Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Rata-rata Masa Tunggu Kerja Lulusan SMK Jatim Hanya 3 Bulan

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tingkat lulusan SMK di Jawa Timur menunjukkan tren positif keterserapan tenaga kerja yang mencapai 91,46 persen.

Dari total 221.174 lulusan SMK di Jawa Timur, sebanyak 195.429 lulusan tercatat telah berpartisipasi dalam program Bekerja, Melanjutkan dan Berwirausaha.

Dengan Rincian sebanyak 55,83 persen lulusan bekerja, 20,79 persen berwirausaha, dan 14,84 persen melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Sementara itu, 7,05 persen lainnya tercatat menjalani pelatihan, kursus, mengurus rumah tangga dan persiapan studi lanjutan. Sedangkan angka pengangguran lulusan SMK tercatat 1,49 persen.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan tingkat keselarasan pekerjaan lulusan SMK Jatim dengan bidang keahliannya mencapai 69,43 persen, dengan rata-rata masa tunggu kerja hanya 3,38 bulan sesudah dinyatakan lulus.

Kemudian kepemilikan sertifikat keahlian lulusan tercatat mencapai 63,57 persen. Menurut Khofifah, capaian tersebut menunjukkan keselarasan kurikulum dan kompetensi dengan kebutuhan industri.

“Kebutuhan kompetensi industri berkembang sangat cepat. Karena itu, sektor pendidikan vokasi harus adaptif dan responsif terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja,” kata Khofifah, Selasa (12/5/2026).

Untuk melanjutkan tren positif tersebut, Pemprov Jatim terus mendorong penguatan Teaching Factory (TeFa) di seluruh SMK negeri maupun swasta.

Saat ini terdapat 298 SMK negeri dan 1.860 SMK swasta di Jawa Timur yang diwajibkan memiliki Teaching Factory di tiap jurusan.

Khofifah menilai keberadaan Teaching Factory penting dalam membentuk budaya kerja industri di lingkungan sekolah sehingga siswa terbiasa dengan standar mutu, disiplin dan ritme kerja industri.

“Upaya sekolah tidak hanya mengoptimalkan siswa saat praktik kerja industri, tetapi juga membiasakan suasana DUDI setiap waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Jatim mengatakan berbagai program terus dilakukan supaya lulusan SMK tidak menjadi penyumbang angka pengangguran.

Dindik Jatim juga mendorong siswa mengikuti program magang kerja luar negeri. Tercatat sebanyak 3.186 siswa kelas 12 dan 13 diusulkan mengikuti program tersebut.

Hasilnya sebanyak 1.734 lulusan SMK Jatim siap diberangkatkan sebagai pekerja migran profesional.

“Program-program tersebut merupakan upaya meningkatkan keterserapan lulusan sesuai kebutuhan industri, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Aries.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gaya Anggun Angel Pieters di HUT Ke-81 RI Nyanyi Zamrud Khatulistiwa

17 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Purbaya Bakal Tarik Pajak Baru Tahun Depan, tapi Tergantung Ini

17 Agustus 2026 - 19:49 WIB

BI Gratiskan Biaya QRIS buat Semua Merchant Per 1 Oktober 2026

17 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Pertamina Beri Diskon BBM Rp450 per Liter, Begini Syaratnya

16 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Menkeu Purbaya: Pemerintah Belum Akan Menaikkan Gaji ASN di 2027

16 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Semarak 17-an di Graha Anggrek Mas, Kader Gerindra Sidoarjo Rebutan Hadiah Rp5 Juta

15 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Gempa NTT M 7 Terasa di Makassar hingga Bali, 7 Meninggal Dunia

15 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang

14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

DPR Minta Pemerintah Beri Kompensasi Pemilik Dapur MBG

14 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Trending di Nasional