Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

Pendiri Facebook Anggap Kini Media Sosial Sudah Berakhir, Longgarkan Moderasi

badge-check


					Bos Meta pendiri facebook Perbesar

Bos Meta pendiri facebook

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Pendiri media sosial Facebook dan CEO Meta Mark Zuckerberg kini menyatakan bahwa era media sosial telah berakhir.

Media sosial yang dulu berfungsi sebagai media menjalin hubungan secara online, tetapi dalam beberapa dekade terakhir justru lebih seperti media biasa.

Mark Zuckerberg bahkan menyebut bahwa masa awal Facebook menyatukan kembali teman-teman lama tampaknya sudah berakhir. Dalam kesaksiannya di sidang Federal Trade Commission (FTC) Zuck menyebut jumlah orang yang berbagi dengan teman-teman di Facebook khususnya, telah menurun.

“Bahkan jumlah teman baru yang ditambahkan orang-orang saya rasa telah menurun,” kata Zuckerberg. Meski demikian, dia tidak menyebutkan seberapa tajam penurunan tersebut. “Saya tidak tahu angka pastinya.”

Pernyataan ini secara tak langsung juga sebagai upaya atau langkah pergeseran besar arah platformnya, dengan fokus pada pemulihan kebebasan berekspresi dan penyederhanaan sistem moderasi konten di Facebook dan Instagram. Hal tersebut sempat diutarakannya pada awal tahun 2025 ini.

“Sudah waktunya bagi kita untuk kembali ke akar dari kebebasan berekspresi di Facebook dan Instagram,” kata Zuckerberg dikutip Selasa (13/5/2025). Media sosial awalnya dia bangun untuk memberikan suara kepada masyarakat, namun kini telah menjadi terlalu kompleks dan penuh kesalahan dalam penyensoran konten.

Mark Zuckerberg mengakui sistem moderasi konten di platformnya telah berkembang menjadi terlalu rumit dan tidak jarang membuat kesalahan. Bahkan jika hanya 1% konten disensor secara tidak sengaja, dampaknya bisa menjangkau jutaan pengguna.

“Kita sudah sampai di titik di mana kesalahan dan penyensoran itu menjadi terlalu banyak,” ujarnya, menyoroti perubahan arah budaya yang kini kembali memprioritaskan kebebasan berpendapat, termasuk dalam momen pemilu di AS terbaru.

Mark Zuckerberg kemudian merinci lima langkah utama yang akan ditempuh Meta:

1. Menghapus Program Pemeriksa Fakta

Meta akan menghentikan kerjasama dengan pihak pemeriksa fakta independen dan menggantinya dengan sistem community notes seperti yang digunakan X. Langkah ini diambil setelah program pemeriksa fakta dinilai terlalu bias secara politik dan merusak kepercayaan publik.

2. Penyederhanaan Kebijakan Konten

Pembatasan terhadap isu-isu sensitif seperti imigrasi dan gender akan dilonggarkan. Zuckerberg menilai bahwa wacana inklusivitas yang awalnya baik justru mulai digunakan untuk membungkam opini yang berbeda.

3. Perubahan Sistem Penyaringan

Sistem deteksi otomatis hanya akan digunakan untuk pelanggaran berat dan ilegal. Untuk pelanggaran ringan, Meta akan menunggu laporan dari pengguna sebelum mengambil tindakan. Algoritma juga akan disetel agar hanya menghapus konten dengan tingkat keyakinan tinggi.

4. Pengembalian Rekomendasi Konten Komunitas

Meta akan kembali merekomendasikan konten-konten politik dan komunitas yang sebelumnya dikurangi karena dianggap menimbulkan stres. Langkah ini akan diterapkan di Facebook, Instagram, dan Threads.

5. Relokasi Tim Moderasi dan Kolaborasi Politik

Tim moderasi konten akan dipindahkan dari California ke Texas untuk mengurangi kekhawatiran terhadap bias politik. Selain itu, Meta akan bekerja sama dengan Presiden Donald Trump dalam menentang tekanan global terhadap kebebasan berekspresi di platform digital.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Presenter Piala Dunia ASAL Italia Ini Sosmednya Dibanjiri Ribuan Like

18 Juni 2026 - 19:47 WIB

Izabel Kovacic akan Panaskan Tribun Piala Dunia

17 Juni 2026 - 18:52 WIB

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Meski Neymar Tak Bermain, Pacarnya Pamer Tubuh Seksi di Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 - 20:01 WIB

Kecantikan Brasil Ciptakan Sensasi di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 - 19:28 WIB

Cara Aman Nikmati Piala Dunia 2026 Tanpa Merusak Kesehatan

12 Juni 2026 - 19:41 WIB

Berapa Honor Shakira di Piala Dunia 2026? Jawabannya Mengejutkan

12 Juni 2026 - 18:58 WIB

Nonton Piala Dunia 2026 Bisakah Pakai STB TV Tabung?

10 Juni 2026 - 14:47 WIB

Dijuluki Gadis Tercantik di Dunia, Penny Lane Balas Komentar Negatif Soal Tubuhnya

8 Juni 2026 - 19:36 WIB

Trending di Life Style