokasi: Setelah penemuan korban, area longsor ditutup sementara untuk menjaga keselamatan warga dan mencegah akses ke lokasi yang masih berpotensi berbahaya akibat kondisi tanah yang labil. **
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Sejarah Terorisme (1): Ketika Kekerasan Jadi Pilihan Aksi

22 April 2026 - 18:30 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

14 Jam Rudy Mas’ud Bertahan di Dalam Kantor, Saat Massa APM Kaltim Unjuk Rasa

22 April 2026 - 08:40 WIB

Tanker Gamsunoro Milik Pertamina Dikontrakan ke Pihak III, lalu Disewa oleh Pertamina Sendiri

21 April 2026 - 22:09 WIB

LPKJ 2025 Bupati Jombang, Dewan: 74 % Anggaran Masih Transfer Pusat, PAD Cuma 26 %

21 April 2026 - 20:36 WIB

Anang Sularso Dibunuh di Purwoasri, Dibuang di Keras Kediri, Ditemukan di Megaluh Jombang

21 April 2026 - 16:44 WIB

Kebakaran Gedung Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Dua Pegawai Luka Ringan

21 April 2026 - 14:20 WIB

4.975 Orang Aksi Massa 214, Paksa DPRD Ajukan Hak Angket terhadap Gubernur Rudi Mas’ud

21 April 2026 - 13:06 WIB

Gempa Mag 7.4 di Jepang, Tsunami 3 Meter Suasana Tenang

21 April 2026 - 12:03 WIB

Trending di News