Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Penyintas Disabilitas Tak Tampak Diakui, IRA Perkenalkan Lanyard

badge-check


					Hanya Gambar Ilustrasi, Perbesar

Hanya Gambar Ilustrasi,

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Perhimpunan Reumatologi Indonesia (Indonesian Rheumatology Association/IRA) meluncurkan simbol lanyard sebagai tanda pengenal disabilitas tak tampak, yang bertujuan mempermudah identifikasi sukarela penyintas di ruang publik agar mendapat akses dan perlakuan yang manusiawi.

Ketua Pengurus Pusat IRA, dr. Rudy Hidayat, SpPD, K-R, menjelaskan bahwa disabilitas tak tampak mencakup keterbatasan fisik, mental, atau saraf yang tidak terlihat secara kasat mata, namun berdampak besar dalam kehidupan sehari-hari.

“Disabilitas tak tampak adalah nyata. Kami bersama menyadari dan mengakui bahwa keterbatasan fungsional yang tidak tampak secara fisik, seperti pada penyintas lupus dan autoimun sistemik lainnya, harus dihormati dan diperjuangkan haknya,” ujar Rudy saat peluncuran di Jakarta, Minggu.

Ia menegaskan pentingnya alat identifikasi ini karena para penyintas sering kali tak diperlakukan secara khusus di ruang publik atau transportasi umum, lantaran kondisi mereka tidak terlihat secara fisik.

“Mereka tampak sehat dan tetap bekerja, namun saat kondisi tubuh menurun secara tiba-tiba, mereka bisa sangat terdampak meski secara penampilan tampak baik-baik saja,” ujarnya, dikutip Antara, 1 Juni 2025

Rudy berharap simbol tersebut dapat dikenal dan dihormati masyarakat luas, termasuk penyedia layanan publik dan transportasi, demi terciptanya lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas tak tampak.

Di saat yang sama, IRA juga menyatakan dukungan agar istilah “disabilitas tak tampak” dimasukkan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai bentuk pengakuan sosial dan budaya terhadap penyintas.

IRA menekankan pentingnya edukasi dan advokasi agar penyandang disabilitas tak tampak dapat memperoleh kualitas hidup yang lebih baik melalui pemenuhan hak-haknya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Sidhiqqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

10 Menit Standing Applause untuk Papermoon Puppet Theatre dari Yogya yang Mengguncang Jerman

25 Juni 2026 - 15:02 WIB

Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Risang: Korban Janji Pulang Sabtu 20 Juni 2026

25 Juni 2026 - 09:10 WIB

Sudah Tiga Orang Meninggal Saat Mengikuti Larsarmil Calon Manajer KDMP di Tiga Lokasi Berbeda

25 Juni 2026 - 08:35 WIB

Menelisik Akar Terorisme (25): Sepak Terjang Templar dan Freemanson

24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Sopir Mengantuk, Truk Muatan Pakan Ayam Tabrak Pembatas Jembatan

24 Juni 2026 - 19:55 WIB

Dua Peserta Latsarmil KDMP Meninggal Dunia, Akibat Heat Stroke dan Cardiac Arrest

24 Juni 2026 - 19:21 WIB

Trending di News