Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Radar J-15 Tiongkok Kunci F-15 Jepang, Tokyo Layangkan Protes Keras

badge-check


					Radar J-15 Tiongkok Kunci F-15 Jepang, Tokyo Layangkan Protes Keras Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, TOKYO– Pesawat tempur J-15 milik Tiongkok dilaporkan dua kali mengarahkan radar kendali tembak ke jet F-15 Angkatan Udara Jepang saat melintas di atas perairan internasional di tenggara Okinawa, Sabtu lalu.

Pemerintah Jepang menilai tindakan tersebut sebagai eskalasi “berbahaya” dan segera melayangkan protes resmi kepada Beijing. Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi menegaskan penguncian radar itu “melampaui batas operasi penerbangan yang aman dan merupakan tindakan sangat berbahaya.”

Pesawat J-15 diketahui lepas landas dari kapal induk Liaoning yang tengah berlatih bersama tiga kapal perusak. Jepang sendiri mengerahkan F-15 untuk mengantisipasi potensi pelanggaran wilayah udara. Menurut Kementerian Pertahanan, radar dikunci dua kali: pukul 16.32–16.35 dan 18.37–19.08. Tidak ada korban maupun kerusakan pesawat.

Perdana Menteri Sanae Takaichi menyebut aksi itu “sangat disesalkan” dan menegaskan Jepang telah menyampaikan protes keras serta menuntut langkah pencegahan dari Tiongkok. Ia menambahkan, Jepang akan terus memantau aktivitas militer Tiongkok di sekitar wilayahnya.

Namun, Beijing balik menuduh Tokyo. Juru bicara Angkatan Laut Tiongkok, Kapten Senior Wang Xuemeng, menyatakan Jepang “berulang kali mendekati wilayah latihan udara dan laut Tiongkok untuk mengganggu latihan” serta menilai klaim Jepang “tidak sesuai fakta.” Ia menuntut Jepang menghentikan “kampanye fitnah” dan menegaskan Tiongkok akan mengambil langkah hukum demi melindungi kepentingan nasional.

Koizumi menekankan Jepang akan merespons dengan “tenang namun tegas” demi stabilitas kawasan. Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, yang bertemu Koizumi hari itu, menyebut tindakan Tiongkok “mengkhawatirkan” dan menegaskan Australia akan berdiri bersama Jepang menjaga tatanan berbasis aturan.

Insiden ini menjadi pertama kalinya Jepang secara terbuka mengungkap penguncian radar kendali tembak oleh pesawat Tiongkok terhadap jet Pasukan Bela Diri Udara Jepang. Sebelumnya, pada 2013 kapal perang Tiongkok pernah mengarahkan radar serupa ke kapal dan helikopter Jepang, sementara insiden lain terjadi dengan Korea Selatan pada 2018.

Radar kendali tembak biasanya dipakai untuk mengunci target sebelum peluncuran rudal, sehingga pengarahannya dianggap sebagai ancaman serius. Jepang memastikan penggunaan radar kali ini tidak terkait operasi pencarian dan penyelamatan, karena F-15 mereka dikunci secara berkala.

Dalam beberapa bulan terakhir, Tokyo juga menuding pesawat Tiongkok kerap melakukan pendekatan “sangat dekat” terhadap pesawat patroli Jepang di Laut China Timur dan Pasifik barat. Tiongkok membantah dan menuding balik bahwa sumber masalah adalah “gangguan dari kapal dan pesawat Jepang.”

Pengungkapan insiden radar muncul di tengah memanasnya hubungan kedua negara setelah pernyataan Takaichi sebulan lalu bahwa Pasukan Bela Diri Jepang dapat dikerahkan pada skenario terburuk, termasuk jika Tiongkok memblokade Taiwan. Pernyataan itu memicu reaksi keras Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai “inti dari kepentingan inti” dan bagian tak terpisahkan dari wilayahnya.

Tiongkok mendesak Takaichi mencabut pernyataannya dan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Tokyo. Jepang menegaskan sikap tersebut konsisten dengan posisi lama mereka.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump belum memberikan komentar publik atas pernyataan Takaichi, meski laporan menyebut ia meminta Jepang agar tidak memperkeruh situasi demi menjaga stabilitas pembicaraan dagang Washington–Beijing. Di sisi lain, Dubes AS di Tokyo menegaskan dukungan Washington kepada Jepang, meski Tokyo dikabarkan kecewa dengan sikap AS yang dianggap terlalu berhati-hati.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional