Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Pesan Bos Djarum: Ani-ani Bisa Hancurkan Bisnis Keluarga

badge-check


					Direktur Utama PT Djarum, Viktor Rachmat Hartono. (Sumber: Pramesti/Bloomberg Technoz) Perbesar

Direktur Utama PT Djarum, Viktor Rachmat Hartono. (Sumber: Pramesti/Bloomberg Technoz)

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM-Direktur Utama PT Djarum, Victor Rachmat Hartono, menyoroti salah satu penyebab utama keretakan bisnis keluarga adalah “ani-ani”. Terlebih jika sudah masuk ranah pembagian warisan.

Ani-ani sendiri merujuk pada bahasa gaul yang berarti perempuan muda yang menjadi simpanan pria kaya, dan seringkali mendapatkan imbalan finansial. Istilah ini muncul dan populer di kalangan pengguna media sosial, terutama TikTok.

“Karena papa saya, om saya itu tipe yang sadar benar bahwa salah satu yang bisa menghancurkan keharmonisan keluarga adalah banyak ani-aninya,” ungkap Victor dalam acara Meet The Leaders by Universitas Paramadina pertengahan Juli lalu, dikutip Rabu (6/8/2025).

Victor menceritakan bagaimana keluarganya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan tersebut bahkan sejak dini melalui keterbukaan dan perencanaan warisan yang jelas.

Bahkan sejak usia 12 tahun, ia sudah diajak orang tuanya ke notaris untuk memahami struktur pewarisan secara hukum.

“Saya umur 12 sudah diajak sama papa sama mama saya ke notaris. ‘Nih ya, kamu kan udah cukup gede sekarang. Jadi kita mesti kenalin, ini notaris kita. Lawyer kita. Kalau papa sama mama meninggal, kamu cari ini orang. Surat warisannya kita ada di dia. Kita beri tahu sekarang isinya apa’,” jelas Victor menirukan penuturan ayahnya kala itu.

Oleh karena itu, dia bersyukur karena budaya di keluarganya mendorong keterbukaan dan keberanian membahas topik-topik sensitif seperti kematian dan warisan.

Adapun dia menjelaskan, hukum waris yang berlaku di Indonesia, mengacu pada hukum Belanda dan hukum era Napoleon. Sehingga hal ini secara tegas mengatur proporsi pembagian harta.

“Jadi tidak ada ani-ani yang dapet [warisan],” tegasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Paradoks Durian RI: Menang Berat Buah, Keok Nilai Rupiah

28 September 2026 - 19:08 WIB

Gerbang Ekspor Terbuka, Durian Indonesia Siap Menjadi Kekuatan Baru di Pasar China

28 September 2026 - 18:56 WIB

Subsidi LPG 3 Kg Tahun 2027 Dipangkas Jadi Rp 103,05 Triliun, Volume Penyaluran Turun

28 September 2026 - 18:44 WIB

Kejar Target FLPP, Pemerintah Siapkan Akad Massal 71.000 Rumah Subsidi

27 September 2026 - 19:29 WIB

Beban Kontraktor Bertambah, Harga Semen dan Besi Beton di Jatim Terus Menanjak

27 September 2026 - 18:50 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Beras Masih di Atas HET, Cabai Naik

27 September 2026 - 18:38 WIB

ESDM Tegaskan Isu Pertalite Naik Hoaks, Harga Tak Berubah

25 September 2026 - 21:29 WIB

Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Beredar, Komdigi Buka Suara

25 September 2026 - 21:17 WIB

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Trending di Nasional