Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Menkeu Purbaya: Bea Cukai Terancam Dibekukan Presiden Jika Tak Bebenah

badge-check


					Purbaya saat sidak Perbesar

Purbaya saat sidak

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberi tenggat satu tahun kepada dirinya untuk membenahi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Jika tidak, DJBC terancam dibekukan dan 16.000 pegawainya dirumahkan.

Langkah ini menyusul citra buruk yang melekat pada lembaga tersebut sejak lama, baik di mata publik maupun pemerintah.

“Kita akan bereskan Bea Cukai. Saya sudah minta waktu ke Presiden satu tahun untuk enggak diganggu dulu, beri waktu saya untuk memperbaiki Bea Cukai. Karena ancamannya serius,” ujar Purbaya kepada wartawan usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Kamis (27/11/2025).

Purbaya menegaskan, reformasi DJBC harus dilakukan secara fundamental. Ia menyebut, apabila perbaikan tidak menghasilkan kepuasan publik, pemerintah bisa saja mempertimbangkan langkah ekstrem termasuk mengembalikan fungsi kepabeanan kepada lembaga swasta seperti SGS (Sosiete Generale de Surveillance) kembali pada era sebelumnya, atau bahkan merumahkan seluruh pegawai Bea Cukai.

“Kalau Bea Cukai enggak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih enggak puas, Bea Cukai bisa dibekukan dan diganti dengan SGS seperti zaman dulu,” ungkap Purbaya.

Perlu diketahui, Presiden ke-2 Soeharto sempat membekukan DJBC pada tahun 1985 karena banyaknya praktik pungli dan penyelundupan. Pembekuan ini dilakukan hingga tahun 1995.

Purbaya bilang seluruh aparatur DJBC kini menyadari ancaman tersebut dan menunjukkan komitmen tinggi untuk berubah. Jika tidak, sebanyak 16.000 pegawai Bea Cukai akan dirumahkan.

“Orang-orang Bea Cukai mengerti betul ancaman yang mereka hadapi. Mereka sudah amat semangat memperbaiki kinerja,” katanya.

AI Mulai Diterapkan untuk Deteksi Under-Invoicing

Sebagai bagian dari reformasi, Purbaya mengatakan, Kementerian Keuangan dan DJBC mulai menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) di berbagai stasiun Bea dan Cukai. Implementasi ini disebut akan mempercepat pendeteksian praktik under-invoicing yang selama bertahun-tahun menjadi celah besar dalam penerimaan negara.

“AI-AI sudah kita terapkan di stasiun-stasiun Bea Cukai. Under-invoicing akan cepat terdeteksi sambil kita perbaiki aspek lainnya,” jelasnya.

Purbaya mengatakan, upaya pembenahan ini sedang berlangsung dan mulai menunjukkan perkembangan. Purbaya memprekirakan tahun depan DJBC akan bekerja dengan baik dan profesional.

Dalam rapat kerja sebelumnya, sejumlah anggota DPR menyinggung persoalan kepabeanan di Pelabuhan Sabang dan Batam, termasuk dugaan praktik ilegal dan anomali biaya cukai. Menanggapi hal itu, Purbaya menyatakan bahwa dirinya sudah melakukan rapat internal dengan DJBC untuk mendalami masalah tersebut.

Menurut dia, isu di dua pelabuhan utama itu menjadi bagian dari evaluasi besar-besaran yang sedang dilakukan Kementerian Keuangan terhadap seluruh titik layanan DJBC. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

MBG Dihentikan Sementa saat Libur Sekolah

17 Juni 2026 - 20:06 WIB

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Kaigo dan Magang di Jepang

14 Juni 2026 - 20:28 WIB

Harga Anjlok, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta

14 Juni 2026 - 19:45 WIB

REI: Kenaikan BI Rate Jadi Pukulan Telak bagi Properti Nonsubsidi

12 Juni 2026 - 19:19 WIB

ESDM Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Akan Naik

11 Juni 2026 - 19:59 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Beras dan Minyak Kompak Naik

11 Juni 2026 - 19:47 WIB

Trending di Nasional